in ,

Shin Tae Yong Bukan Pelatih Kaleng-kaleng Takkan Asal Jeplak, PSSI Saja yang Mencla-mencle dan Arogan

Jakarta, bolabeten – Adu mulut PSSI, plus Insdra Sjafri, yang “mengeroyok” Shin Tae-yong selaku manajer pelatih Timnas Indonesia, terus menjadi konsumsi publik. Kedua belah pihak terlibat perang terbuka di media.

Makin panas, Shin Tae-yong dalam wawancara dengan media di Korea Selatan mengaku sudah tidak tahan dengan perubahan sikap PSSI. Sebaliknya, PSSI mulai menyangkutkan konflik ini dengan harga diri bangsa.

Situasi ini menimbulkan keprihatian tersendiri. Antara federasi dan Shin Tae-yong terlibat friksi secara terbuka. Banyak pengamat sepak bola Tanah Air menyayangkan fakta ini.

Tommy Welly atau lebih dikenal dengan nama Bung Towel menjadi salah satu pengamat yang prihatin dengan kondisi ini. Ia mengatakan, situasi sekarang adalah pengelolaan timnas yang amburadul dan memalukan.

Bung Towel mengatakan pada awal PSSI mengontrak Shin Tae-yong, disebutkan itu adalah harapan publik untuk menaikkan prestasi Timnas Indonesia. Oleh karena itu, ia diberi kewenangan luas di timnas, mulai timnas senior sampai kelompok umur.”Tapi dalam hitungan bulan berubah,” ujar Bung Towel.

Menurut Bung Towel ketika Shin Tae-yong yang bukan pelatih kaleng-kaleng berani bicara terang-terangan seperti itu, berarti memang ada sesuatu. “Ini bukan lagi perang dingin, tapi sudah naik ke permukaan,” katanya.

Apalagi Shin Tae-yong berasal dari negara dengan kultur dan tradisi sepak bola di Asia yang kuat. Reputasinya sebagai pelatih juga tidak remeh. “Tentu ada alasan tersendiri mengapa ia berani bicara seperti itu. Saat ia bicara ada rasa sudah saatnya mengungkapkan ada ketidaknyamanan dengan situasi yang terjadi,” imbuh Bung Towel.

“Padahal Shin itu pelatih profesional yang sudah terikat kontrak. Dia juga bukan pelatih kaleng-kaleng karena reputasinya sangat bagus. Bahkan levelnya dunia. Artinya, tugas yang fungsinya mengawasi dan mengevaluasi seharusnya yang levelnya di atas dia, atau minimal setara. Tapi ini justru Satgas membuat pernyataan pertama saja langsung arogan, ancaman pecat.”

“Jadi menurut saya sangat tak proporsional. Kalau mengevaluasi, memang Satgas itu apa? Mau evaluasi dari sisi apa. Bila (evaluasi) hak dan kewajiban kerja cukup lewat kontrak. Begitu pun dengan hasil, targetnya tercapai atau tidak? Ini kerja saja belum,” tuturnya.

“Sebagai pelatih yang sudah level dunia, tentu dia tahu apa yang dia ucapkan dan konsekuensinya. Tidak asal. Jadi indikasinya sudah kelihatan, ujungnya sudah kelihatan. Jelas buat saya sebagai pengamat, semoga dugaan saya salah, tapi sepertinya Shin akan dihadapkan pada posisi dipecat atau mundur,” tegas Tommy.

Tommy juga mengkritisi pengelolaan timnas yang amburadul di tubuh federasi sepakbola Indonesia. “Menurut saya pengelolaan timnas yang amburadul. Menghadapi event besar, keinginan besar, harapan besar, tapi upayanya masih amatir, amburadul pengelolaannya. Mau pakai level kualitas dunia, tapi treatmentnya tak bisa, pendekatannya tak bisa, akhirnya terjadilah yang seperti ini.”

Pria yang karib disapa Towel ini pun sekali lagi menyatakan bahwa ada komunikasi yang tidak berjalan antara PSSI dengan Shin Tae-yong sehingga ada polemik seperti sekarang.

“Itu kan sudah menunjukkan bahwa sebelumnya dia sudah bicara tapi tak nyambung. Akhirnya, dia ungkapkan semua apa yang menjadi ketidaknyamanan dia. Dia kan bukan pelatih kaleng-kaleng. Enggak mungkin dia asal jeplak,” tegasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Kalang Kabut Carikan PAD Pemprov Sumbar di era Covid-19, Pengelola GOR benahi estetika Stadion bersama Jotun

“Drakor” Kisah Cinta PSSI dan Shin Tae Yong Segera Tamat