in ,

“Philep Hansen segera keluar dari PSMS Medan”

Liga 2 2020

Spanduk Suporter dari basis SMeCK Hooligan/foto: FB SMecK

Medan, bolabeten – Kekecewaan pendukung PSMS Medan terhadap hasil seri pertandingan ujicoba melawan PSAD pada Selasa (8/9/2020), berimbas tuntutan ‘out‘ kepada Philep Hansen.

Philep Hansen segera keluar dari PSMS Medan” tulisan spanduk yang dibentang SMeCK (Suporter Medan Cinta Kinantan) jadi bukti kecewanya para suporter tim yang akan jadi tuan rumah grup D lanjutan Liga 2 2020, pertengahan Oktober mendatang.

Spanduk tersebut dipasang terang-terangan kala PSMS melakoni ujicoba selanjutnya, pada Jum’at (11/9/2020) melawan PS Gumarang Medan, yang berakhir dengan kemenangan Ferdinand cs.

Meski kemudian dicopot oleh pihak security Stadion Teladan, Medan. Aksi SMeCK bukti buntut pernyataan Lawren Simorangkir, Ketua SMeCK Hooligan Pusat, yang diungkapkan Kamis (10/9).

Katanya, Philep Hansen tak layak melatih klub kecintaan Kota Medan itu, dan meminta dirinya untuk segera mundur. Selain itu, Philep disebutkan tak memiliki prestasi mentereng, dianggap tak berjiwa besar dengan menyalahkan pemainnya saat menghadapi PSAD tersebut.

“Kita gak punya alasan lagi, karena kita sudah muak. Apapun hasilnya tetap pelatih yang bertanggung jawab karena dia yang menentukan pemain. Gak cocok rasanya, dan memang harus diganti,” tegas Lawren.

“Kita mau dia (Philep) segera turun, jangan tunggu lama lagi,” ucapnya.

Menanggapi tuntutan SMeCK, manajer PSMS Medan, Mulyadi Simatupang mengamini keresahan dan keinginan para suporter. Tetapi, manajemen hanya berencana untuk mendatangkan pelatih asing untuk mendamping Philep.

“Kita tetap pertahankan Philep, hanya saja kita berencana mendatangkan pelatih baru yang nantinya akan ditempatkn sebagai direktur teknik menemani pelatih kepala Philep Hansen,” terangnya.

“Kita sudah hubungi beberapa orang termasuk pelatih asing. Yang jelas punya pengalaman dan punya lisensi yang baiklah,” imbuhnya (*)

sumber: medan sport id

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Jakarta PSBB lagi, Kompetisi Profesional Basketball Indonesia terancam Gagal Dilanjutkan Kembali

Dokter Tim dan Medical Officer Klub Liga 1 serta Liga 2 Ikuti Workshop Kompetisi di Yogyakarta