in , ,

Kesulitan Biaya Karena Pandemi Covid-19, Sriwijaya FC Tiru Barcelona, Jual Masker Berlogo Klub Senilai Rp.15 ribu

Kompetisi PSSI

Masker berlogo tim Sriwijaya FC/istimewa

Palembang, bolabeten – Barcelona, klub terbesar di kancah sepakbola dunia menginspirasi manajemen Sriwijaya FC dalam mengatasi kesulitan keuangan di masa berhentinya Liga 2 2020 akibat pandemi Covid-19 yang merajalela.

Caranya, dengan memaksimalkan sektor penjualan merchandise, sebagai sumber pendapatan dan pemasukan klub.

Upaya mengatasi kesulitan finansial klub yang pernah mengumpulkan pemain-pemain bintang Tim Nasional Indonesia itu diposting oleh fanspage Facebook Sriwijaya FC, Selasa (26/5/2020).

Pengelola tim berjuluk Laskar Wong Kito berencana akan memproduksi masker, alat pelindung diri yang saat ini wajib dipergunakan sehari-hari untuk memenuhi protokoler kesehatan antisipasi penularan Covid-19. Masker berlogo tim tersebut akan dijual seperti yang dilakukan tim sekelas Barcelona.

“Ide mencari pemasukan klub dari berjualan masker, terinspirasi dari tim asal Spanyol, Barcelona yang telah lebih dulu melakukannya,” ungkap H. Hendri Zainuddin S.Ag, SH, Manager Tim Sriwijaya FC (SFC).

“Tim sekelas Barcelona saja yang terkenal kaya raya sudah melakukannya, kenapa kita tidak. Apalagi, masker masih menjadi barang yang banyak dicari, seiring tuntutan beradaptasi dengan situasi new normal,” imbuhnya.

“Rencananya penjualan masker berlogo Sriwijaya FC tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini pihaknya sedang melakukan produksi,” jelas pria yang juga Wakil Dirut PT SOM, pengelola klub SFC.

“Jenisnya scuba dan tahan air. Masker scuba bisa dicuci dan dipakai berulang-ulang. Penjualan secara resminya akan dilakukan melalui media sosial klub seharga Rp15 ribu,” jelasnya disadur dari IDN Times Sumsel.

Pandemi Covid-19 berdampak besar bagi klub-klub Liga Indonesia. Penghasilan yang diharapkan dari kompetisi, seperti tiket pertandingan tidak bisa lagi jadi pengharapan.

Kucuran dana dari sponsor otomatis tidak mengalir. Belum memenuhi klausul perjanjian kontrak karena Liga 2 2020 baru memainkan satu pertandingan.

Kompetisi pun mati suri. Dampaknya semua klub kesulitan finansial. Sementara pengeluaran untuk gaji pemain tetap harus dikeluarkan.

“Kompetisi ditangguhkan, klub sepakbola tidak lagi mendapatkan pemasukan, baik itu dari pihak sponsor maupun penjualan tiket,” pungkas Hendri. (*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

6 Klub Minta Liga 1 2020 Bergulir Lagi, 9 Tim Inginkan Turnamen Saja, Persija dan PSS Sleman pilih tiadakan musim ini Lanjut ke Liga 1 2021 di September 2020!

Adopsi Liga Jepang, Liga 1 2020 Mungkin Tanpa Degradasi, tapi tetap Ada Promosi