in , ,

Sabtu sore di RC 67 Cafe Kumpul di Kawasan GOR H. Agus Salim, Padang

Kumpul-kumpul di RC 67 Cafe Kumpul, Sabtu sore (19/12/2020)

Sabtu, 19 Desember 2020 di sebuah tempat bernama RC 67 Cafe Kumpul di seputaran Gelanggang Olah Raga (GOR) H. Agus Salim, Padang. Bertemu tak sengaja, tak berencana. Sekelompok atau sebagian dari penyintas sepakbola di Kota Padang ini berbincang akrab.

Ada Robbi Malvinas, Dedi Umar Putra, Kinan Putra, Adek Chandra, Nofiardi dan penulis sendiri. Nyantai “ma ota-ota” apa saja soal sepakbola sambil menyeruput teh telor, kopi, teh dan bermacam variannya.

Bicara sepakbola, apapun itu sisinya. Selalu menjadi magnet untuk diperbincangkan. Oleh insan-insan yang mencintainya. Ngalor-ngidul mengupas dan bahas apa saja. Tak ada ujung seperti bola itu sendiri. Bulat menggelinding kian kemari.

Dan, cerita berlapir-lapir tentang sepakbola masih bersiuran dari mulut Robbi Malvinas. Sesekali adu argumen, tagang urek marih beradu tentang bulek nya bola,

Kinan dan Adek, yang sedang libur kursus kepelatihan lisensi C PSSI karena tak ada jadwal, ikut menyelingi dengan informasi tentang kursus yang dijalani keduanya. Ditingkahi sahutan Dedi Umar, pelatih PPLP Sumbar pemegang lisensi B AFC. Pun dengan Nofiardi alias Edi Purba, yang ikut menengahi perbincangan.

“Alhamdulillah.. Di sini cukup sering rekan-rekan kalangan dunia sepakbola bertemu, ngobrol nikmati senja di kawasan GOR ini,” ucap Ruben Cristof, pemilik RC 67 Cafe Kumpul.

Legenda Semen Padang, Ruben (pemilik RC 67), Zalfi, Aprius dan Trisno Affandi, juga kumpul di RC 67/istimewa

Ya, Ruben Christof. Dia baru saja membuka usaha di depan Stadion H. Agus Salim, Padang. Di pelataran parkir yang memang diplot oleh pengelola kawasan sarana olahraga untuk para pedagang.

Mantan penjaga gawang PS Semen Padang Galatama era 1980-an ini sekira sebulan ini membuka usaha dengan menamakan tempatnya RC 67 Cafe Kumpul. Seperti penamaannya, RC merupakan singkatan Ruben Christof dan tahun kelahirannya. Kenapa ada sambungan Cafe Kumpul. Sebab Ruben memang sekalian berharap tempatnya sebagai wadah bertemunya para pencinta sepakbola.

RC 67 Cafe Kumpul saat ini masih sederhana dengan beratap tenda. Suguhan makanan dan minuman, untuk menemani “caracau” sepakbola mania yang menyinggahi. Seperti Sabtu sore tadi.

“Ada nasi goreng. Mie rebus, mie becek, mie goreng. mie tek-tek. Ya seperti itulah. Alhamdulillah, berangsur-angsur saja. Soal rezeki, yang penting usaha. Jalani aja,” ujar Ruben.

Hmm. senja makin beranjak kelam. Gelap akan menyelimuti kawasan GOR. Memang malam masih akan panjang. Apa lagi, kini Malam minggu. Tapi, satu persatu pun permisi pergi. Nofiardi dan Dedi Umar, beranjak kembali ke rumahnya. Kinan dan Adek balik ke tempat pelatihan di kampus II Universitas Negeri Padang, Lubuk Buaya. Tinggal Robby. karena penulis juga undur diri, mengakhiri cerita di RC 67 Cafe kumpul di Sabtu sore.

“Terima kasih Pak Nof, DU, Kinan, Adek, Chail.. Lah singgah di tampek ambo,” ujar Ruben. (*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Suatu Saat Jadi Pelatih, Bek Persiraja Tekuni Kursus Lisensi C PSSI di Padang

Shin Tae-yong Panggil 36 Pemain Untuk Persiapan SEA Games 2021