in , , ,

Suhatman Imam : Pengawal Karang Putih dan Penasehat Teknik

Liga 2 2020

Pak Haji Suhatman Imam, sosok yang sangat lekat dengan Semen Padang FC/tangkapan layar Media SPFC

Penulis : Chail

Legenda sepakbola Sumatera Barat dan Indonesia, Suhatman Imam terlihat hadir di sesi latihan tertutup skuad Semen Padang FC di lapangan markas tim, komplek mess pemain, Indarung Kota Padang, tepatnya pekan lalu, pada Kamis sore (10/9/2020).

Kehadiran Pak Haji, sapaan sesepuh sepakbola Ranah Minang dan Nasional kelahiran 26 Februari 1956 (64 tahun) inipun juga diunggah akun media resmi klub berjulukan Kabau Sirah, dengan menampilkan potret Pak Haji tengah duduk di atas tribun tertutup lapangan latihan dengan mimik serius. Disertai tulisan “Hayo….ada siapa yang mantau dari pinggir lapangan hari ini“.

Agaknya ada sesuatu, tersirat serupa nada optimisme dan rasa senang di unggahan semenpadangfcid tersebut.

Rasa penasaran yang sebenarnya sudah menganak di kepala penulis sejak siang Kamis itu. Pak Haji berbicara bersama CEO SPFC Hasfi Rafiq, Kapten Tim Nur Iskandar, asisten pelatih Weliansyah di sesi “Blak-Blakan” live You Tube SPFC mengupas “Strategi Semen Padang FC Mengarungi Liga 2” plus pelatih kepala Eduardo Almeida yang nimbrung dari jarak 11.752 km di acara tersebut.

Pak Haji dengan gamblang mengungkap poin-poin penting di episode kedua Blak-Blakan Semen Padang FC ini. Menarik dan penulis resapi. Kesimpulannya, “Pengawal Karang Putih” itu datang lagi ! Memaparkan apa yang sebenarnya diperlukan. Mental bertanding, kerjasama tim, keserasian manajemen, pelatih dan pemain. Tiga diantara lima hal yang Ia ungkapkan.

Ya.. Ialah yang sangat tahu SPFC. Meletakan karakteristik permainan Kabau Sirah di panggung sepakbola nasional. Di masa lalu menukangi tim yang didanai PT. Semen Padang ini kala 1985 ditinggal separuh pemain pilar masa itu.

Cerita lampau ketika tersiar “Semen Padang Nyaris Bubar”. Pak Haji datang tegakkan pondasi bermain SPFC dengan muka-muka baru, pemain muda macam Weliansyah, Afdhal Yusra, Anton Sofnevil, Delvi Adri, plus Masykur Rauf dan lain-lain. Sosok yang tegas, keras dan disiplin menyoal sisi kualitas permainan anak asuhnya. Tapi, mencair di luar lapangan.

Di tangan kapten Timnas Indonesia di Pra-Olimpiade 1976 dan Piala Asia 1977 ini, SPFC trengginas, berkarakter ngotot dan pantang menyerah. Ciri khas Sumatera di era Galatama, Liga Indonesia, ISL ataupun IPL.

Almeida, Weliansyah, Nur Iskandar, Hasfi rafiq dan H. Suhatman Imam/Gambar: Media SPFC

Kebersamaan SPFC dengan Pak Haji yang keluar masuk tim yang bermarkas di Indarung ini acap kali memunculkan prestasi menggembirakan saat Ia berada di dalam tim. Piala Liga 1992, Semi Final Liga Indonesia 2002. Peringkat ke-4 ISL 2010/11 selaku Penasehat Teknis dan Direktur Teknik mendampingi Nilmaizar, mengawal SPFC menjuarai IPL 2012, runner-up Piala Indonesia dan 8 Besar Piala AFC 2013.

Pak Haji mampu merubah situasi mental dan permainan skuad SPFC dari bench ataupun di ruang ganti. Sikapnya lugas yang jadi karakternya baik ketika menjadi pemain dan pelatih seakan menulari skuad SPFC.

Permainan ngotot, pantang menyerah, rap-rap dan trengginas yang penulis amati menghilang pada musim keluar masuknya SPFC di Liga 1 2017, Liga 2 2018, Liga 1 2019. Atau akan berlanjut pada musim ini Liga 2 2020 ?

Liga 2 2020 yang diambang mata, kelanjutan kompetisi di tengah situasi berat pandemi Covid-19 akan dijalani M. Nur Iskandar an kawan-kawan. Misi naik kasta ke Liga 1 akan diawali pada penyisihan brup D ‘home tounament Liga 2 2020, di Medan. Bertemu dua lawan Sumatera, tuan rumah PSMS Medan dan Sriwijaya FC, yang sama ambisiusnya mengejar promosi ke Liga 1. Ditambah Sulut United FC, yang tak kalah mentereng dan duo tim promosi Liga 3 2019, Persija Jepara dan Persekat Kab. Tegal.

SPFC pun tengah menata kekuatan. Intensif jalani rutinitas latihan, pagi dan sore di lapangan mess pemain. Dipimpin Weliansyah, asisten pelatih yang menggantikan kehadiran pelatih kepala Eduardo Almeida yang masih di negaranya Portugal meski SPFC telah dua pekan menggelar latihan.

Hmmm.. menariknya ada Pak Haji yang muncul. Serupa kehadirannya di Blak-blakan Semen Padang FC yang tayang di you tube. Begitu pula dengan dengan unggahan semenpadangfcid, “Hayo….ada siapa yang mantau dari pinggir lapangan hari ini”.

Pekan lalu, Kamis 10 September 2020. Dan kini Kamis, 17 September 2020, masih adakah Pak Haji di sana ? Mengamati latihan, mungkin saja selaku Penasehat Teknik SPFC, memberikan masukan ke tim pelatih dan manajemen. Semoga ada sesuatu ! (*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Medical Workshop Extraordinary Competition 2020 : Situasi belum kondusif, bukan berarti semua aktifitas berhenti, termasuk Sepakbola

Tanpa dukungan Bidang Wasit Askot, pekan perdana Liga Anak U-15 tandai bergulirnya ajang Pembinaan Usia Muda Kota Padang 2020