in ,

Sudah Berusia 41 Tahun, Valentino Rossi Belum Mau Pensiun dan Masih Punya Mimpi di 2021

TAVULLIA, bolabeten – Kontrak dengan tim pabrikan Yamaha boleh saja berakhir pada musim 2020, namun Valentino Rossi masih punya mimpi di MotoGP musim 2021. Rossi pun menegaskan situasi sekarang ini bukan saatnya yang pas untuk mengumumkan pensiun.

Semua pernyataan Rossi tersebut terungkap dalam wawancara dengan komentator MotoGP Matt Birt yang dipublikasikan melalui lama resmi MotoGP, Minggu (26/4). “Saya berada dalam situasi yang sulit karena, seperti saya katakan, opsi pertama saya adalah mencoba untuk melanjutkan,” kata Rossi.

“Saya memiliki motivasi yang cukup dan saya ingin melanjutkan. Sangat penting untuk memahami tingkat kompetisi karena terutama di bagian kedua tahun lalu kami sangat menderita dan terlalu sering saya terlalu lambat dan saya harus berjuang di luar posisi 5 besar.”

“Dalam pikiran saya, saya punya satu tahun lagi dengan tim pabrik dan saya perlu waktu untuk memutuskan dan bagi saya, saya perlu lima atau enam balapan, dengan kepala mekanik baru, dan beberapa modifikasi dalam tim untuk memahami apakah saya bisa kuat,” beber The Doctor.


Sayangnya untuk bisa tahu potensinya musim ini Rossi terhambat dengan belum digelarnya lomba menyusul pandemi virus corona. “Masalahnya adalah tidak ada balapan. Jadi dengan virus ini, kami tidak bisa balapan. Jadi saya harus memutuskan sebelum balapan karena dalam situasi paling optimistis kami bisa balapan di paruh kedua musim, jadi Agustus atau September kami berharap. Tapi saya harus membuat keputusan sebelumnya, tetapi saya ingin melanjutkan tetapi saya harus membuat keputusan ini tanpa balapan.”

“Ini bukan cara terbaik untuk pensiun karena situasinya adalah mungkin kita tidak berlomba pada tahun 2020. Jadi lebih adil bagi saya untuk melakukan kejuaraan lain dan berhenti di akhir berikutnya, jadi saya berharap untuk melanjutkan pada tahun 2021.”tutup Rossi.

Valentino Rossi yang lahir di Urbino, Italia, 16 Februari 1979, sekarang sudah berumur 41 tahun. Namun, kharisma dan pesonanya sebagai pebalap MotoGP belum tertaadingi oleh pebalap manapun.

Ia adalah pebalap paling menonjol setelah era Michael Doohan, dengan titel juara dunia di empat kelas yang berbeda yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarier. Ia adalah salah seorang pembalap tersukses sepanjang masa, dengan 7 gelar juara dunia di kelas puncak (500cc/MotoGP) dan dua gelar di kelas 250cc dan 125cc.

Menurut majalah olahraga terbitan Amerika, Sports Ilustrated, Rossi adalah salah satu olahragawan bergaji terbesar di duunia, ia diperkirakan digaji $34 juta pada 2007. Putra dari mantan pembalap GP 250 cc Graziano Rossi dan Stefania Palma ini memegang banyak rekor dan prestasi yang diraihnya melampaui banyak seniornya.

Total pembalap eksentrik ini membukukan 9 gelar juara dunia, sekali di kelas 125cc pada tahun 1997, sekali di kelas 250cc (1999), dan tujuh kali juara dunia di kelas puncak 500cc/MotoGP (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008 dan 2009).

Setelah ayahnya, Graziano Rossi, Rossi memulai balapan di Grand Prix pada 1996 untuk Aprilia di antara 125 cc kategori dan memenangkan Kejuaraan Dunia pertama tahun berikutnya. Dari sana, ia pindah ke kategori 250cc dengan Aprilia dan memenangkan 250cc Kejuaraan Dunia pada tahun 1999.

Ia memenangkan Kejuaraan Dunia 500cc dengan Honda pada tahun 2001, Kejuaraan Dunia MotoGP (juga dengan Honda) pada tahun 2002 dan 2003, dan melanjutkan kemenangan beruntunnya dengan memenangkan kejuaraan dunia 2004 dan 2005, setelah meninggalkan Honda untuk bergabung dengan Yamaha, sebelum merebut kembali gelar pada 2008 dan mempertahankannya pada tahun 2009 dan 2010, ia kemudian pindah ke Ducati pada tahun 2011

setelah terjadi ketegangan dengan rekan setimnya. Namun, saat di Ducati ia sedikit mengalami kemunduran dalam hal performa dalam lintasan yang memaksanya kembali ke Yamaha pada tahun 2013 sampai sekarang.

Rossi adalah yang pertama dalam klasemen terbanyak memenangkan perlombaan dalam sejarah 500 cc / MotoGP, dengan 86 kemenangan, dan kedua di sepanjang masa menang klasemen keseluruhan dengan 112 menang balapan (di belakang Giacomo Agostini dengan 122). Rossi, bersama Jimmie Johnson (NASCAR), Michael Schumacher (F1) dan Sebastien Loeb (WRC), juga banyak disebut orang sebagai salah satu legenda olahraga otomotif di awal Abad 21.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Sosok: Weliansyah, Pengabdian Tanpa Batas untuk Semen Padang FC

Selembar Jersey Maradona untuk Covid-19, Terjual Hampir Rp1 Miliar!