in , ,

KetawaKetawa

Sarjana Hukum dan Miliki Usaha AM Apparel ! Eks. Timnas Usia Muda 2007-2011 asal Pariaman Ingin Perjuangkan Lagi Karir Sepakbola Profesionalnya

Alan Martha

Alan Martha saat Timnas U-19 2009 melawan Timnas Jepang U-19 di Pra Piala Asia/istimewa

Pariaman, bolabeten – Pesepakbola asal Pariaman, Sumatera Barat pernah dijuluki wonderkid Timnas Indonesia usia muda di fase 2007 hingga 2011 silam.

Alan Martha, Ia jebolan program SAD (Sociedad Anónima Deportiva) Uruguay dan skuad Timnas U-16 Pra Piala Asia 2007 dan Timnas U-19 Pra Piala Asia 2009. Performanya yang gesit dan lincah di area berbahaya lawan, antarkan Alan dikenal luas oleh publik sepakbola nasional.

Meski tingginya tidak ideal sebagai seorang striker, mampu tutupi dengan skill teknik dan kecepatannya. Pergerakannya selalu merepotkan hadangan bek-bek lawan. Tiga hingga empat pemain lawan acap kali terkecoh dengan akselerasi pemain yang mengasah bakat di SSB Pauh Kota Pariaman ini.

Momen berkesan dilakukan Alan ketika memborong 4 gol Timnas Indonesia U-16 ke gawang Vietnam U-16. Di Pra Piala Asia U-16 2007 itu Timnas lolos ke putaran final Piala Asia sebagai runner-up grup F di bawah Jepang.

Lepas dari Timnas SAD Uruguay, Timnas U-17 dan Timnas U-19, Persija Jakarta kepincut talenta Alan. Di tahun 2011, Persija memproyeksikannya sebagai pemain binaan jangka panjang. Sayang, persaingan ketat di skuad Persija,dengan pemain senior, Ramdani Lestaluhu, Rachmat Affandi, Bambang Pamungkas dan Pedro Javier (asing), memaksa manajemen meminjamkannya ke Persepam Madura United. Di akhir 2012, Ia malah tercoret dari skuad Persija.

Alan ditengah pemain Persija Jakarta 2011-2012/istimewa

Setelah dari ibu kota, Alan mencicipi IPL 2013 dengan membela Persepar Palangkaraya. Sehabis itu, di kompetisi 2013 berlabuh ke Sriwijaya FC U21.

Disana, pemain kelahiran 22 Juli 1992 ini kembali tampil memikat. Di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (7/9/2013), gol yang disumbangkannya pada menit ke-3 plus gol Novri Setiawan di menit 57′ dalam partai final ISL U21-2013 melawan Mitra Kukar U21, mengantarkan tim muda Laskar Wong Kito menjuarai kompetisi usia muda PSSI, ISL U21 2013.

Alan merangsek lagi level ke senior. Bersama 7 pemain muda Sriwijaya FC U21 lainnya, Teja Paku Alam, Novri Setiawan, Rifan Nahumarury, Ichsan Kurniawan, Makhrus Avif dan Rizky Dwi Ramadhana, berbaur dengan pemain-pemain senior untuk musim ISL 2014. Lanjut di musim 2015, prahara terjadi di sepakbola nasional. PSSI di sanksi FIFA. Kerjasamanya pun berakhir di klub Sumatera Selatan.

Disela berhentinya kompetisi, Alan balik kampung melanjutkan pendidikannya, kuliah di Fakultas Hukum Universitas Taman Siswa Kota Padang.

Di tahun 2016, kompetisi pengganti sepakbola nasional digelar, Alan melanjutkan karir ke pulau Kalimantan, membela Kalteng Putra FC, berlaga di ISC B 2016.

Setelah PSSI bebas dari sanksi FIFA. Perjalanan karir Alan berlanjut. Adalah dua klub Liga 2 lah yang menjadi huniannya. Celebest FC dan Persikad Depok.

