in ,

PSSI Sosialisasikan Laws of The Game FIFA Terbaru Ada 5 Pergantian Pemain, Lainnya ?

Yandri, perwakilan dari Direktorat Kompetisi PSSI/dok pssi

Jakarta, bolabeten – PSSI sosialisasikan Perubahan Laws of the Game (peraturan permainan) FIFA terbaru tahun 2020/2021 pada hari terakhir Kamis (16/7/2020).

Pemaparannya dilakukan oleh Yandri, perwakilan dari Direktorat Kompetisi PSSI dalam kegiatan Pelatihan Manajemen Supporter Sepakbola. Ia mengawalinya dengan menjelaskan IFAB (International Football Association Board) telah membuat dan merevisi Laws of the Game terbaru, dimana posisi FIFA merupakan salah satu anggotanya.

“Disini saya akan coba mengungkapkan perubahannya. Dan akan diberlakukan mulai tanggal 1 Juni 2020. Kompetisi/liga/pertandingan yang ditangguhkan memiliki opsi untuk terus menggunakan Law of the Game tahun 2019/20, meskipun dimulai kembali setelah 1 Juni 2020,” di sesi pembuka.

“Perubahan-perubahan itu adalah, Pasal 1: Tiang gawang dan mistar gawang diperbolehkan memiliki bentuk dengan kombinasi dari empat bentuk dasar. Pasal 10: Kartu kuning dan peringatan tidak dibawa ke dalam tendangan dari titik penalti. Pasal 11 – Offside (Handsball yang disengaja oleh pemain bertahan dianggap ‘bermain dengan disengaja’ untuk alasan offside, tidak offside, apabila gol, gol dianggap sah oleh wasit). Pasal 12 – Pelanggaran dan Kesalahan Handsball: Batas antara bahu dan lengan didefinisikan sebagai bagian bawah ketiak. Pasal 12 – Pelanggaran dan kesalahan Handsball: Handball ‘yang tidak disengaja’ oleh pemain penyerang (atau rekan satu tim) hanya dihukum jika itu terjadi ‘segera’ sebelum gol atau peluang mencetak gol yang jelas. Pasal 12 – Pelanggaran dan Kesalahan, setiap kesalahan (tidak hanya pelanggaran) dengan cara ‘mengganggu atau menghentikan serangan yang menjanjikan’ harus diberikan Kartu Kuning, seorang penjaga gawang dapat menerima kartu kuning atau diusir dari lapangan (Kartu Merah) karena ‘menyentuh bola secara ilegal’ untuk kedua kalinya setelah restart (misalnya. tendangan gawang, tendangan bebas, dll.) meskipun disentuh dengan tangan / lengan.”

“Kemudian Pasal 12 – Pelanggaran dan Kesalahan, seorang pemain yang “gagal” tidak berada pada jarak minimal 4m yang diperlukan pada Dropped ball harus menerima Kartu Kuning. Pasal 12 – Pelanggaran dan Kesalahan, jika wasit memainkan advantage atau mengizinkan tendangan bebas ‘cepat’ untuk pelanggaran yang ‘mengganggu atau menghentikan serangan yang menjanjikan’, Kartu Kuning tidak dikeluarkan.”

“Lalu perubahan di Pasal 14 – Tendangan Penalti, pelanggaran oleh penjaga gawang tidak dihukum jika tendangan penalti meleset dari gawang atau rebound dari gawang (tanpa sentuhan dari penjaga gawang) kecuali pelanggarannya jelas mempengaruhi penendang tersebut. Pasal 14 – Tendangan Penalti, penjaga gawang diberikan teguran untuk pelanggaran pertama; kemudian Kartu Kuning untuk pelanggaran lebih lanjut (kedua, dst). Penendang dihukum, jika penjaga gawang dan penendang melanggar pada saat yang bersamaan.”

“Ada juga di Pasal 3 perubahan sementara, Masing-masing tim diperbolehkan menggunakan maksimum 5 pergantian pemain. Untuk meminimalisir gangguan waktu dalam pertandingan, masing masing tim mempunyai 3 kesempatan untuk melakukan pergantian dalam pertandingan tersebut, termasuk diwaktu peralihan babak. Jika kedua tim melakukan pergantian dalam waktu bersamaan, ini diartikan sebagai satu kali pergantian dari 3 kali pergantian untuk masing masing tim.”

“Terakhir masih dari Pasal 3 – Pemain– Perubahan Sementara, kuota pergantian pemain yang tidak digunakan (Sisa) dapat digunakan pada masa Extra Time. Ketika Peraturan Kompetisi/pertandingan membolehkan pergantian pemain pada masa Extra Time, setiap tim akan mempunyai 1 tambahan kuota dalam hal pergantian, pergantian juga dapat dilaksanakan sebelum dimulainya di babak pertama Extra Time dan babak kedua Extra Time.” tutupnya.

Yandri mengungkapkan akan mensosialisasikan perubahan peraturan ini di bulan Oktober 2020 dengan wasit-wasit dan klub-klub serta Asprov PSSI seluruh Indonesia.

“Kami juga mendapatkan masukan bahwa hal ini juga dapat disosialisasikan kepada kelompok suporter, agar mereka juga mengetahui dan memahami peraturan terbaru dari FIFA. Supaya mereka bisa sama-sama memiliki presepsi sama. Juga ke media dan komentator sepak bola,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Pak Tua Sudahlah! Kasihan Rossi, Tak Dianggap Jelang MotoGP Spanyol 2020

Laws of The Game dan Match Regulation itu beda