in ,

Riko “Si Kancil” Simanjuntak; Pria 158 cm yang Dimekarkan Semen Padang FC, tapi Dinikmati Persija Jakarta

Padang, bolabeten – Pemain sayap Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, kini telah meroket sejak bermain bersama Macan Kemayoran. Kerap menjadi andalan untuk membangun serangan Persija maupun ketika membela Timnas Indonesia, Riko Simanjuntak sering dijuluki Si Kancil.

Julukan tersebut tentu tidak aneh jika melihat bagaimana postur tubuh pemain asal Pematang Siantar itu dipadukan dengan kecepatan lari dan teknik dribel dan gocekan bola yang diperlihatkannya di atas lapangan hijau. Riko Simanjuntak memang lincah meski berpostur tubuh kecil.

Tinggi badannya memang hanya 158 cm, tapi itu tidak menjadi sebuah rintangan bagi Riko Simanjuntak untuk sukses di lapangan hijau. Setelah direkrut dari Semen Padang pada musim 2018, Riko Simanjuntak menjelma menjadi penyerang hebat yang menemani Marko Simic di lini depan Macan Kemayoran.

Walau bersinar di Persija dan Timnas Indonesia, sejatinya karir Riko mulai mekar saat bergabung dengan Semen Padang. Di tangan pelatih Nilmaizar, selama dua musim di Semen Padang Riko benar-benar mampu mengekplorasi secara maksimal kemampuannya di sayap kanan.

Bibit-bibit potensi si kancil ini memang sudah tercium semasa di Gresik United, dan Semen Padang
beruntung waktu itu bisa membawanya ke Padang. Di ajang ISC A 2016 dan Liga 1 2017, Riko menjadi poros kekuatan Semen Padang di sayap bersama Irsyad Maulana.

Musim 2018, Persija yang tergiur akan permainannya tak tahan untuk meminangnya dengan menyodorkan nilai kontrak yang jauh meroket dibandiung saat pertama kali direkrut Semen Padang. Riko tak bisa menolak, dan Persija pun menikmati servis-nya.

Sebutan Si Kancil pun tersemat dalam diri Riko Simanjuntak yang memiliki tubuh kecil dan kaki lincah. Mendapatkan julukan seperti itu, pemain yang kerap menggunakan nomor punggung 25 di Persija itu pun tak merasa ada masalah, justru merasa memang cocok untuk dirinya.

“Saya tidak masalah dijuluki si Kancil. Apalagi Kancil itu juga positif. Ia cerdik sama seperti saya
ketika berada di lapangan. Dengan begitu, saya tahu kapan harus memberikan umpan atau kapan bisa menghindar jika ada lawan yang berniat memberikan tekel keras kepada saya,”ujar Riko, seperti diwartakan bola.com.

Kelincahan dan larinya yang cigin itu ternyata dipicu oleh kebiasaan masa kecil ketika bermain
layang-layang dan rasa takut akan gelap menjadi faktor pendukung yang membuatnya kini punya kecepatan lari yang luar biasa.

“Ketika masih kecil, saya memang menyenangi permainan yang identik dengan lari, seperti bermain
layang-layang. Saya bermain di lapangan, setiap ada layangan yang putus, kami berlomba lari
mengejarnya,” ujar Riko mengenang.

“Ketika kecil saya juga takut dengan gelap. Kemudian ada sebuah gang yang panjangnya beberapa ratus meter dan itu sangat gelap. Saya sering keluar rumah disuruh oleh orang tua untuk belanja pada waktu malam, dan ketika melewati gang itu, saya lari sekencang-kencangnya.”tutup Riko.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Ditahan Atalanta di San Siro, Laju Kemenangan AC Milan Tersendat

Federasi katakan Liga 3 2020 digulirkan, Asprov PSSI se-Indonesia minta Subsidi untuk test Covid-19