in ,

Bulutangkis 3 Lawan 3, Baru Sebatas untuk Bersenang-senang dan Variasi Latihan

Padang, bolabeten – Bulutangkis termasuk salah satu cabang olahraga yang sering melakukan inovasi-inovasi untuk membuat pertandingan menjadi menarik. Salah satunya adalah bulutangkis 3 lawan 3 atau three on three.

Modifikasi yang disebut triples ini mulai dicoba tahun 2013. Namun, sejauh ini jarang dimainkan dalam pertandingan resmi. Lebih banyak dimainkan untuk ekshebishi atau menjadi model latihan semata.

Triples ini pernah dipertandingan secara resmi di kompetisi Liga super Cina tahun 2014. Formatnya, diisi dua pemain putra dan satu pemain putri. Di pertandingan ekshebishi atau fun games, tripled juga pernah dimainkan semuanya oleh pemain putra ataupun putri.

Malaysia pernah menggelar ekshebishi triples dengan melibatkan pemain-pemain top dunia tahun 2015. Tiga pemain tunggal kelas dunia disatukan, yaitu Lee Chong wei, Taufik Hidayat, dan Peter Gade Christianse, melawan ganda Malaysia Cheah soon Kit/Ong beng Teong, plus Rexy Mainaky dari Indonesia.

Namun demikian, nomor triples ini tak begitu populer, dibanding inovasi yang dilakukan cabor-cabor lain. Misalnya, bola basket yang makin populer dengan three on three-nya, yang bahkan sudah dipertandingan di ajang multi iven resmi. Bahkan PON Jawa Barat 2016, mempertandingan basket tiga lawan tiga ini.

Apalagi dibanding inovasi sepakbola, terutama futsal. Bahkan saat ini futsal menjadi salah satu cabang paling populer di dunia. Termasuk di Indonesia, futsal langsung melejit menjadi olahraga terpopuler nomor empat dibawah sepakbola, bulutangkis, dan bolavoli.

Salah seorang pemain bulutangkis Indonesia yang sering memainkan triples, Tri Cahyo dari PB Musica Jakarta mengatakan, nomor ini sebenarnya cukup menarik dan menantang sekali untuk dimainkan. Walaupun sejauh ini lebih banyak dimainkan sekadar untuk bersenang-senang dan untuk latihan.

“Dengan triples, lapangan terlihat penuh, dan otomatis ruang gerak semakin sempit. Tantangan menarik juga bagaimana kita bertiga bisa bermain kompak di lapangan. Koordinasinya jelas lebih sulit.”ujarnya.

Menurutnya, kunci permainan triples ini adalah pemain yang berada di depan, karena dia yang mengatur alur permainan dan sangat penting perannya mengarahkan bola. “sedangkan dua pemain lain berbagi tugas untuk melakukan serangan dan menahan serangan.”ujar Tri Cahyo, yang berharap ke depan ada iven yang mempertandingan secara resmi nomor triples ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Venue Piala Dunia U-20 2021: Stadion Kapten Wayan Dipta, Sempat tak Terurus Bertahun-tahun

Liga 2 2020 Restart Oktober, Sriwijaya FC akan Perketat Anggaran Pengeluaran Tim