in , ,

KONI Sumbar Gelar ‘Coaching Clinic’ Pelatih ‘Cabor’ lolos PON XX-2021, pada 11-13 Agustus 2020 dengan Protokol Kesehatan Ketat

Rapat KONI Sumbar, persiapan kegiatan 'Coaching Clinic" pelatih/Dok. Media KONI Sumbar

Padang, bolabeten – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar akan menggelar kegiatan ‘Coaching Clinic‘ pada 11-13 Agustus 2020 di salah satu hotel kawasan Danau Maninjau, Kabupapten Agam.

Kegiatan itu diikuti oleh para pelatih cabang olahraga (cabor) lolos Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, 2021 mendatang.

Guna mematangkan pelaksanaan kegiatan, panitia pelaksana (panpel) telah mengadakan rapat terakhir pematangan persiapan, Rabu (5/8/2020). Salah satu pembahasan rapat mengenai protokoler kesehatan.

Seperti yang dirilis dari konisumbar com, Ketua Pelaksana kegiatan Irnaldi Samin mengatakan KONI Sumbar akan menerapkan semua prosedur protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat saat kegiatan berlangsung nanti.

“KONI bekerjasa dengan PMI Sumbar. Saat pelaksanaan nanti, Petugas kesehatan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Sumbar bakal mengawal KONI untuk mengikuti standar kesehatan yang telah ditetapkan supaya protokol kesehatan Covid 19 dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.

“Panitia bersama PMI juga akan melengkapi peserta dengan masker, face shield, alat cuci tangan dan kelengkapan lainnya. Sebelum kegiatan dimulai, sterilisasi ruangan pertemuan akan dilakukan terlebih dahulu. Kemudian, peserta diatur jaraknya, baik itu saat pemberian materi di ruangan maupun praktek di luar ruangan,” ungkap Sekretaris Umum KONI Sumbar ini.

Sementara itu Fazril Ale Ketua Tim Teknis PON Sumbar menambahkan, seluruh pelatih diminta mengikuti kegiatan dengan serius. Supaya ilmu yang diterima dapat diaplikasikan kepada atlet.

Menurutnya, pada coaching clinic itu juga akan diberikan hasil tes kemampuan fisik atlet tahap kedua kepada semua pelatih. Itu, agar pelatih bisa mengambil patokan sejauh mana kebugaran atlet sampai saat ini.

“Hasil tes fisik atlet tahap kedua ini juga sekaligus menjadi streching bagi Tim Teknis KONI Sumbar menjaga keseimbangan dan kebugaran atlet,” ulas Ale.

“Bagi pelatih yang tidak datang, tidak mengikuti materi kegiatan, atau cabut dari kegiatan, maka tidak akan diberikan sertifikat maupun kompensasi lainnya,” tegas Fazril Ale sekaligus Ketua Pengarah Coaching Clinic.

“KONI tidak mau kegiatan coaching clinic ini menjadi sia-sia, karena pelatih tidak serius mengikutinya. Karena ilmu yang diperoleh dari narasumber mahal harganya,” tukasnya mengingatkan. (*)

sumber: konisumbar com

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Sempat tertunda dan tanda tanya, Shin Tae-yong Pastikan Pemusatan Latihan Timnas Senior dan U-19 ‘Start’, Jumat 7 Agustus

Nasib Bek PSM Makassar, Hussein Eldor dari Ledakan Dahsyat Lebanon