in ,

Perangkat Pertandingan Klarifikasi Duel 11 vs 12 Liga Askot Padang

Sepakbola Sumbar

Erman Parau dan Edo Wiradana, Wasit yang juga panitia pertandingan Kompetisi Askot/Foto: Zainil

Padang, bolabeten – Mencuatnya kejadian 12 pemain Bingkuang City bermain melawan 11 pemain Kompak FC di Babak 8 Besar Kompetisi Askot Padang, di lapangan Brandon, Jumat (4/12/2020), menjadi tanda tanya besar oleh publik persepakbolaan Kota Padang.

Tanggapan pro dan kontra bermunculan dengan pemberitaan bolabeten.com, “Bingkuang City mainkan 12 pemain, Kompak FC protes! Bukti Liga Askot 2020 kompetisi “hore-hore”, Benarkah?, Sabtu (5/12/2020) jam 16.44 WIB.

Klarifikasi pun dilakukan Erman Parau, seorang panpel sekaligus wasit ke-4 (cadangan) yang bertugas di laga tersebut kepada media ini Sabtu malam, (5/12).

Dia menengahi, menyampaikan ihwal kelalaian. Berawal saat laga babak kedua tersisa waktu sekira 10 menit. Dengan skor sementara (1-0) untuk keunggulan Bingkuang City. “Waktu itu, ada pergantian dua pemain Bingkuang City secara bersamaan. Salah satu yang diganti adalah pemain yang mengalami cedera dan sedang mendapatkan perawatan di pinggir lapangan. Rupanya, Ia masuk lagi ke lapangan tanpa sepengetahuan wasit dan kembali ikut terlibat dalam permainan selama kira-kira 5 menit. Lalu, ada penonton yang memberi tahu dan mengetahui ada 12 pemain Bingkuang City di lapangan,” jelas Erman.

“Pertandingan itu lantas dihentikan. Tetapi, tim lawan (Kompak FC) protes dan keberatan melanjutkan pertandingan,” sambungnya.

Erman menganggap lumrah kejadian itu. Katanya, sekelas kompetisi Eropa pernah mengalaminya. Lainnya, di pertandingan Sea Games. “Menurut saya, ini sengaja dibesar-besarkan. Alasan dari kekalahan saja. Sepertinya ada kepentingan lain,” sambungnya.

“Nanti, saya kirimkan bukti kejadian yang sama di kompetisi Eropa dan pertandingan Sea Games,” katanya melanjutkan.

Hanya saja, hingga berita ini dibuat. Bukti yang disebutkan belum diterima bolabeten.

Pasal hasil akhir pertandingan, Edo Wiradana, Exco Bidang Wasit, menyebutkan kemenangan untuk Bingkuang City. Itu berdasarkan penetapan panitia disiplin (pandis). Edo mengakui keputusan pandis baru sebatas lisan. Belum berbentuk surat resmi. “Hasilnya sesuai dengan pertandingan saja. Panitia Disiplin yang putuskan. Surat Keputusan nya belum ada lagi. Mungkin dibuat besok atau lusa,” ulas Edo.

Menyoal regulasi kompetisi dan fakta di lapangan Liga Askot membolehkan klub yang legalitas nya belum syah sebagai anggota untuk ikut kompetisi. Membolehkan regulasi usia bebas. Tak punya muara kompetisi yang jelas. Hingga, mengabaikan keabsahan pertandingan, tidak ada pihak keamanan dan medis di tiap pertandingan.

Edo menepis dengan mengutarakan panpel telah mengaturnya dengan menerbitkan regulasi. “Kompetisi ini ada regulasi nya tapi entah di mana letaknya. Nanti, saya cari dulu dan akan perlihatkan. Ntar dikabari,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Kapten Gasliko U16 kembali dipanggil Bima Sakti ke TC Timnas di Yogyakarta

Kasus “11 vs 12” dari kaca mata Laws of The Game