in ,

Sang Mantan yang Kembali, Semen Padang FC Merajut Asa ke Kasta Tertinggi

Penulis: Rizal Marajo

Padang, bolabeten – Musim ini, mengharungi Liga 2 2020, salah satu ide menarik dari manajemen Semen Padang FC, adalah melobi beberapa mantan pemainnya untuk kembali mengenakan seragam “kabau Sirah”. Gayung pun bersambut, dari beberapa sang mantan yang dibidik, empat diantaranya menyambut baik ajakan Semen Padang.

Mengembalikan mantan pemain, sejatinya adalah hal lumrah dalam sepakbola. Tapi tetap saja hal yang menjadi pertimbangan untuk kembali adalah ikatan dan hitung-hitungan dalam sebuah kontrak profesional. Kalaupun ada unsur-unsur ikatan emosional atau unsur “baper”, porsentasenya sangat kecil.

Berikut ini, bolabeten mengupas empat pemain Semen Padang musim 2020 yang bisa disebut “Sang mantan yang kembali”. Bersama mereka, Semen Padang mencoba merajut asa tinggi untuk kembali ke Liga 1

1. Muhammad Nur Iskandar

Pemain kelahiran Jayapura 7 Desember 1986 ini layak menjadikan Semen Padang FC sebagai salah satu pilar penting perjalanan karirnya. Namanya makin dikenal publik sepakbola Indonesia didapatkan di Semen Padang FC. Begitupun caps-nya di Timnas Indonesia, hanya didapatkan saat dia berseragam Semen Padang.

Direkrut Semen Padang dari Persibo Bojonegoro musim 2011/2012, Nur telah menorehkan catatan penting dalam karirnya bersama “Kabau Sirah”, Juara IPL 2012, babak 8 besar AFC Cup 2013, 8 Besar Liga 1 2014, finalis PJS 2015, dan 8 besar ISC A.

Nur juga dikenal pemain yang sangat disenangi suporter dan sangat profesional di lapangan. Selama empat musim di Semen Padang, Nur juga menunjukan loyalitas kepada tim “Kabau Sirah”, bahkan ketika dia berkeinginan mencari suasana baru usai final PJS.

Namun ketika Nilmaizar pelatih Semen Padang saat itu memintanya untuk bertahan membantunya semusim lagi bersama Semen Padang FC di ajang ISC A, Nur memenuhi permintaan itu. Totalitasnya tetap terjaga, bahkan Nur mampu mencatat pemegang rekor assist di ajang kompetisi tak resmi itu.

Usai ISC, Nur benar-benar pergi mewujudkan keinginanya. Sriwijaya FC menjadi tujuan pemain yang mahir bermain sebagai second striker ini. Semusim disana Nur bergabung dengan Bhayangkara FC. Usai musim 2019, Nur menerima pinangan Semen Padang kembali ke Padang. Kepulangan pemilik jersey nomor 17 ini disambut dengan memberikan ban kapten untuknya.

2. Ricky Akbar Ohorella

Bergabung pertama kali dengan Semen Padang musim 2011/2012. Awalnya, pria kelahiran Tulehu ini 31 Desember 1990 ini perlu berjuang keras untuk bisa merebut posisi tim inti. Dua pemain yang sulit digesernya di posisi bek sayap, yaitu kapten Hengki Ardiles di kanan, dan Novan Setya Sasongko di kiri.

Namun, era ISL 2014 Ricky mulai mendapat menit bermain yang cukup banyak dari pelatih Jafri Sastra. Dia mulai sering mendapat jatah starting XI, bergantian dengan Hengki di bek kanan. Jika Novan absen, Ricky juga prioritas utama menggantikan. Karena dia memang fasih bermain baik sebagai bek kanan maupun kiri.

Ricky meninggalkan Semen Padang musim 2016, pasca Semen Padang maju ke final Piala Jendral Sudirman (PJS). Klub yang menampungnya adalah Borneo FC, semusim disana Ricky berlabuh di Arema Malang hingga Liga 1 2019 berakhir. Walau bukan tim inti di Arema, dia mengantongi 17 starter selama dua musim.

