in ,

Tingkatkan imunitas tubuh, ‘destroyer’ lini tengah masa lalu Semen Padang FC merumput lagi di lapangan sepakbola Kota Padang

Asisten Pelatih SPFC, Weliansyah (kiri gambar) bersama Rudi (kanan gambar) berebut bola dengan lawan (tengah gambar) foto : Facebook Weliansyah

Padang, bolabeten – Weliansyah, asisten pelatih Semen Padang FC Liga 2 2020 terpantau merumput lagi di lapangan sepakbola Kota Padang, pada pekan terakhir Juli 2020, tepatnya tiga hari lalu.

Legenda hidup tim SPFC era Galatama, bermain bola bersama tim kumpulan mantan pemain lintas generasi Kabau Sirah, julukan klub, melawan tim semi amatir di Kota Padang.

“Game sore di Parak Laweh, tiga hari lalu mengeluarkan keringat,” tutur Weli, sapaannya kepada bolabeten, Sabtu malam (1/8/2020)

Meningkatkan kebugaran dengan berlarian di rerumputan hijau, Weli menyelingi dengan aktifitas ‘gowes‘, bersepeda keling kawasan ibu kota Sumatera Barat.

“Bersepeda ke kawasan arah perbukitan Padang. Ya, menjaga imunitas tubuh, meningkatkan kebugaraan saja sambil menunggu kepastian lanjutan kompetisi,” ujarnya.

Weli, ‘One man One club‘, menghuni SPFC saat berstatus pelajar SMA Negeri 2 Padang (1984) dan gantung sepatu di akhir musim Liga Indonesia 2001.

Ia mengatakan di masa wabah Covid-19 belum mereda sekarang ini, sangat perlu untuk meningkatkan imunitas dengan berolahraga teratur.

Weli bersepeda/dok. pribadi

Sejatinya, Ia adalah orang yang konsisten dalam memelihara kebugaran. Bahkan ketika bersama-sama skuad SPFC, acap jadi panutan kala Rudi cs diberikan porsi latihan endurance oleh pelatih fisik tim.

“Setiap jogging dengan semua pemain, Saya bisa imbangi pemain berumur rata-rata 28 tahun ke bawah itu. Kadang, jadi patokan. Kalau ada yang berlari di belakang saya, dapat tambahan porsi berlari dari pelatih fisik,” tutur sambil tertawa.

Soal SPFC, Weli belum tahu pasti kapan tim memulai program latihan. Ia menunggu instruksi Head Coach Eduardo Almeida, serta keputusan manajemen tim.

Pemegang lisensi A AFC awal 2019 tersebut juga tengah menunggu jadwal kursus kepelatihan A Pro AFC yang mestinya telah berjalan pada 23 Maret lalu.

“Harusnya 23 Maret 2020, tidak jadi akibat Covid-19. Kami (18 pelatih dari Indonesia) dan 4 orang dari luar, menunggu keputusan PSSI mengenai kelanjutan kursus ini,” ucap pria 54 tahun yang pensiun tahun depan sebagai karyawan PT. Semen Padang.

Weliasnyah (kanan) bersama Fahri Husaini (tengah) dan Nilmaizar (kiri )/dok. pribadi 

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Beruji coba vs Balai Baru FC, Tim Sepakbola PWI Sumbar-PORWANAS 2021 kembali gelar seleksi berjalan

Regulasi Liga 2 2020 dari PSSI maupun LIB masih ‘buram’, AA (KS) Tiga Naga ‘pending’ panggil pemain ke Pekanbaru