in ,

Medical Workshop Extraordinary Competition 2020 : Situasi belum kondusif, bukan berarti semua aktifitas berhenti, termasuk Sepakbola

Kompetisi PSSI

Medical Workshop Extraordinary Competition 2020, Rabu (17/9/2020)/foto: Media LIB

Jakarta, bolabeten – PT. LIB (Liga Indonesia Baru) telah menggelar Medical Workshop Extraordinary Competition 2020 secara virtual pada hari ini, Rabu (16/9) dimulai pukul 9:30 WIB hingga pukul 18:00 WIB.

Kegiatan itu diperuntukkan bagi Dokter Tim dan Medical Officer klub-klub Liga 1 dan Liga 2 ini juga diikuti oleh perangkat pertandingan, yaitu Match Commissioner, Local General Coordinator (LGC), Local Media Officer (LMO) dan Local Security Officer (LSO). Pun dengan dinas kesehatan dari beragam daerah dan manajer stadion tempat pertandingan berlangsung nanti. Total, webinar Medical Workshop kali ini diikuti sebanyak 220 partisipan.

Dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan dilanjutkannya kompetisi. Tujuannya memberikan edukasi kepada semua tim mengenai protokol kesehatan yang akan diterapkan pada saat kompetisi bergulir.

Narasumber dihadirkan para dokter yang ahli dalam bidang kesehatan di antaranya adalah dr. Bonnie Pahlavie (Dinas Kesehatan DKI Jakarta), dr. Syarif Alwi, dr. Ahmad Nizar Caesarea Noor, M.Kes dan dr. Alfan Nur Asyhar.

“Tujuan diadakannya workshop ini tak hanya memberikan informasi mengenai protokol kesehatan, namun juga diharapkan mampu menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat bahwa pada saat sekarang ini harus selalu menjalankan adaptasi kebiasaan baru dalam berbagai aktivitas, di antaranya memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ucap Direktur Utama PT LIB,Akhmad Hadian Lukita di laman ligaindonesiabaru, Rabu (17/7).

Terdapat tiga sesi dalam Medical Workshop ini, di antaranya Pembinaan Serta Pengawasan Pemerintah untuk Kompetisi Sepak Bola di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Pedoman Kesehatan Dalam Aktivitas Klub dan Protokol Operasional Pertandingan.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ir. Bernardus Wisnu Widjaja, M.Sc. menerangkan bahwa situasi saat ini memang belum kondusif. Tapi, bukan berarti harus menghentikan semua aktifitas. Termasuk sepak bola.

“Dalam kondisi seperti itulah yang menuntut kita untuk cepat beradaptasi serta tetap bisa produktif,” kata Ir. Bernardus Wisnu Widjaja, M.Sc.

Sementara itu Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah yang positif untuk menggulirkan kompetisi sepak bola nasional. Kompetisi yang tetap menjunjung tinggi fair play, sportivitas, dan patuh pada protokol kesehatan.

“Lebih dari itu, kami juga menyadari, tugas yang akan dibebankan kepada tim medis, akan dua atau tiga kali lebih berat dibandingkan biasanya. Dibutuhkan ketelitian, kedisiplinan dan komitmen yang tinggi bagi seluruh petugas medis di klub dan penyelenggaraan pertandingan,” tandas Sudjarno. (*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Timnas Indonesia U-19 uji lagi kekuatan, hadapi Qatar di dua sesi laga, Kamis (17/9) dan Minggu (20/7) di Cakovec

Suhatman Imam : Pengawal Karang Putih dan Penasehat Teknik