in ,

Setelah NTT, Jatim, Bali, Sumsel dan Sumbar, PSSI Sumut juga tiadakan Kompetisi PSSI 2020

Kompetisi PSSI

Karo United, juara Liga 3 2019 Asprov PSSI Sumut/foto: tuntas online

Medan, bolabeten – Keleluasaan yang diberikan PSSI Pusat soal kompetisi musim 2020 untuk Liga 3 Indonesia dan Piala Soeratin di tingkat Asprov se-Indonesia juga ditanggapi oleh PSSI Sumut (Sumatera Utara)

Keputusan itu diungkapkan oleh Ketua Umum Asprov PSSI Sumut, Kodrat Shah didampingi Sekretaris Umum (Sekum) Fityan Hamdy, Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) Muhammad dan Komite Sepak bola Wanita Ernita Bakrie, di di Kantor Asprov PSSI Sumut, Kamis (15/10/2020)

Kodrat mengatakan pihaknya sudah menyurati klub-klub dan Askab/Askot terkait ditiadakannya kompetisi. “Kami mohon maaf kepada klub-klub yang sudah melakukan persiapan. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat pimpinan dan pengurus Asprov PSSI Sumut,” ujar Kodrat Shah

Menurut Kodrat, alasan meniadakan kompetisi musim ini antara lain, memperhatikan serta menaati regulasi pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19, khususnya di Sumut.

Selain itu memperhatikan hasil dari Extraordinary Club Meeting PSSI, PT LIB beserta klub-klub Liga 1 dan 2 di Yogyakarta, Selasa (13/10). Meski sudah sepakat liga digulirkan, namun PSSI belum memastikan bisa tidaknya kompetisi digelar mulai 1 November. Pasalnya belum ada izin keramaian dari Polri. Ini tentu berimbas pada kompetisi di daerah.

Kodrat menuturkan dirinya pernah mengusulkan kepada PSSI agar Liga 3 tahun ini ditiadakan. Hal itu disampaikan saat rapat virtual dengan PSSI yang diikuti seluruh Ketua Asprov se-Indonesia pada 22 Juni 2020. Pertimbangannya tak lain kasus kasus Covid-19 di Tanah Air yang masih tinggi. “Kompetisi itu memang penting. Namun kesehatan untuk semua pihak adalah segalanya. Itu juga menjadi alasan Asprov PSSI Sumut untuk tidak menggelar kompetisi di semua tingkatan pada tahun 2020,” ujar Kodrat menegaskan.

Permohonan maaf juga disampaikan Fityan Hamdy. Meski demikian, dirinya tetap berterima kasih kepada klub-klub yang sudah mempersiapkam tim meski pada akhirnya kompetisi tahun ini tidak digulirkan. “Bagi klub-klub yang sudah membayar uang iuran tahunan di 2020, mereka dibebaskan kewajiban membayar iuran tahunan untuk 2021. Meski di statuta membayar iuran tahunan adalah kewajiban klub, namun di masa pandemi ini ada kebijakan khusus,” ucap Fityan.

Ditambahkan Fityan, bahwa Asprov PSSI Sumut untuk tahun 2021 akan lebih dini dalam melaksanakan kompetisi Liga 3. Begitu pula untuk kompetisi kelompok umur Piala Soeratin, antarsekolah sepak bola dan sepak bola wanita. “Mari kita sama-sama berdoa semoga pandemi ini segera berlalu sehingga seluruh agenda kegiatan sepak bola di Indonesia, khususnya di Sumut dapat berjalan di awal tahun 2021,” katanya.

Sebelumnya Asprov PSSI Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Bali, Sumsel, dan Sumatera Barat sudah lebih dulu mengumumkan meniadakan kompetisi dengan alasan yang sama. PSSI sendiri sudah mengizinkan bila Asprov tidak menggelar kompetisi. Federasi memastikan tidak ada sanksi apa pun bagi Asprov yang tidak memutar kompetisi. (tagar id)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

PSTS Tabing Cup U-15: Putra Wijaya dan Ripans tak terkalahkan, 8 tim pastikan lolos ke Babak Gugur

Klub disuruh sabar menunggu kompetisi, PSMS Medan kecewa sikap PSSI dan LIB