in ,

Minangkabau Cup III-2020 ‘STOP’

Sepakbola Sumbar

Secuil moment pertandingan di lapangan terbuka/foto: bolabeten

Jakarta, bolabeten – Turnamen sepabola semi amatir antar kecamatan se-Sumatera Barat, Minangkabau Cup yang selalu dinantikan publik si kulit bundar di tiap pelosok negeri (wilayah) ranah minang, tahun ini 2020 nasibnya tidak menentu.

Helatan yang diperuntukan bagi pesepakbola muda dalam mempertunjukan bakat dan talenta mereka sejak kala berlabel Irman Gusman Cup (IGC) 2016 silam, pada musim 2020 terombang-ambing setelah launching pada 11 Maret 2020 lalu, di salah satu hotel bintang 5 di Kota Padang.

Itu karena agenda komplit pertandingan yang telah tersusun rapi mulai dari fase penyisihan, kualifikasi di 19 Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat, terjadwal kick-off 12 Maret dan tuntas di 19 April 2020, urung terlaksana.

Mewabahnya virus corona, Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) di Maret. Memaksa panitia pelaksana (panpel) menunda dulu awalan turnamen sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dan berdasar Surat Edaran Direktur Turnamen kepada seluruh panpel lokal Kabupaten dan Kota.

Hingga April, Mei, Juni berlalu. Juli dan Agustus lewat. Deretan bulan yang semestinya telah menghadirkan dan menggempitakan persepakbolaan Ranah Minang, lalui break of season (paruh musim) MkC III-2020, (20 April-5 Juni). Gala Dinner dan Halal Bi Halal di Gubernuran (6-7 Juni). Babak 8 Besar zona Provinsi (15 Juni-5 Juli). Serta Perdelapan Final, Perempat Final, Semifinal dan Grand Final (16 Juli-16 Agustus).

Enam bulan sudah, September pun datang. Sinyal terang didapat. MkC III-2020 terkabarkan “positifStop alias tidak dilanjutkan.

Tria ‘OLA’ Suprajeni, Om Ola melalui percakapan singkat dengan bolabeten, Kamis (10/9) selepas Maghrib, jam 19.00 WIB menyebutkan, Pertama, MkC III-2020 kecil sekali kemungkinan dihelat di tengah wabah Covid-19 yang kembali meruyak September 2020 ini. Kedua, agenda lengkap MkC III-2020 disusun rapi untuk selesai jelang Pilkada Serentak. Ketiga, Pertandingan bukan di Stadion yang bisa tanpa penonton. Tetapi di lapangan-lapangan terbuka. Bakal memicu kerumunan. Menyalahi protokoler kesehatan, rentan penularan dan membahayakan.

“Lebih baik preventif dari pada nanti tertular. Sangat membahayakan. Satgas Covid-19 tentu akan meminta pertanggung jawaban ke penyelenggara,” kata Om Ola.

“Tahun ini tidak memungkinkan lagi MkC digelar. Saya saja sejak Maret WFH (Work Form Home) di Jakarta, tidak ke Kalimantan Utara tempat kerjaan,” terangnya.

“Salam hangat ke sahabat-sahabat dan kawan-kawan panpel. Jaga kesehatan, ya.. Bersabar, kita lihat tahun depan!” ujar Om Ola mengakhiri pembicaraan via telepon, Kamis malam. (*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Gagal Menang Lawan 10 Pemain Klub Lokal, PSMS Medan Ternyata tak Terlalu “Mengerikan”

Timnas Indonesia U-19 Bertekad Obati Kekecewaan Fans