Musim 2020, ajakan kembali ke Semen Padang, sebagai tim yang ikut membesarkan namanya ternyata disambut baik pemain berpostur 167 cm ini. Jadilah dia salah satu mantan yang kembali ke pangkuan “Kabau Sirah”.

Selain didaulat menjadi Co-captain, Ricky juga membonceng adik kandungnya, Amin Rais Ohorella bergaung dengan Semen Padang FC. Dia juga bertekad akan total membantu Semen Padang untuk meraih target lolos ke Liga 1.

3. Vendry Ronaldo Mofu

Inilah pemain kenyang hilir mudik di Semen Padang FC. Catatan pemain kelahiran Wamena 10 September 1989 keluar masuk Semen Padang cukup padat. Diambil Semen Padang dari Persiwa usai promosi ke ISL 2010, Mofu langsung melejit di Semen Padang. Musim pertama di ISL 2010/2011, eksperimen pelatih Nilamizar menduetkannya dengan Yu Hyun ko sebagai jangkar lini tengah Semen Padang FC, sukses besar.

Periode perdananya di Semen Padang berbuah 4 besar ISL 2010/2011, juara IPL 2011/2012, juara community Shield 2012, dan 8 besar AFC Cup 2013. Sayangnya sumando urang awak ini memilih hengkang ke Sriwijaya FC di Liga 1 2014. Namun di klub asal Palembang itu, karirnya menukik tajam.

Seiring pergantian pelatih dari Jafri Sastra ke Nilmaizar, Mofu pulang pertama ke Semen Padang FC di ajang PJS 2015 dan ISC A 2016. Usai ISC A, lagi-lagi “bad boys yang satu ini keluar dan lagi-lagi tujuannya Sriwijaya FC.

Ujung-ujungnya dia berlabuh di Bahyangkara FC di Liga 1 2019. Pertengahan musim, Mofu dipinjamkan ke Semen Padang FC. Cuma beberapa kali tampil, dia didepak pelatih Eduardo Almeida, karena indispliner.

Entah bagaimana ceritanya, Mofu muncul lagi di tim Semen Padang Fc yang turun kasta ke Liga 2. Mofu memang spesial, jejak pemilik nomor 10 Kabau Sirah ini memang sulit dihapus dari Semen Padang. Apakah musim 2020 ini menjadi tahun bagus Mofu, mengantarkan Semen Padang kembali ke Liga 1?

4. Novrianto

Putra daerah satu ini mulai bermain di Semen Padang saat PJS 2015, datang dari PSPS Pekanbaru. Namun, karirnya bak roller coaster di Semen Padang, turun naik dan angin-anginan. Dia benar-benar masuk skuad inti saat Liga 2 2018, dan mengantarkan Semen Padang promosi kembali ke Liga 1.

Di Liga 1 2019, posisi Noved – panggilannya – kembali menjadi rawan, karena masuknya pemain baru di center bek, seperti Shakurali Pulatov, Dedi Gusmawan, Muhammad Rifqi, dan pulihnya Agung Prasetyo. Akibatnya Noved tak banyak mendapat menit bermain.

Jelang putaran pertama usai, Noved memutuskan bergabung dengan Persita Tangerang di Liga 2. tujuannya jelas, ingin mendapatkan menit bermain lebih banyak. Tidak sia-sia, pemain jangkung berpustur ramping dengan ukuran 183 cm ini sukses besar dan mengantarkan Persita promosi ke Liga 1.

Hal ini membuat Semen Padang tergiur untuk membawa pulang kembali si anak hilang ini. Dengan harapan, Noved bisa menjadi tembok kokoh yang akan mengawal lini pertahanan Semen Padang FC. Ditemani pemain berpengalaman sekelas Johanis Tjoe, Noved diharapkan bisa membantu Semen Padang lolos ke Liga 1. (*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Tanpa dukungan Bidang Wasit Askot, pekan perdana Liga Anak U-15 tandai bergulirnya ajang Pembinaan Usia Muda Kota Padang 2020

Pelatih ini pakai Aplikasi Khusus, ‘talent scouting’ Pesepakbola SSB di Liga Anak Kota Padang