in ,

Uji progres latihan, SSB PSTS latih tanding versus FC Inter Minang

Sepakbola Usia Muda

Cuplikan pertandingan SSB PSTS (Merah) vs FC Inter Minang (kuning)

Padang, bolabeten – Semangat menolak menyerah di tengah kepungan pandemi coronaviruses didengungkan terus di tiap lapangan sepakbola Kota Padang, Sumatera Barat.

Spesial bagi pembinaan sepakbola usia dini dan muda. Pada Minggu (21/2/2021), terpantau di lapangan sepakbola PSTS Tabing, organ penting sepakbola akar rumput, berlatih tanding dengan full spirit pembinaan.

Adalah Sekolah Sepak Bola Persatuan Sepakbola Tabing Sekitar (SSB PSTS) menguji progress program latihan tim tingkatan usia mereka dengan Football Club Inter Minang (FC Inter Minang).

Latih tanding diawali antara pesepakbola-pesepakbola cilik kelahiran 2011-2012 pada pukul 08.00 WIB dengan sekuel 3 x 10 menit. Kemudian berlanjut ke level kelahiran 2009-2010, durasi 2 x 10 menit.

Orang tua pemain antusias saksikan anak-anak bermain

Ketua Umum PSTS Tabing, Afri Yuzar, kepada bolabeten.com, membenarkan adanya agenda tersebut. “Ya, jadwal sesi latihan SSB PSTS di Minggu ini kita isi dengan latih tanding bersama SSB FC Inter Minang. Para pelatih tiap tingkatkan usia, khususnya U-9 tahun dan U-11 tahun, ingin mengetahui seberapa jauh peningkatan hasil latihan anak-anak,” ucapnya.

Pria yang dikenal dengan sapaan Kamput ini, melanjutkan, SSB PSTS konsisten membina dan wadahi bakat-bakat usia dini dan muda (grassroot). Selain mengikuti kompetisi Liga Anak Kota Padang, juga rutin menurunkan tim dalam turnamen-turnamen usia muda. “Liga Anak Kota Padang, PSTS menurunkan tim U-13 tahun dan U-15 tahun. Kita juga mengikuti turnamen-turnamen usia muda, seperti Piala SIWO PWI Sumbar U-12 dan U-14. Baru-baru ini ada katapolos.com U-16 tahun. Harapan kami, pengurus, para pelatih dan orang tua didik SSB PSTS, ajang itu diperlukan guna memperbanyak menit bermain anak-anak,” jelas pria yang juga Komite Eksekuti (Exco) PSSI Padang.

Sama hal dengan pelatih kepala SSB PSTS, Iwan Purwanto, yang menyebutkan pembinaan pesepakbola usia muda membutuhkan ajang-ajang kompetitif dalam melihat perkembangan anak asuh.  “Yang terpenting itu, bukan menjadi juara atau pemenang di iven yang diikuti. Sejatinya adalah mengontrol dan meletakan dasar bagaimana nantinya adik-adik ini muncul sebagai pesepakbola yang berkarakter, punya atitude yang baik, disiplin dan memiliki kemampuan teknis sebagai modal mereka di masa depan,” terangnya mengakhiri pembicaraan.

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Pekan ke-6 Liga Elite Anak Kota Padang U-17 Berlalu, Empat SSB Bersaing di Papan Atas

Terima Kasih Persela, Goodbye: Nilmaizar Tinggalkan “Laskar Joko Tingkir”