in ,

Tanpa dukungan Bidang Wasit Askot, pekan perdana Liga Anak U-15 tandai bergulirnya ajang Pembinaan Usia Muda Kota Padang 2020

Sepakbola Kota Padang

SSB Rajawali sesaat sebelum melakoni pertandingan vs Putra Wijaya

Padang, bolabeten – Liga Anak U-15 Kota Padang bergulir sebagai penanda berjalannya kompetisi  usia muda pada Kamis (17/9/2020). Dengan misi membina pesepakbola harapan dan masa depan Kota Padang, Liga Anak Kota Padang ini perdana berjalan di dua lapangan pada pekan perdana.

Di Grup A, lapangan PSTS Tabing bertindak tuan rumah. Menyajikan 5 pertandingan dari jam 09.00 WIB hingga sore harinya. Hasilnya, empat kemenangan diraup SSB BBC Batuang Taba, SSB PSTS Tabing, SSB Putra Wijaya dan SSB Taruna Luki.

Batuang Taba mengalahkan Muspan (2-0). Sedangkan PSTS Tabing, gol di penghujung babak kedua dari kaki Akbar, mengunci tiga angka untuk kemenangan PSTS atas SSB Pasie Nan Tigo (PNT). Sementara Putra Wijaya mengungguli SSB Rajawali (3-0) melalui gol M. Habi, Ahmad Aldo dan Akbar. Selanjutnya, Taruna Luki mencatatkan kemenangan (4-2) atas SSB Persekon. Satu laga lagi berakhir kaca mata antara SSB Campus Star vs Anak Bangsa.

Grup B, di lapangan Brandon, memainkan partai antara SSB Putra Brandon vs SSB Imam Bonjol. Skor akhir (0-1) untuk Imam Bonjol. Selanjutnya, SSB Ripan’s imbang (1-1) SSB Balai Baru. SSB Persepal vs SSB Nuansa (1-0). Dan SSB Astaga kontra SSB Elang Nusantara (0-2)

“Hari ini Liga Anak kami gulirkan di dua lapangan. Grup A tuan rumah PSTS Tabing dan Grup B tuan rumah SSB Putra Brandon. Kompetisi ini dimainkan tiap pekan hingga April 2021 nanti dengan tuan rumah berbeda-beda. Tetapi tetap di antara SSB di grup masing-masing. Juga memainkan 5 pertandingan,” terang Febriandi ‘Thulank‘, operator kompetisi, kepada bolabeten, Kamis malam.

Namun, berputarnya Liga Anak Kota Padang ini ternodai dengan tidak adanya perangkat pertandingan dari Bidang Wasit, sesama internal organisasi resmi sepakbola Kota Padang. Thulank mengakui pertandingan pekan perdana Liga Anak U-15 tadi, dipimpin wasit non Askot karena Bidang Wasit memberi alasan tidak ada instruksi dari petinggi organisasi sepakbola Kota Padang.

“Alasannya seperti itu, pada hal ini juga merupakan program kerja kepengurusan dari Bidang Komite Pembinaan Usia Muda yang sudah dibicarakan dalam rapat Ketua dan Exco-exco tentang program kerja masing-masing bidang di internal organisasi, di awal tahun 2020,” jelas Tulank.

Afriyuzar, Exco Bidang Teknis dan Pengembangan SDM juga menyayangkan tidak satu suaranya internal organisasi dalam menjalankan program kepengurusan. “Ini polemik yang kalau tidak disikapi dengan kedewasaan seluruh internal tentu akan mengganggu dan berdampak buruk dengan anak-anak kita, pesepakbola usia muda yang dibina konsisten oleh SSB-SSB di Kota Padang,” tukas pria yang juga Ketua Umum PSTS Tabing.

Rerkait polemik ini, Edo Wiradana, Exco Bidang Wasit yang dihubungi bolabeten.com hanya menjawab singkat dan mengakui ada miss komunikasi tanpa menjelaskan apa bentuk kesalahpahaman itu. “Ya, ada miss,” jawabnya singkat via pesan WhatsApp.

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Suhatman Imam : Pengawal Karang Putih dan Penasehat Teknik

Sang Mantan yang Kembali, Semen Padang FC Merajut Asa ke Kasta Tertinggi