in ,

Puluhan Legenda Timnas Indonesia Hadiri Reuni; Harusnya yang Bikin Acara PSSI, bukan Wartawan!

Jakarta, prokabar – Di saat sepakbola Indonesia masih “mati suri” dan seluruh kompetisi resmi di lingkungan PSSI belum bergulir, karena pandemi virus corona Covid-19, pecinta sepak bola di Indonesia mendapat sedikit hiburan dari para legenda timnas Indonesia. Puluhan legenda timnas Indonesia menggelar laga amal di Jakarta, Sabtu (11/7) lalu.

Bertempat di Lapangan Aldiron, Jakarta Selatan, hampir 100 legenda timnas Indonesia menunjukkan sisa-sisa kehebatannya. Laga bertajuk Football is Back ini mempertemukan tim Garuda dengan Primavera-Baretti.

Para legenda timnas Indonesia mulai dari era 1970-an hingga 2000-an ikut ambil bagian. Mulai dari Ronny Paslah, Bambang Nurdiansyah, Ricky Yakobi, Nilmaizar, Aji Santoso, Yeyen Tumena, Elie Aiboy, Firman Utina, Rochy Putiray hingga Budi Sudarsono ikut menghibur pecinta bola di Indonesia.

“Ini ajang silaturahmi ya. Kebetulan saya berteman sama mereka dari senior sama junior, dan sepertinya ada gap ya, jadi saya pikir saatnya sekarang ada silaturahmi,” ujar penggagas kegiatan Football is Back, Erwiyantoro.

Karena dilangsungkan di masa New Normal, pertandingan sepak bola ini tetap digelar dengan protokol kesehatan. Jumlah penonton dibatasi. Panitia pun melakukan siaran langsung di YouTube guna mengakomodir fans yang ingin menyaksikan aksi para legenda.

Beberapa pemain bahkan ada yang bertanding sembari mengenakan masker. Meski sudah termakan usia, para legenda timnas Indonesia ini mampu menghadirkan pertandingan yang menghibur.

Tim Primavera-Baretti berhasil memenangi pertandingan dengan skor 9-4. Laga Football is Back ini digelar dengan format 3×30 menit. “Ya kita merasa bersyukur ya bisa mendatangkan para legenda, para senior, tokoh-tokoh hebat sepak bola dan sebenarnya kita memang harus menghargailah,” kata Tigor Salomboboy, Pengelola Aldiron Soccer Field.

Lucunya, reuni para legenda ini juga dimanfaatkan sejumlah legenda untuk menyentil ferasi sepakbola Indonesia atau PSSI. “Seharusnya federasi yang menggelar, bukan wartawan,” ujar Rochy Putiray, ekt striker Timnas era 1990-an, yang memang terkenal fokal.

Menurutnya, federasi seharusnya lebih tanggap dalam menggelar acara yang bertemakan sepak bola, karena sepakbola adalah olahraga yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. “Semua orang berharap sepak bola ada. Tapi mengapa justru wartawan yang membuat even seperti ini, seharusnya federasi” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Imbangi Napoli 2-2, AC Milan Belum Terkalahkan Sejak Era New Normal

Legenda Timnas Indonesia Peringatkan Yeyen Tumena, Indra Sjafri, dan Syarif Bustaman: Jangan Ganggu Shin Tae Yong!