in ,

Resep Khusus Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan Tembus Final BWF World Tour Finals 2020

Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan berjabat tangan usai mengalahkan ganda putra Taiwan Liao Min Chun dan Su Ching Heng pada perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Jumat (23/8/2019). Ahsan/Hendra melaju ke semfinal setelah menang dengan skor 21-17, 21-19. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/nz.

Bangkok, bolabeten – Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sukses menembus final BWF World Tour Finals 2020. Pasangan berjuluk The Daddies ini menaklukkan pasangan Korea Selatan, Choi Solgyu/Seo Seung Jae dua gim langsung di Impact Arena, Bangkok Thailand, Sabtu (30/1).

Ahsan/Hendra hanya butuh waktu 34 menit untuk menaklukkan Choi/Seo. Mereka menang 23-21, 21-13. Pertandingan sempat berjalan ketat di gim pertama. Hingga akhirnya, Ahsan/Hendra melesat dan unggul 14-11.

Namun ternyata Choi/Seo tak menyerah. Pertandingan semakin menegangkan hingga terjadi deuce 20-20. Di sinilah mental juara Ahsan/Hendra terlihat. Mereka mampu merebut gim pertama dengan kemenangan 23-21.

Laga di gim kedua benar-benar menjadi milik Ahsan/Hendra. Mereka unggul jauh hingga kedudukan 12-5. Choi/Seo berusaha mengejar. Namun poin terlalu jauh. Ahsan/Hendra pun menang 21-13 dan memastikan satu tempat di final.

Dengan demikian Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, membuka harapan Merah Putih untuk membawa pulang gelar dari BWF World Tour Finals 2020. Kemenangan ini makin terasa manis lantaran sebelumnya mereka selalu kalah di dua pertemuan sebelumnya, yakni di perempat final BWF World Tour Super 1000 Thailand Open jilid 2 dan di fase grup BWF World Tour Finals 2020.

Menurut Ahsan, hasil positif ini tak akan diraih tanpa permainan yang solid. Mereka juga sudah mempelajari kelemahan dari pasangan Korsel itu dari dua pertemuan sebelumnya.

“Syukur Alhamdulillah sudah menang hari ini dan masuk final. Selama pertandingan berusaha lebih tenang dan enjoy. Dengan begitu, penempatan bolanya juga lebih enak. Tetap kami pegang depannya dulu, supaya mereka banyak mengangkat dan kami banyak menyerang, itu sih kuncinya dari depan dulu. Kami juga menguatkan pertahanan,” ujar Ahsan dikutip situs resmi PBSI.

“Saya belajar dari pertemuan sebelumnya, ada sedikit perubahan. Kami tadi bermain tidak selalu keras, meskipun main di depan, tapi kami rem sedikit. Jadi merekanya lebih sulit, karena di pertandingan sebelumnya kalau kita menekan terus di depan, mereka lebih senang,” tambah Hendra.

Lebih lanjut, Hendra juga menjelaskan jika dirinya dan Ahsan diuntungkan dengan kondisi Seo Seung-jae yang kelelahan lantaran bermain di sektor ganda campuran bersama Chae Yujung.

“Di gim kedua mereka juga mainnya tetap begitu, tidak ada perubahan. Jadi kami lebih enak mengatur. Mungkin Seung-jae sudah agak capek, tadi saya liat dia sudah agak berat. Apalagi dia bermain rangkap (ganda campuran),” ucap Hendra.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Komisi X DPR RI Beri Lampu Hijau Untuk Kompetisi PSSI

Pelatih SPFC Cari Pemain di Turnamen Sepakbola U-16, Stadion H. Agus Salim