in , ,

41 Tahun, Valentino Rossi Membuktikan Masih Bisa “Ngegas”

Bolabeten – Valentino Rossi adalah legenda, icon, dan “matahari” cabang olahraga motoGP. Label itu tak pernah tergerus oleh usia. Dia tak ubahnya Michal Jordan di Basket Ball, Diego Maradona di sepakbola, Muhammad Ali di Tinju, Greg leMond di balapsepeda.

Di usia 41 tahun, pria Italia ini masih “ngegas” di sirkuit, dengan menunggang motor liar berkekuatan 1000 cc. Prestasinya jangan ditanya lagi, fans-nya jangan diragukan, diseluruh dunia ada pemujaanya. Angka 46 adal angka keramatnya. Tak ada pebalap yang lebih ditunggu dan dirindu kecuali Rossi. Identik, Rossi adalah motoGP, motoGP adalah Rossi.

Banyak yang menyarankan, agar tahun 2020 ini dia segera gantung helm atau pensiun membalap. Karena pesaing-pesaing muda-nya terus bermunculan. Jika di tetap bertahan membalap, dia akan tergilas oleh pemuda-pemuda pesaingnya. Itu mulai terlihat dari masa-masa suram setahun terakhir, dia nyaris tak bisa bersaing lagi dengan pebalap muda. Bahkan setahun lebih tak pernah lagi mencicipi podium.

Tapi Rossi tetap bersikeras membalap. Dia ingin membuktikan dia belum habis di sirkuit. Akhirnya, masa suram Valentino Rossi berakhir di MotoGP Andalusia 2020, Minggu (26/7). Podium ketiga yang membuat The Doctor membuktikan usia tuanya masih bisa ‘ngegas’ di MotoGP.

Berakhir sudah mimpi buruk Rossi. Setelah melalui 18 seri balapan, 456 hari penuh rasa frustrasi, pembalap 41 tahun itu mampu mengakhiri paceklik podium MotoGP. Rossi kembali naik podium di MotoGP Andalusia setelah kali terakhir terjadi di MotoGP Amerika Serikat, 14 April 2019.

Suara sumbang, kritikan, bahkan ejekan, banyak diterima Rossi selama 1 tahun, 3 bulan dan 14 hari terakhir sejak naik podium di MotoGP AS. Penampilan dan hasil buruk di 17 seri sebelum MotoGP Andalusia akhir pekan lalu membuat Rossi menderita.

Rossi disebut terlalu sering mengeluh dengan masalah ban belakang Michelin dalam beberapa musim terakhir. Bahkan pihak Michelin ikut menyerang Rossi. Terlebih dua pembalap Yamaha yang lain, Fabio Quartararo dan Maverick Vinales, mampu tampil cepat dengan setelan motor yang sama.

Lihat juga: Vinales Minta Maaf Salah Naik Motor Rossi di MotoGP Andalusia
Segala upaya dilakukan Rossi untuk bisa tampil kompetitif di MotoGP 2020. Salah satu yang paling signifikan adalah mengganti Silvano Galbusera dengan David Munoz untuk menjabat kepala mekanik.

Merekrut Munoz merupakan langkah pasrah Rossi. Andai MotoGP 2020 sesuai jadwal musim ini dan Rossi tidak tampil kompetitif di beberapa balapan awal, bukan tidak mungkin The Doctor mengambil keputusan untuk pensiun akhir musim ini.

Penundaan MotoGP 2020 hingga baru berjalan pekan lalu di MotoGP Spanyol menjadi berkah tersamar untuk Rossi. Setidaknya pembalap asal Italia itu punya waktu untuk berpikir hingga memutuskan melakukan ‘perlawanan’ terhadap Yamaha.

Rossi mengungkap rahasia yang belum pernah diketahui publik MotoGP sebelumnya. Usai gagal finis di MotoGP Spanyol 2020, Rossi mengambil langkah penting melawan mekanik Yamaha demi mendapatkan setelan sepeda motor M1 yang diinginkan.

Rasa frustrasi di dalam diri Rossi ada di titik puncak usai hasil di MotoGP Spanyol 2020. Belum lagi Rossi juga disibukkan menjadi pemilik tim VR46 di Moto3 dan Moto2 setiap akhir pekannya.

Direktur Tim Monster Energy Yamaha Lin Jarvis tidak menampik telah terjadi perdebatan antara Rossi dengan tim mekanik Yamaha sebelum MotoGP Andalusia 2020. Empat hari Rossi melawan, menekan, hingga akhirnya mekanik Yamaha kalah dan menuruti keinginan Rossi.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun tampil di ajang Grand Prix sepeda motor, keyakinan Rossi terhadap setelan sepeda motor tidak perlu diragukan lagi. Rossi memilih jalan ekstrem demi membuktikan dirinya belum habis di MotoGP.

Perlawanan Rossi berbuah hasil positif. Podium ketiga diraihnya di MotoGP Andalusia setelah lebih dari satu tahun. Perjudian Rossi berhasil. Rossi membungkam kritik, membuktikan dia masih mampu ‘ngegas’ di MotoGP. Setidaknya untuk sementara waktu.

Di musim ke-25 Grand Prix, di usia 41 tahun dan 161 hari, Rossi membuktikan masih mampu bersaing di MotoGP. Rossi merebut podium ke-235 di ajang Grand Prix sepeda motor. Khusus di MotoGP, hasil MotoGP Andalusia 2020 membuat The Doctor merebut podium ke-176 dan ke-199 di kelas primer (500cc/MotoGP).

“Saya harus melawan empat hari agar tim saya dan saya menginginkan sepeda motor yang kami inginkan. Jika kami menyerah, kami mungkin akan kembali mendapat balapan buruk di MotoGP Andalusia 2020. Yamaha harus memberi saya dukungan, karena saya pembalap tim pabrikan dan tahun depan saya akan ke Petronas, jadi mereka harus percaya saya,” ujar Rossi usai balapan.

Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah: apakah arah berbeda yang ditempuh Rossi bisa menjadi jaminan The Doctor bisa tetap tampil kompetitif di sisa MotoGP 2020?

Jawabannya baru akan muncul pada MotoGP Republik Ceko 2020, 7-9 Agustus mendatang. Namun untuk sementara Rossi setidaknya mampu membuktikan kariernya belum habis di MotoGP dengan merebut podium di MotoGP Andalusia 2020. Rossi membuktikan keputusan menunda pensiun terbilang tepat.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

3 Moment Indah Erol Iba di Semen Padang Fc: Gaji Pertama Rp750 Ribu, Menemukan Hidayah, dan Dapat Istri Orang Padang

Lama bersenyap diri, Semen Padang FC blakan-blakan soal tim di live streaming You Tube tim, Selasa (28/7/2020) ini jam 16.00 WIB