in ,

Quba Minta Maaf, Setelah Terjangan Ala Kungfu Kiper Persiraja itu Mendarat di Perut Bomber Persita.

Kiper Persiraja Fakhrurrazi dan bomber Persita Nur Hadianto, bertemu setelah insiden tendangan kungfu. (foto: IG Quba)

Sleman, bolabeten – Aksi berbahaya dilakukan oleh kiper Persiraja Banda Aceh, Fakhrurrazi, saat menghadapi Persita Tangerang pada laga perdana Grup D Piala Menpora 2021, Rabu 24 Maret 2021. Dia menghadiahi bomber Persita, Ahmad Nur Hadianto, dengan tendangan kungfu.

Momen itu terjadi di babak pertama tepatnya menit 40. Laskar Pendekar Cisadade sedang berupaya melakukan serangan balik.

Nur Hadianto menerima umpan jauh dari lini belakang. Dia berlari mengejar bola mendahului para bek Persiraja.

Melihat situasi tersebut, Fakhrurrazi yang akrab disapa Quba itu, kemudian memutuskan untuk keluar dari sarangnya. Dia langsung menerjang Nur Hadianto dengan tendangan kungfu yang bersarang di perut Nur Hadianto.

Sontak saja, Nur Hadianto terjatuh dan mengerang kesakitan. Tentu, itu merupakan sebuah hal berbahaya yang sepatutnya tak dilakukan seorang pesepakbola. beruntung hal itu tak berakibat fatal bagi Nur Hadianto.

Namun, situasinya sedikit menyulitkan wasit untuk mengeluarkan kartu merah. Sebab, saat insiden itu terjadi, wasit utama melihat hakim garis mengangkat bendera sebagai tanda bahwa Nur Hadianto dianggap offside.

Fakhrurrazi yang mantan pemain Semen Padang FC 2014-2016 itu pun akhirnya selamat dari hukuman dan tetap bisa bermain karena wasit hanya memberi kartu kuning.

Sejatinya, kejadian ini harusnya membuat Fakhrurrazi mendapat hukuman yang lebih keras. Terlepas dari status Nur Hadianto yang offside maupun tidak. Sebab, insiden itu sangat berbahaya bagi siapa pun.

Belakangan, Fakhrurrazi diketahui sudah minta maaf kepada Nur Hadianto. Videonya diunggah langsung di Instagram resmi Persiraja.

“Saya Fakhrurrazi, kiper Persiraja, meminta maaf atas kejadian yang saya lakukan di lapangan terhadap Nur Hadianto. Dalam hati pribadi, saya tak ada niat sengaja. Dari lubuk hati terdalam saya, saya minta maaf terbesar-besarnya atas kejadian tadi,” tutur Fakhrurrazi.

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Ortuseight Rafhely Cup 2021: Kuota Terbatas, Antusias Calon Peserta Membuat Panpel “Kewalahan”

Selesaikan Pertemuan Teknik, 24 Tim Siap Bertarung di SIWO PWI Sumbar U17 tahun, 27 Maret-5 April 2021