in ,

Tunggu Kepastian Kompetisi PSSI di PSTS Tabing, Pemain Kalteng Putra FC dan Arema FC Ini Ajak Yunior Latihan Bersama Jaga Kebugaran, Spirit dan Motivasi

PSTS Tabing

Ronaldo Eko dan Gitra selepas latihan fisik di pantai

Padang, bolabeten – Dua pemain profesional kompetisi PSSI musim 2020, setiap Senin sore terlihat rutin menyambangi lapangan PSTS Tabing, Kota Padang untuk berlatih dengan yunior-yunior mereka di klub amatir tempat awal keduanya meniti karir di persepakbolaan nasional.

Sambil menunggu kepastian lanjutan Liga 1 dan Liga 2, Gitra Yudha Furton, Bek Arema FC dan Gelandang Kalteng Putra FC, Ronaldo Eko Julianto, berkumpul dengan adik-adik generasi berikutnya PSTS.

Keduanya berlatih menjaga sentuhan dan kondisi, supaya tetap fit ketika nanti berkumpul lagi dengan klub masing-masing.

“Belum ke Palangkaraya. Masih di Padang karena menunggu kepastian lanjutan kompetisi. Di grup WhatApps Kalteng Putra, dikasih kabar secepatnya, September,” ujar Ronaldo Eko kepada bolabeten, Sabtu malam (13/6/2020).

Meski belum dengan skuad Kalteng Putra FC, Ronaldo Eko konsisten mengatur rutinitasnya setiap hari.

“Saya harus disiplin diri. Menjaga profesionalitas dengan tetap rutin berlatih. Senin, Rabu dan Jumat latihan di pantai. Senin sore juga di PSTS Tabing. Sedangkan, Selasa dan Kamis di lapangan OPEl Lubuk Buaya,” jelas pemain kelahiran 1998 itu.

Senada dengan Gitra Yudha Furton yang mengakui bersama Ronaldo Eko setiap Senin sore menjajal lapangan sepakbola PSTS Tabing, markas klub sebelum mereka melanjutkan karir ke sepakbola profesional.

“Ya, setiap Senin sore saja di sini (lapangan PSTS). Selain di lapangan, kami sering ke pantai dan bersepeda untuk menjaga kebugaran,” ucap Gitra.

“Kami sama-sama menunggu kapan kompetisi pastinya bergulir. Kalau sudah pasti, pasti semua tim melakukan persiapan. Baru kami ke klub masing-masing,” sambung pemain kelahiran 1993 ini.

Di luar kompetisi PSSI, Gitra menuturkan ada poin lain kenapa Ia dan Eko mengajak adik-adik generasi PSTS berikutnya untuk berkumpul, berlatih bersama. Yaitu berbagi pengalaman. Memotivasi agar kerja keras mempertahankan semangat menggapai level lebih tinggi.

“Ada senyum yang harus saya perjuangankan. Tidak menyerah sampai kini,” tutur eks. Martapura FC itu.

“Sayang, senior-senior PSTS (tamat SMA ke atas) kurang perhatian terhadap adik-adik. Biasanya latihan 3 kali sepekan. Sekarang cuma sekali setiap Senin. Makanya, ketika di Padang ini. Saya ajak mereka latihan ke pantai. Memelihara kondisi dan motivasi mereka,” tutup pemegang lisensi pelatih D Diploma PSSI.

Merunut klub amatir Gitra dan Ronaldo Eko, PSTS Tabing cukup sering menjadi kawah candradimuka pesepakbola-pesepakbola muda di Kota Padang.

Adalah Arif Satria, Bek Persebaya Surabaya yang menghuni PSTS Tabing di generasi 2012-2014. Ataupun generasi diatasnya, serupa M. Fauzan Jamal (sekarang Kalteng Putra) dan Bobby Satria (AA Tiga Naga FC), yang juga masih malang melintang di persepakbolaan nasional.

Begitu pula sosok Jafri Sastra yang banyak menghabiskan waktu dengan melatih Sekolah Sepak Bola (SSB) PSTS Tabing sebelum Ia melesat ke mengarsiteki klub-klub profesional Indonesia.

Gitra dan Ronaldo Eko, bersepeda kelilingi Kota Padang di sore hari

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

RUPS PT. LIB Tetapkan Akhmad Hadian Lukita sebagai Direktur Utama

Nyaris ke Futsal! Genta Alparedo, ‘Rising Star’ Sepakbola Sumbar Tak Gentar Bersaing Jika Regulasi Terbaru Liga 2 Mainkan Pemain U-20