in , , ,

PSP Padang : Sejarah penjajahan Belanda – Jepang dan kenangan manis permulaan kompetisi sepakbola nasional, Kejurnas PSSI 1957

Gambar : Google

Oleh: BOLABETEN

Kota Padang pinggir laut, letaknya ibukota Provinsi Sumatera Barat ini. Sebab letaknya lah, sejarah bermula. Tidak terlepas dari perkampungan nelayan di kawasan Batang Arau, pintu masuk awal keberadaan kota Padang itu sendiri.

Berhadapan langsung dengan Samudra Indonesia. Banyak dan mungkin teramat banyak cerita yang tertulis dan tercatat di macam-macam sumber literatur guna menelusuri lahir, tumbuh dan kembangnya kota ini.Hingga pada Jum’at, 7 Agustus 2020, sehari lalu Kota Padang kembali mengenang kelahiran. Tepatnya, ke-351 tahun (7 Agustus 1669).

Bicara sejarah dan kenangan. Pada momen HUT Kota Padang. Ingatan bolabeten tertuju kepada klub sepakbola milik Pemerintah Kota Padang, yaitu PSP (Persatuan Sepakbola Padang)

PSP Padang dan kelahiran 

Perjalanan yang dilalui juga teramat panjang. Berdiri sekira tahun 1928 silam – wikipedia). Dua tahun duluan dari kemunculan induk organisasi sepakbola Indonesia, PSSI, (19 April 1930). Bahkan lebih tua dari berdirinya Republik Indonesia, (17 Agustus 1945), yang sebentar lagi hari jadinya juga akan kita rayakan.

Kembali ke laptop ! Menelusuri wikipedia org, menuliskan cikal bakal PSP di zaman penjajahan Belanda. Berawal dengan Ilans Padang Electal (IPE) dengan Ketua Umumnya, Dr. Hakim, sekaligus Ketua Sport Vereniging Minang (SVM) atau Ikatan Olahraga Minangkabau (- lebih kurang serupa Asprov PSSI Sumbar atau Askot PSSI Padang sekarang).

Usia IPE cukup pendek. IPE berganti ke Voetballbond Padang en Omstreken (VPO) di tahun 1935. Diketuai oleh Meneer Vander Lee. Konon kabarnya, Ia orang Belanda yang “gila bola”. Masa meneer ini pertandingan digelar pada malam hari di Lapangan Sepakbola Dipo (kini, Taman Budaya Padang).

Singkat kisah, era Belanda berganti penjajahan Jepang, 1942. Jepang memberangus VPO, karena dianggap berbau Belanda. Tetapi, ada hikmah yang didapat dari aksi sapu bersih oleh Jepang. Reinkarnasi VPO berbuah PSP (Persatuan Sepakbola Padang) dimotori Yusuf St. Mantari bersama tokoh-tokoh sepakbola Padang di masa itu. Hanya saja, PSP dengan Yusuf St Mantari, tak ada catatan yang didapat.

Kesimpulannya pada era 1928-1942, masa-masa perubahan nama PSP tidak ditemukan prestasi dan kompetisi resmi yang diikuti. Mungkin saja masih dalam zaman merebut kemerdekaan bangsa Indonesia, penjajahan Belanda dan Jepang.

Perubahan-Perubahan Nama :
1928-1935 : IPE (Illans Padang Electal) IPE, bagian dari SVM (Ikatan Olahraga Minangkabau)
1935-1942 : VPO (Voetballbond Padang en Omstreken)
1942-sekarang : PSP (Persatuan Sepak bola Padang)

PSP dan kiprah manis Kejurnas PSSI 1957

Kompetisi resmi sepakbola yang bersifat nasional mulai digelar berdasarkan amanah Kongres PSSI 1950, pada 2-4 September di Semarang.

Berlabel Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PSSI, diawali tahun 1951. Dengan penyelenggaraan dua babak, kompetisi tingkat distrik dan tingkat nasional. Pesertanya semua perserikatan (bond/daerah) yang telah menjadi anggota PSSI yang disyahkan setiap Kongres tahunan. Kejurnas PSSI ini berjalan dari 1951-1979.

PSP Padang tampil pertama kali ke tingkat nasional pada edisi ke-4, Kejurnas PSSI 1957. Setelah superior dalam dua babak kualifikasi. Di kualifikasi pertama, Daerah A (zona Sumatera) dihuni PSP (Sumatera Barat) bersama PSS (Pematang Siantar-Sumatera Timur) dan PS Palembang (Sumatera Selatan).

PSP keluar selaku juara Daerah A (zona Sumatera) tanpa terkalahkan. Menang 6-0 atas PSS dan 5-0 dari PS Palembang.

Lanjut babak kualifikasi kedua, PSP bergabung dengan Persib Bandung, juara Daerah B (zona Jawa Barat dan Pontianak) dan Persis Solo, juara Daerah C (zona Jawa Tengah). Lagi, PSP Padang menunjukan keperkasaan dengan hasil menang 3-1 kontra Persib dan imbang 4-4 dengan Persis Solo. Klasemen akhir, PSP dipuncak diiringi Persib dan juru kunci Persis.

Klasemen Akhir :
1. PSP Padang 2-1-1-0 (7-5) 3
2. Persib Bandung 2-1-0-1 (5- 5) 2
3. Persis Solo 2-0-1-1 (6-8) 1

PSP dan Persib lolos ke tingkat nasional, dan telah ditunggu peringkat 5 Besar Kejurnas PSSI 1953/1954, Persija Jakarta, PSMS Medan, Persebaya Surabaya, Persema Malang dan PSM Makassar.

Di tingkat nasional, PSP pada akhir kompetisi menduduki peringkat ke-5 dengan raihan nilai 4 dari hasil satu kemenangan (5-1 vs Persebaya) dua imbang (1-1 vs Persija, 1-1 vs Persema) dan tiga kekalahan (0-1 vs PSMS, 2-4 vs Persib dan 1-6 vs PSM)

Namun, penampilan PSP Padang mengejutkan publik nasional di Kejurnas PSSI 1957 tersebut. Dihuni Yus Etek, Nazar, Nono diantara pemain yang mencuat sepanjang musim itu. Penjaga gawang Yus Etek juga merangsek ke Tim Nasional Indonesia.

Klasemen Nasional PSSI 1957 :
1. PSM Makassar 6-5-1-0 (23-7) 11 (JUARA)
2. PSMS Medan 6-4-1-1 (15-7) 9
3. Persib Bandung 6-3-2-1 (15-10) 8
4. Persidja Djakarta 6-2-2-2 (20-14) 6
5. PSP Padang 6-1-2-3 (10-14) 4
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
6. Persibaja Surabaja 6-1-1-4 (9-14) 3
7. Persema Malang 6-0-1-5 (5-31) 1

Catatan :
– Lima Besar bertahan di tingkat nasional untuk Kejurnas PSSI 1959.
– Persebaya dan Persema turun ke kualifikasi Kejurnas PSSI 1959
– Untuk Kejurnas PSSI 1959, anggota PSSI yang disyahkan Kongres : Bima, Sengkang, Pinrang, Donggola, Tahuna, Ponorogo, Tandjung Pura, Tebing Tinggi, Djombang, Rangkasbitung, Mataram (Lombok), Tarakan, Tarutung, Salatiga, and Purwakarta

sumber : novanmediaresearch

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Historia: Kisah Harry Gregg, Kiper Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Liga Champions: Juventus Kalahkan Lyon, Dua Gol Ronaldo Menjadi tak Berguna