in , ,

Pulai-Sungayang dan Gelora Bakti Tanjung Jati-Guguak, “cluster” Minangkabau Cup 2018/2019 mempercantik diri di 2020

Sepakbola Sumbar

Lapangan Pulai Sungayang (atas) dan Gelora Bakti Tanjung Jati (bawah)/ist

Oleh: ADRIL MY

Turnamen sepakbola antar kecamatan se-Sumatera Barat, Minangkabau Cup (MkC), tahun ini harus rela menyembunyikan diri. Kehebohan yang tersiar sejak bermula pada 2016, mau tidak mau “off” sementara waktu, demi hindari Novel Coronavirus (NCoV) alias pandemi Covid-19. Persis “sanasib sapananggungan” dengan kompetisi resmi PSSI 2020.

Imbasnya, lapangan-lapangan sepakbola kampung di 19 kota/kabupaten Provinsi Sumbar pun ikut senyap. Sunyi dari hingar bingar, sorak sorai pendukung tim-tim sepakbola kecamatan serupa pertandingan MkC II-2018/2019 lalu.

Tentu saja, tak mungkin bisa mengumpulkan kerumunan orang di 2020. Layaknya tahun lalu, menyaksikan lagi ribuan pasang mata yang mengitari sisi-sisi lapangan sepakbola Pulai Sungayang (Tanah Datar) atau saling riuh di lapangan sepakbola Gelora Bakti, Tanjung Jati, Guguak (Lima Puluh Kota). Epicentrum berguncangnya Ranah Bundo Tacinto, saat menjadi tuan rumah Babak 8 Besar dan Semi Final MkC II-2018/2019 seri Provinsi Sumbar.

Pulai dan Gelora Bakti. Dua lapangan kampung yang pernah diselimuti euforia. Saksi bisu, sumringah nya Tim Kuranji, Padang Panjang Timur, Guguak dan Talawi. Empat tim kecamatan yang pada akhirnya di Stadion H. Agus Salim, Padang, Sabtu (23/3/2019) menjadi yang terbaik dari ratusan peserta (total 179 kecamatan di Sumbar).

Mestinya, Pulai Sungayang dan Gelora Bakti Tanjung Jati Guguak akan menikam jejak kesuksesan MkC II-2018/2019. Sayang, corona memberangus semua agenda.

Meski begitu, Pulai dan Gelora Bakti tak ingin corona meninabobokan spirit tinggi masyarakat sepakbola Sumbar. Kedua lapangan malah berbenah. Mempercantik diri demi menanti datangnya kembali “Alek” Bakti Untuk Nagari.

Dari Pulai Sungayang, setelah tahun-tahun lalu memagari seluruh sisi lapangan dan betonisasi tempat duduk penonton. Tahun ini, giliran tribun utama dipasangi atap. Menambah makin pantas saja, Pulai, rekomendasi baiknya tata kelola sarana dan prasarana sebuah lapangan sepakbola.

Tak salah, klub profesional Indonesia, Semen Padang FC acap menyinggahi lapangan Pulai. Setiap masa persiapan tim jelang berkompetisi di Liga PSSI.

Sedangkan Gelora Bakti memang tak segencar Lapangan Pulai. “Slow but sure” juga perbaiki sarana dan prasarana. Masyarakat Tanjung Jati membuktikan dengan angsuran perbaiki akses seputar lapangan. Terlihat dibangunnya sedikit tribun tertutup untuk tamu VIP. Di bawahnya ruang ganti pemain. Masih sederhana, tapi baik untuk diapresiasi.

Gelora Bakti juga kerap terkunjungi oleh skuad Semen Padang FC. Beruji coba melawan tim lokal Lima Puluh Kota sambil mengenalkan pemain, sebelum kick-off kompetisi PSSI.

Huuft.. Pulai dan Gelora Bakti, dua lapangan kampung memupuk rindu bal-balan Sumbar.

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

LIB Koordinasikan Persiapan Lanjutan Liga 1 2020/2021 dengan Kepolisian RI

Diego Maradona Meninggal Dunia