in ,

Perjalanan Karir Jafri Sastra, Semuanya Berubah Sejak di Semen Padang FC

Tidak bisa terbantahkan, Sumatra Barat adalah salah satu daerah yang banyak melahirkan pelatih sepakbola berkelas.

Padang, bolabeten – Tidak bisa terbantahkan, Sumatra Barat adalah salah satu daerah yang banyak melahirkan pelatih sepakbola berkelas.

Jika bicara pelatih-pelatih itu, maka satu nama yang tak boleh dilupakan adalah Jafri Sastra.

Pelatih kelahiran 23 Mei 1965 ini mencuat ketika membawa Mitra Kukar meraih trofi juara Piala Soedirman 2015. Sejak itu, nama pemegang Lisensi A AFC ini, sudah diperhitungkan di jagat kepelatihan nasional.

Cukup unik perjalanan kepelatihan Jafri, walau basicnya bukanlah dari pemain sepakbola yang top. Tapi dari segi intelegensia dan naluri sebagai pelatih, dia sangat kompeten.

Pria ini sudah pernah menangani tim dari lima pulau besar di Tanah Air. Selain Mitra Kukar, dia pernah menjadi arsitek tim Persipura Jayapura, Celebes FC, PSPS Riau, Persis Solo, PSIS Semarang, dan PSMS Medan, sekarang di Muba Babel United.

Padahal, sebelumnya Jafri lebih dikenal sebagai pelatih yang concern membina sepakbola usia dini. SSB yang begitu melekat pada diri Jafri, adalah SSB Tabing, Kota Padang.

Tapi, kisah Jafri menasional, tentunya bermula dari Semen Padang FC. tahaun 2013, dia diminta menjadi pelatih kepala karena Lisensinya sudah memadai.

Tapi karena saat itu masih ada legenda Suhatman Imam, maka Jafri “mengalah”, komando tim ada di tangan Suhatman.

Tahun berikutnya, barulah dia dipercaya penuh sebagai head coach. Berlaga di ISL 2014, Jafri membuktikan diri, “Kabau Sirah” dibuatnya menjadi tim yang disegani. Di titik itulah semuanya berubah, Jafri pun “go nasional”.

SPFC dibawanya lolos ke babak 8 besar, dan banyak yang mengatakan, kalau tidak ada sisi-sisi kontroversial saat itu, timnya lebih layak berada di tempat yang lebih tinggi. Minimal finalis, kalaupun tidak juara.

Tapi, sebelum ke Semen Padang, Jafri Sastra sempat menangani sejumlah tim kasta kedua dan tiga, seperti PS Lhokseumawe, PSKB Bukitinggi, dan Persipro Probolinggo.

Jafri dikenal sosok pelatih yang sangat tegas, disiplin, dan sangat menghargai sebuah proses. “Saya orang yang selalu menghargai proses dan kerja keras untuk mencapai kesuksesan. Tidak ada yang instan dis epakbola,”ujar, kepada bolabetan.

Walau tak lama di Semen Padang FC, tapi Jafri sudah terlanjur punya brand sebagai pelatih berkarakter. Usai dipecat manajemen Semen Padang awal 2015, Jafri tak perlu lama-lama menganggur.

Pada tahun yang sama, Jafri Sastra mendapatkan tawaran dari Mitra Kukar yang tengah bersiap menghadapi Piala Presiden. Jafri Sastra pun meninggalkan Padang menuju Kutai Kartanegara.

Bersama klub asal Kalimantan Timur itu nama Jafri Sastra mencuat. Berawal dengan membawa Mitra Kukar menembus semifinal Piala Presiden dan kemudian meraih trofi juara Piala Soedirman 2015.

Setelah dua ajang tersebut, Jafri Sastra kemudian mendapatkan tawaran menjadi pelatih Persipura Jayapura untuk Torabika Soccer Championship 2016.

Jafri langsung menerima dan kemudian menjadi pelatih asal Sumbar pertama yang menangani tim berjulukan Mutiara Hitam itu.

“Bagi saya melatih Persipura adalah tantangan meski risikonya juga besar. Materi pemain menjanjikan membuat tuntutan prestasi dari suporter juga tinggi,” terang Jafri mengenang setengah musim di Persipura.

Memang, Jafri Sastra hanya bertahan selama setengah musim di Persipura. Ia kembali menangani Mitra Kukar jelang Liga 1 2017. Tapi, seperti di Persipura, ia hanya menangani tim sampai putaran pertama berakhir.

Beruntung, Jafri Sastra tidak lama menganggur setelah klub Liga 2, Celebes FC, ingin menggunakan jasanya. Selepas dari Celebes, Jafri pun kemudian menangani PSPS Riau, Persis Solo, PSIS Semarang, PSMS Medan, dan kembali ke Mitra Kukar jelang Liga 2 2020.

Karena belum ada kejelasan dari Mitra Kukar untuk kompetisi 2021, ketika Muba Babel United menawari membesut tim untuk Liga 2 2021, Jafri pun menyambut. Target membawa klub Sumsel itu ke Liga 1, kini tersandang di pundak Pria 55 tahun ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Sriwijaya FC Diajak Duel Persis Solo, Nilmaizar Belum Programkan Ujicoba

Hasil Liga Champions: Real Madrid dan Manchester City Segel Tiket Semifinal