in ,

Timnya belum juga berlatih, Kiper Perserang ini jadi ‘ABAK SIAGA’ di Talawi, Sumatera Barat

Mukhti, istri dan si buah hati (gambar dikaburkan)/foto: pribadi

Padang, bolabeten – Perserang Serang bersama Cilegon United jadi dua klub Banten yang masih belum juga memulai latihan untuk persiapan lanjutan res-start Liga 2 2020, 17 Oktober nanti.

Kurang dari sebulan, kapan latihan perdana kedua tim tersebut belum juga terdengar. Sampai kini Jum’at (18/9/2020) pun tak ada ekspos soal aktivitas kedua klub yang bergabung di grup A babak penyisihan Liga 2 2020 nanti.

Mukhti Alhaq, seorang pemain dari Perserang yang dikonfirmasi media ini, Jum’at sore turut membenarkan dan masih menunggu informasi dari manajemen timnya.

“Belum ada (kabar). Mungkin langsung main aja,” canda Mukhti.

“Sampai sekarang belum ada info dari manajemen,” sambung kiper asal Sumatera Barat ini.

Mukhti sudah lama 6 bulan berada di kampung halaman, pascatunda Liga 2 2020 pada 16 Maret lalu. Ia tidak tahu pasti apa kendala atau persoalan terkait belum adanya gerakan manajemen dalam menginstruksikan para pemain berkumpul ke Serang, markas tim. “Tidak tahu juga kenapa? Tapi saya pribadi tetap latihan mandiri dan jaga kondisi di sini (Sumbar).

Mukhti mengaku sebenarnya Ia sangat menunggu kepastian tim untuk berlatih lagi dan bersiap menghadapi kompetisi. Dengan begitu, kehidupan perekonomiannya berputar lagi dari kerja profesionalitas pesepakbolanya.

Mukhti bersama skuad Perserang/istimewa

“Memang, soal gaji sebagai pemain, sekarang tersendat. Karena timkan tidak berkompetisi. Mungkin ini pula membuat Perserang belum berlatih. Masa sulit saat ini (pandemi Covid-19) manajemen tentu berusaha cari subsidi untuk tim. Mudah-mudahan manajemen bisa menemukan solusinya. Dan tim kembali berkumpul dan berlatih,” ulas pria yang resmi menjadi ABAK (ayah-orang tua) usai kelahiran buah hati, pada awal Agustus 2020.

Mukhti beralih jadi ABAK SIAGA untuk buah hatinya. Peran baru selaku kepala rumah tangga di masa sulit berhentinya kompetisi dan belum mulainya persiapan Perserang.

“Jagain si buah hati, bantu ganti popok. Kadang ikut bantu mandikan. Menyusuinya aja yang gak. Sayakan Bapaknya,” seloroh Mukhti.

“Sekarang apapun situasinya, disyukuri saja. Kalau ditanya hati saya, entahlah… Ingin kerja (bermain) kembali. Disitu kadang sedihnya, tim lain sudah banyak persiapan,” sambungnya.

Namun, Mukhti mengungkap fase kehidupannya telah bergeser sebagai kepala rumah tangga, tidak lagi bujangan atau sendiri. Hal yang normal. Siapa saja yang telah berumah tangga akan menghadapinya.

“Saat sekarang, ada plus minus. Punya waktu luang untuk keluarga tapi sisi lain yang penting tentu Dapua harus barasok (-kewajiban dalam menghidupi keluarga). Tanggung jawab kepala rumah tangga. Saya yakin, semua ada hikmahnya. Jangan pernah menyerah sama keadaan ya.. Bang.” tutup Mukhti mengakhiri pembicaraan dengan bolabeten.

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Latihan perdana Rabu lalu (16/9/2020) Persijap Jepara ‘Selow but Sure’

Percakapanku ! Spirit Pembinaan Yang Terganjal, “Biarkanlah mereka yang urus lagi”