in ,

Tragedi Sepakbola akibat tidak mematuhi Regulation and Safety FIFA, Football Stadium FIFA dan AFC Safety and Security Regulation

PSSI

ilustrasi : fandom

Jakarta, bolabeten – Patilatu Arek, perwakilan Departemen Infrastruktur, Keselamatan, dan Kenyamanan PSSI di acara Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (14/7/2020) mengungkapkan betapa pentingnya mematuhi Regulation and Safety FIFA, Football Stadium FIFA, dan AFC Safety and Security Regulation.

Ia memaparkannya dalam pembahasan Pelaksanaan Kegiatan Manajemen Suporter Sepak Bola Indonesia dengan tema Peningkatan Kapasitas Tenaga Keolahragaan.

“Telah terjadi beberapa kasus yang pernah terjadi dan merupakan bencana besar bagi sepak bola dunia. Seperti tragedi Hillsbrough (Liverpool vs Nottingham Forest – melebihi kapasitas stadion), FC Koln vs Bayern Munich (5 mei 2012 – kerusuhan), Tragedi Stadion Bradford (11 Mei 1985 – kebakaran hebat Bradford FC vs Lincoln City FC, penyebabnya adalah puntung rokok),” ujarnya mencontohkan.

Ia melanjutkan, keselamatan dan keamanan merupakan prioritas utama bagi FIFA dan komponen penting dari setiap acara, pertandingan atau turnamen sepak bola.

“Adapun subjek dan objeknya adalah, keselamatan (tim, perangkat pertandingan, panitia pelaksana, tamu vip, penonton, petugas dan sukarelawan, media, sponsor dan afiliasinya),” sambungnya.

Patilatu menjelaskan penonton adalah mereka yang menonton olahraga, baik secara langsung (datang ke venue) atau tidak langsung (melalui media). Sementara suporter, penonton yang juga menonton suatu pertandingan sepak bola, tetapi memiliki afiliasi dimana aspek identitas, ikatan emosional dan nilai berasal dari klub.

Ada standar perilaku seorang pendukung yaitu perilaku diri sendiri yang tidak membahayakan keamanan dan keselamatan diri sendiri atau orang lain. Seperti, menempati tempat duduk dengan ketentuan yang terdapat pada tiket masuk, tidak menjadi penghalang, tidak memanjat pagar, tidak menghalagi pandangan orang lain, tidak melempar barang apapun ke dalam stadion, memperkecil resiko terkait kebakaran dan kesehatan selama pertandingan, tidak memanjat pagar.

“Membeli tiket resmi bukan dari calo atau orang yang tidak berhak, datang lebih awal 3 jam sebelum kick off, tidak membawa benda berharga atau perhiasan berlebihan, tidak membawa barang yang dilarang masuk ke dalam stadion, hindari membawa tas agar proses masuk ke stadion tidak terhambat pemeriksaan lebih lama,” tutur Patilatu menganjurkan. .

“Jangan membuang sampah sembarangan di dalam stadion karena akan meningkatkan potensi kebakaran dan berbahaya bagi orang lain. Tanamkan kesadaran bahwa mungkin terdapat perempuan, anak-anak dan penyandang disabilitas serta penonton yang rentan lainnya. Mereka juga berhak untuk mendapatkan jaminan keselamatan dan keamanan selama menonton pertandingan sepak bola di stadion,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Ganasnya Atalanta Bergamo, Dari Tertuduh Penyebar Corona di Italia, Kini Mulai “Mengintip” Scudetto

Kalahkan Villarreal, Real Madrid Pastikan Juara La Liga Spanyol