in

In Memoriam, Wismoyo Arismunandar: Warisan Terbesar Olahraga adalah Persahabatan

JAKARTA, bolabeten – Dunia olahraga Indonesia kehilangan salah satu tokoh terbaiknya. Mantan ketua umum KONI Pusat, Jendral (Purn) Wismoyo Arismunandar meninggal dunia pada Kamis (28/1).

Berita berpulangnya, Jendral yang kerap memakai jam di tangan kanan ini, sejak pagi di sejumlah grup wartawan olahraga. Wismoyo dikabarkan meninggal pada pukul 04.29 WIB di RS Pondok Indah. Almarhum akan disinggahkan ke rumah duka di Jl Gempol no.10, Bambu Apus, dishalatkan sejenak dan akan diberangkatkan ke Solo kira-kira pukul 11.00.

Berita itu dibenarkan oleh Sesmenpora Gatot S Dewabroto. Sesmenpora menyampaikan ucapan duka cita dan kehilangan seorang tokoh olahraga yang berjasa bagi Indonesia.

“Turut berduka cita. Semoga almarhum Pak Wismoyo Arismunandar diterima di sisi-Nya. Beliau salah satu tokoh olahraga nasional yang sangat tinggi dedikasinya bagi prestasi dan peduli terhadap kesejahtetaan atlet Indonesia,” kata Sesmenpora dikutip Republika.co.id.

Ungkapan Sesmenpora memang benar. Ketika KONI Pusat dibawah kepemimpinan Wismoyo selama dua periode 1995-1999 dan 1999-2003, prestasi olahraga Indonesia bersinar di dunia internasional.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini mempopulerkan Mars Patriot Olahraga di era kepemimpinannya. Pada saat menjabat Ketua KONI, Wismoyo pernah mengembalikan kejayaan prestasi olahraga Indonesia pada SEA Games 1997 dan juga melahirkan program PRIMA, yakni pembinaan intensif pada atlet-atlet unggulan.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman merasa kehilangan atas wafatnya Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar.

Menurut Marciano, perhatian dan keinginan besar Wismoyo untuk mengangkat prestasi dan kejayaan olahraga Indonesia terlihat jelas pada syair lagu Mars Patriot yang ia ciptakan dan merupakan salah satu warisan dari kepemimpinan Wismoyo saat menjadi Ketua Umum KONI Pusat.

“Kalau kita amati jelas, yang tertulis dalam syair lagu Mars Patriot itu adalah cita-cita Pak Wis. Itu kata-kata Pak Wis yang menginginkan kita, Indonesia, dahsyat dan perkasa,” ujar Marciano.

Lebih lanjut, dia menyebutkan penggalan syair Mars Patriot, “Kesetiaan adalah kebanggaanku, disiplin satu-satunya nafasku, demi jayanya sang Merah Putih, kehormatan adalah segalanya… Biar mata dunia Memandang Indonesia, kita dahsyat dan perkasa, biar mata dunia memandang Indonesia, kita dahsyat dan perkasa, kami patriot!”

Marciano menekankan keinginan Wismoyo itu bukan hanya digelorakan di bidang olahraga. Saat menjadi KSAD, Wismoyo juga tidak kenal lelah menanamkan nilai-nilai kejayaan Indonesia sebagai negara yang besar dan kaya raya.

“Waktu beliau menjadi KSAD, hampir di setiap asrama ada kata-kata yang menggugah semangat kebangsaan, kebanggaan dan kejayaan Indonesia,” ujar mantan Kepala BIN itu.

Tak berhenti sampai disitu, Wismoyojuga dinilai memiliki keinginan luhur untuk menjadikan olahraga sebagai salah satu andalan dalam mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia.

Oleh karena itu,Wismoyo selalu memotivasi agar seluruh insan olahraga bisa menghasilkan prestasi besar mengingat Indonesia adalah bangsa yang besar.

Wismoyo pun kerap menekankan bahwa persahabatan merupakan warisan terbesar dari olahraga. Dari sini,Wismoyo ingin menanamkan nilai-nilai persahabatan dalam olahraga merupakan yang utama. Dengan demikian, para insan olahraga diharapkan dapat selalu bersikap kesatria.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Kalah lagi, Anthony Ginting Dipastikan Gagal ke Semifinal BWF World Tour Finals

Klub Timor Leste Mulai Serius Buru Pemain Indonesia