in

Narasumber di Seminar SIWO PWI, Menpora RI Sampaikan Target Olahraga Indonesia di Olimpiade dan Paralimpiade

Olahraga Nasional

Logo PWI Sumbar/istimewa

Jakarta, bolabeten – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menjadi narasumber pada kegiatan seminar olahraga yang diselenggarakan Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI). secara virtual, Rabu (24/3) di Lantai 9, Kemenpora.

Dalam kesempatan ini, dia menerangkan arahan Presiden Joko Widodo yang disampaikan saat Haornas 2020. Diantaranya yakni tingkatkan prestasi olahraga nasional, review total dan rancang ulang ekosistem olahraga nasional dan tata kelola pembinaan atlet nasional. Kemudian, sinergitas pembinaan atlet dari daerah hingga nasional.

“Lalu, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru. Dukungan infrastruktur olahraga yang baik. Olahraga merupakan urusan kita semua baik pemerintah, stkeholder terkait, dan masyarakat. Manfaatkan peluang pengembangan industri olahraga dan pariwisata olahraga sebagai pendongkrak ekonomi nasional,” jelasnya.

Dikatakan lagi, pembinaan atlet jangka panjang yang menghasilkan prestasi dunia merupakan investasi negara untuk pembangunan sumber daya manusia serta mengangkat harkat dan martabat bangsa ditingkat internasional.

“Sasaran utama yaitu sukses prestasi pada Olimpiade dan Paralimpiade. Kemudian, sasaran antara adalah sukses prestasi pada Asian Games, Asian Para Games, SEA Games, dan ASEAN Para Games,” terangnya.

Lebih lanjut, Zainudin Amali juga menyampaikan ada 14 cabang olahraga (cabor) unggulan Olimpiade 2032 bedasarkan prestasi dan peluang medali. Cabor tersebut yaitu bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, menembak, wushu, karate, taekwondo, balap sepeda, atletik, renang, dayung, senam artistik, dan pencak silat.

Sementara, untuk cabang olahraga unggulan paralimpiade berdasarkan prestasi dan peluang medali ada lima, diantaranya para power lifting, para table tennis, para badminton, para atletik, dan para swimming.

“Kami mendesain tentang olahraga nasional. Ini bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, juga melibatkan para pakar, guru besar, akademisi dan praktisi olahraga. Setelah itu dilakukan uji publik dibeberapa kota dan beberapa perguruan tinggi,” jelasnya.

“Tidak ada jalan pintas dalam meraih prestasi. Dibutuhkan waktu minimum sepuluh tahun atau sepuluh ribu jam latihan untuk mengantarkan atlet menuju podium internasional. Pembinaan atlet jangka panjang merupakan kunci untuk meraih prestasi,” pungkas Zainudin (kemenpora go id)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Hasil Piala Menpora: Persebaya 2-1 Persik, Tiga Gol Tercipta Melalui Titik Penalti

Gagal Gabung PSMS Medan, Mantan Semen Padang FC Berusaha Mengambil Hati Nilmaizar