in

European Super League “Meledak”, Kompetisi Baru Hanya untuk Klub Top Eropa

Madrid, bolabeten – Sebanyak 12 klub top Eropa membentuk kompetisi baru bernama European Super League sebagai sumber keuangan baru demi meningkatkan pendapatan.

Wacana digelarnya European Super League menjadi isu terhangat di dunia sepak bola saat ini setelah 12 secara resmi membentuk kompetisi tersebut, Minggu (18/4) waktu setempat, atau senin (19/4) dinihari WIB)

European Super League adalah liga yang diikuti klub-klub sepak bola dari seluruh Eropa. Konsep ini sebenarnya sudah dibahas sejak tahun 1990-an, namun tidak pernah terealisasi.

Kini, ibarat bom waktu, ide Super League itu benar-benar “meledak”. Kompetisi perdana diusulkan untuk digelar pada musim 2023-2024 mendatang.

Dunia sepakbola langsung heboh dan memanas, dengan ternetuknya Liga elit Eropa itu. FIFA dan UEFA tanpa basa-basi langsung menolak ide tersebut, bahkan bersiap memberikan sanksi kepada 12 klub pendiri.

“Dengan menyatukan klub dan pemain terhebat di dunia untuk bermain satu sama lain sepanjang musim, Liga Super akan membuka babak baru untuk sepak bola Eropa, memastikan kompetisi dan fasilitas kelas dunia, dan meningkatkan dukungan finansial untuk piramida sepak bola yang lebih luas,” kata Joel Glazer, Wakil Ketua Super League yang juga Wakil Presiden Manchester United dikutip Si.com.

Kompetisi ini nantinya akan diikuti 20 klub Eropa, dengan 12 tim saat ini sudah mendaftarkan diri sebagai Klub Pendiri.

Sebanyak 12 klub tersebut adalah AC Milan, Inter Milan, Juventus dari Italia. Lalu, Arsenal, Chelsea, Liverpool, dan Tottenham Hotspur, Manchester City, dan Manchester United dari Inggris. Serta, Atletico Madrid, Barcelona, dan Real Madrid dari Spanyol.

Diperkirakan tiga klub lagi akan bergabung untuk menggenapkan menjadi 15 Klub Pendiri.

Selanjutnya, ke-15 klub tersebut akan ditambahkan lima klub lagi dengan ditentukan lewat mekanisme kualifikasi yang dipilih berdasarkan performa klub di musim sebelumnya.

Artinya, kelima klub baru nanti sifatnya hanya tambahan dan tidak dapat dipastikan bakal ikut serta di setiap tahunnya tergantung performa klub di musim sebelumnya.

Kemudian, 20 tim tersebut akan dibagi menjadi dua grup yang terdiri dari 10 tim di masing-masing grup. Mereka akan bertanding dengan format round-robin atau seluruh tim akan saling berhadapan di kandang dan tandang pada setiap pertengahan pekan.

Tiga klub teratas dari masing-masing grup akan lolos ke perempat final. Sementara, dua tempat terakhir akan diperebutkan tim peringkat keempat dan kelima di grup lewat babak play-off.

Mulai perempat final dan seterusnya pertandingan akan menggunakan format knock-out dalam dua leg (kandang dan tandang) yang mirip dengan sistem gugur Liga Champions saat ini.

Sedangkan, pertandingan final akan digelar dengan sistem single match di tempat netral. Kompetisi ini rencananya berlangsung dari Agustus hingga Mei.

Penjelasan Presiden
Presiden Real Madrid yang juga Ketua European Super League Florentino Perez menjelaskan tujuan kehadiran liga baru tersebut.

“Kami akan membantu sepak bola di setiap level dan membawanya ke tempat yang selayaknya di dunia. Sepak bola adalah satu-satunya olahraga global di dunia dengan lebih dari empat miliar penggemar dan tanggung jawab kami sebagai klub besar adalah menanggapi keinginan mereka,” ucap Florentino Perez dikutip dari Independent.

Florentino Perez menjadi salah satu orang paling vokal untuk merealisasikan gagasan Super League ini sejak 2009. Sempat gagal terealisasi selama bertahun-tahun, kini, sejumlah klub besar di Spanyol, Inggris, dan Italia telah setuju untuk bergabung dengan Super League.

Sejauh ini, 12 tim telah mendaftar untuk liga super, termasuk Real Madrid, Barcelona dan Atlético Madrid dari Spanyol; Manchester United, Liverpool, Manchester City, Arsenal, Chelsea dan Tottenham dari Inggris; dan Juventus, AC Milan dan Inter dari Italia.

Tiga tim lagi diharapkan untuk bergabung dalam waktu dekat sehingga menggenapkan Klub Pendiri menjadi 15 klub. Setiap klub Pendiri Super League akan menerima dana komitmen senilai € 350 juta dari sponsor.

“12 Klub Pendiri kami mewakili miliaran penggemar di seluruh dunia dan 99 trofi Eropa. Kami telah bersatu pada saat kritis ini, memungkinkan kompetisi Eropa untuk diubah, menempatkan permainan yang kami sukai pada pijakan yang berkelanjutan untuk masa depan yang berjangka panjang,” Andrea Agnelli, Presiden Juventus dan Wakil Ketua Super League menambahkan.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

FEATURES: Seleksi nasional Timnas U16, duo PSTS U15 tikam jejak para senior

Kapten Semen Padang FC 2020 Resmi Berlabuh di Sriwijaya FC