in , ,

Memori 29 Mei 2010 Stadion Manahan Solo; Tonggak Sejarah Semen Padang FC Lolos ke Kasta Tertinggi

Padang, bolabeten – Tanggal 29 Mei 2010, menjadi salah satu catatan sejarah penting bagi Tim sepakbola Semen Padang FC. Hari itu, di Stadion Manahan Solo, tim kebanggaan urang awak itu untuk pertama kali lolos ke Liga kasta teringgi Indonesia, yakni Indonesia Super League (ISL)

Sukses tersebut tak terlepas dari obsesi besar Ketua Umum Semen Padang FC saat itu, Toto Sudibyo. Dia ingin, di moment HUT Satu Abad PT. Semen Padang, tim sepakbola kebanggaan Ranah Minang itu bisa promosi ke kasta tertinggi.

Keseriusan Semen Padang sudah terlihat sejak masa persiapan, dengan merekrut sejumlah pemain top. Selain pemain asing Marcio Souza, kiper tangguh asal Malang, Alm Ahmad Kurniawan atau AK-47 juga didatangkan. Ada juga “tonggak tuo” asal Brasil, Antonio “Toyo” Claudio dipanggil lagi. Plus, arsitek tim asal Moldova, Arcan Iurie diberi kepercayaan menukangi tim.

Setelah menjuarai fase regional Wilayah Barat, Semen Padang lolos ke babak 8 besar yang digelar di Bone, Sulawesi Selatan. Di sini, Semen Padang lolos ke semifinal dengan status runner up. Impian untuk meraih salah satu dari tiga tiket promosi ke ISL, tinggal selangkah lagi.

Sayangnya, melawan Deltras Sidoarjo di semifinal 27 Mei 2010, Semen Padang kalah adu penalti. setelah bertarung extra 120 menit, laga harus diselesaikan dengan adu penalti. Dalam babak tos-tosan, hanya dua eksekutor Semen Padang yang sukses, yaitu Yoyo dan Bayu Yusha. Sedangkan Dedi Hartono dan Edward Wilson gagal. Alhasil semen Padang kalah 2-4 dari Deltras.

walau kalah, masih ada peluang lolos dari jalur perebutan tempat ketiga melawan Persiram Raja Ampat, 29 Mei 2010. Dengan kondisi sudah terkuras habis di babak semifinal, hanya istirahat satu hari, Semen Padang tetap berjuang mati-matian.

Dramatis, pertarungan di bawah hujan lebat Stadion Manahan itu. Menit ke-88 Semen Padang mendapat penalti, setelah Edward Wilson Dijatuhakan pemain Persiram. Eksekusi yang langsung diambil Edward Wilson sukses menaklukan kiper Persiram. Skor pun berakhir 1-0 untuk Semen Padang, dan “Kabau Sirah” lolos ke ISL.

Sejak itulah, Semen Padang Fc tercatat sebagai klub elit Indonesia. Walau sempat terombang-ambing saat dualisme federasi 2012, sehingga Semen Padang memilih berkompetisi di Indonesia Premier League (IPL), tapi musim 2017 terdegradasi lagi ke Liga 2. sempat promosi lagi ke Liga 1 tahun 2018, tapi musim 2019 terluncur lagi.

Sekarang Semen Padang berusaha merawat nama besarnya dengan ambisi kembali ke LIga 1 2020. Sayangnya ambisi itu untuk sementara tertunda, dengan adanya Covid-19. Kompetisi dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Jika tak berlanjut, maka Semen Padang harus bersabar satu tahun lagi, untuk menggapai impian kembali ke kasta tertinggi.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Terungkap Setelah Dua Dekade, Alasan Mike Tyson Gigit Telinga Evander Holyfield: “Dia Terus Memukuli Kepala Saya”

Setelah Delapan musim bersama Semen Padang FC, Jandia Eka Putra Betah di PSIS Semarang