in , ,

Inilah “Dream Team” Bulutangkis Putra Indonesia, Jaminan Piala Thomas tak akan Kemana-mana

Jakarta, bolabeten – Harus diakui, diluar sepakbola, bukutangkis tetap menjadi olahraga primadona dan kebangggaan Indonesia. Karena sejarah mencatat, cabang olahraga inilah yang paling banyak menyumbang prestasi kelas dunia bagi Indonesia. Contoh sederhana, medali emas Olimpiade, baru dapat diraih melalui bulutangkis, itu fakta!

Sepanjuang sejarah, pebulutangkis putra Indonesia tetap berada di jajaran elit Indonesia, kendati ada terjadi pasang surut prestasi. Pun, persaingan bukutangkis dunia saat ini semakin merata. Jika era 1960-70-an, Indonesia adalah raja bulutangkis dunia, sekarang tentu sulit membuat klaim seperti itu.

Nah, jika disusun sebuah tim bulutangkis putra Indonesia terbaik sepanjang masa, dan diterjunkan ke ajang Thomas Cup, hampir dapat dipastikan, supremasi bulutangkis paling bergengsi itu tak akan lari kemana-mana.

Dari seluruh bakat-bakat pebulutangkis putra yang pernah dimiliki oleh Indonesia, nama-nama ini bisa menjadi opsi terbaik di tim bulutangkis Tanah Air sebagai jaminan merebut gelar sebergengsi Piala Thomas.Siapa sajakah?

Berikut pemain-pemain dream team Indonesia yang dijamin bakal mempersembahkan gelar Piala Thomas jika mereka bermain bersama.

1. Rudy Hartono
Berjuluk “Sang Maestro’, Rudy Hartono adalah salah satu tunggal putra terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Tidak hanya memiliki penampilan baik sebagai individu, sosok Rudy Hartono yang masih memegang rekor juara All England 8 kali, encatat juga sangat mampu diandalkan dalam permainan beregu.

Rudi Hartono “The Maesto”

Buktinya di Piala Thomas 1970, sosok Rudy Hartono memainkan peran penting dalam kemenangan tim Indonesia. Tidak hanya bermain di sektor tunggal, ia juga bermian di sektor ganda putra. Bahkan duetnya bersama Indra Gunawan sukses menghasilkan poin untuk Indonesia. Total, Rudi membantu Indonesia juara Thomas Cup empat kali.

Liem Swie King, si “Raja Smash”

2. Liem Swie King
Tidak jauh berbeda dari Rudy Hartono, sosok Liem Swie King juga menjadi pemain legendaris di Indonesia. Kelebihannya adalah smash lompatnya yangh tak tertandingi, sehingga muncul istilah “King Smash”. Juara All England tiga kali ini adalah pemain terbaik Indonesia setelah Rudi Hartono.
Untuk Piala Thomas, King juga berperan penting dalam kemenangan tim bulutangkis Indonesia di Piala Thomas 1979. Menghasilkan angka di sektor tunggal, duet Lim Swie King bersama Christian Hadinata berhasil menyumbangkan poin penting bagi Indonesia untuk meraih gelar ketujuh Piala Thomas.

3. Hariyanto Arbi
Hariyanto Arbi menjadi tulang punggung tim bulutangkis Indonesia untuk merengkuh gelar Piala Thomas dua berturut-turut dari tahun 1994 dan 1996. Bahkan di tahun 1994, Hariyanto Arbi sampai rela menahan rasa sakit karena cedera yang dideritanya demi mempersembahkan gelar Piala Thomas untuk Bumi Pertiwi tercinta.
Hariyanto juga pernah disebut-sebut pemain yang paling mewarisi kemampuang Liem Swie King dalam hal smash. Untuk hal ini, adik kandung Hastomo Arbi ini melabeli smash dahsyatnya dengan istilah “Smash 100 watt”.

4. Hendrawan
Meskipun prestasi Hendrawan secara individu tidak terlalu mengkilau, namun ia selalu berhasil menjadi andalan dalam event beregu untuk tim bulutangkis Indonesia, tak terkecuali Piala Thomas.

Di Piala Thomas 1998, 2000 hingga 2002, Hendrawan sukses menjadi tulang punggung tim bulutangkis Indonesia untuk meraih gelar Piala Thomas tiga kali beruntun. Terlebih di edisi 2002, Hendrawan sukses menjadi penentu kemenangan tim bulutangkis Indonesia untuk meraih gelar ke-13 di gelaran Piala Thomas.

5. Christian Hadinata
Siapa yang tidak kenal dengan Christian Hadinata? Legenda sekaligus eks pelatih ganda putra PBSI diketahui kerap menyumbang poin untuk tim bulutangkis Indonesia setiap kali ia diturunkan. Bicara soal teknik dan skill yang dimilikinya, maka seorang Christian Hadinata sudah tidak lagi diperlukan penjelasan, karena dia memang komplit sebagai pemain ganda.

6. Tjun Tjun
Tjun tjun terkenal dengan duetnya bersama Johan Wahyudi, tetapi ia memiliki kemampuan untuk berduet dengan siapapun dan kerap kali berhasil membangun chemistry yang baik dengan rekan barunya.
Sosok Tjun Tjun menjadi sentral untuk tim bulutangkis Indonesia di Piala Thomas 1973. Duetnya bersama tunggal putra, Rudy Hartono sukses menyumbang banyak poin untuk memenangkan Indonesia.
Bahkan hal tersebut berlanjut di Piala Thomas 1979, dimana ia bersama tandemnya yang sesungguhnya, yakni Johan Wahyudi berhasil menyumbangkan dua poin pentin untuk membawa Indonesia kembali merengkuh gelar Piala Thomas.

7. Ricky Subagja
Rekan duet Rexy Mainaky ini pun juga memiliki kemampuan di atas rata-rata. Itulah mengapa, duet Ricky Subagja bersama Rexy Mainaky menjadi salah satu duet ganda putra terhebat di masanya. Setidaknya lima gelar Piala Thomas secara beruntun merupakan saksi bisu dari kehebatan ganda putra legendaris Indonesia tersebut.

8. Rexy Mainaky
Rexy Mainaky merupakan legenda ganda putra yang sudah tidak usah lagi diragukan kemampuannya. Jiwa pemimpin yang dimiliki seorang Rexy Mainaky sudah cukup membawa Indonesia berhasil mempertahankan gelar Piala Thomas lima kali beruntun. Pasangan abadinya adalah Ricky Subagja.

9. Tony Gunawan
Tony Gunawan merupakan pemain ganda putra yang akan bersinar siapapun yang menjadi rekan duetnya. Kemampuan di atas rata-rata yang dimiliki seorang Tony Gunawan akan membuat pemain manapun nyaman ketika bermain dengannya. Dia juga peraih medali emas Olimpiade 2000 saat berpasangan dengan Hendra Setiawan.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Neng Tisha Cuma Ziarah, Bukan Gabung ke Perserang

10 Pemain Asing Terbaik yang Pernah Dimiliki Semen Padang FC