Memasuki kompetisi 2018, karir Alan mulai terlihat kesulitan. Ikuti seleksi di Semen Padang FC, klub kampung halamannya. Tapi belum berjodoh dengan tim berjulukan Kabau Sirah.

Masa-masa sulit dijumpai Alan. Tak ada klub yang dibela. Hanya saja ada hikmah yang didapati sepanjang 2018. Banyak berada di kampung halaman, Sumatera Barat. Alan fokus menyelesaikan kuliah sambil merintis usaha apparel, pembuatan jersey dan toko olahraga khususnya perlengkapan sepakbola.

Memakai inisial namanya, AM Apparel. Usaha dan kuliah tekun dijalani Alan. Di luar itu Ia masih tetap menjaga sentuhan pesepakbolanya dengan bermain di turnamen-turnamen antar kampung di sekitar Sumbar.

“Saya sudah SH (Sarjana Hukum). Kuliah sejak 2015 dulu dan wisuda 2019,” tutur Alan kepada bolabeten, Kamis malam (21/5/2020).

Alan melelang jersey Sriwijaya FC miliknya/istimewa

“Saya juga punya toko olahraga di kampung. Usaha pembuatan apparel juga. Namanya AM Apparel. Alhamdulillah, usahanya lancar. PSP Padang pakai AM Apparel. Pemasaran masih sekitan Sumbar saja,” sambungnya.

Menyelesaikan kuliah dan merintis usaha, Alan masih menjaga ambisinya untuk bermain lagi di kompetisi PSSI. Melanjutkan karir pesepakbola profesional.

Ia mengaku belum habis. Spirit tingginya ingin bermain lagi dan optimis masih mampu bersaing. Alan berharap, pandemi Covid-19 pada tahun ini cepat berakhir.

“Semoga wabah corona cepat selesai. Saya sangat rindu sepakbola. Ingin bermain kembali dan membuktikan diri belum habis. Memang karena vakum, tidak bermain di Liga Indonesia 2018-2019, pasti sulit mendapatkan kepercayaan lagi dari klub-klub Indonesia. Agen-agen juga banyak yang tidak percaya. Tapi saya harus optimis. Tak ada yang tak mungkin,” tegasnya.

Di lain hal, di masa pandemi Covid-19. Alan turut berempati terhadap dampak besar yang mendera. Ia melelang jersey Sriwijaya FC miliknya dan membelikan hasil lelang untuk Alat Pelindung Diri (APD) petugas medis.

“Mereka pejuang kemanusiaan. Bekerja keras untuk kemanusiaan. Saya prihatin dan berempati. Hasil lelang jersey itu saya belikan APD. Semoga itu berguna bagi tenaga medis di Puskesmas Pauh Barat, Pariaman Tengah,” pungkasnya.

Alan menyerahkan sumbangan hasil lelang jersey SFC nya/istimewa

BIODATA
Nama : Alan Martha
Tempat/Tgl Lahir : Pdg Pariaman/22 Juli 1992 (27 tahun)
Tinggi : 160 cm
Berat : 58 kg
Posisi : Gelandang Serang/Pemain Depan

KARIR
2006 : SSB Pauh Kota Pariaman
2006 : Persepar Padang Pariaman
2008-2011 : Deportivo Indonesia (SAD Uruguay)
2011-2013 : Persija Jakarta
2012 : Persepam Madura United
2013 : Persepar Palangkaraya
2013-2015 : Sriwijaya FC
2016 : Kalteng Putra FC
2017 : Celebest FC
2017 : Persikad Depok

TIM NASIONAL
2007-2008 : Indonesia U-17 (Pra-Piala Asia)
2009 : Indonesia U-19 (Pra-Piala Asia)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Pasang Boneka Seks Sebagai Penonton, FC Seoul Didenda Rp1,2 M

Duo Timnas Indonesia U-19 Antarkan Sembako Ke Rumah-Rumah Warga Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman