in ,

SukaSuka

Mengenal Salah Satu Generasi Terbaik Sepakbola Sumbar, Siapa Saja Mereka?

Penulis: Rizal Marajo

Padang, bolabetan – Jika dicari generasi terbaik sepakbola Sumbar, salah satunya yang paling menonjol adalah generasi yang tergabung dalam tim PON Sumbar 2004. Acuannya tentu saja prestasi dan kiprah mereka di kompetisi resmi Indonesia.

Generasi yang rata-rata kelahiran 1981-1982 ini juga dikenal sangat kompak, baik di dalam maupun luar lapangan. Bahkan sampai saat ini kebersamaan mereka masih terajut indah.

cikal bakal tim ini terbentuk dari tim Yunior Semen Padang atau dulu disebut Pratama Semen Padang. Diusia muda mereka sudah mencatat prestasi nasional sebagai peringkat tiga Piala Suratin nasional tahun 2000.

Dari sinilah mereka disiapkan untuk menjadi kerangka tim PON Sumbar 2004, dibawah asuhan pelatih Syafrianto Rusli. Mereka sukses merebut tiket PON XVI di Palembang, setelah menjuarai Porwil Sumatra 2003 di Lampung.

Di PON Palembang itulah, mereka mencatat sejarah, untuk pertama kali tim sepakbola Sumbar berhasil lolos ke babak semifinal. Istimewanya, capaian terbaik itu murni hasil perjuangan putra-putra daerah Sumbar. Talenta-talenta terbaik yang disatukan menjadi tim yang solid.

Seusai PON, pemain-pemain ini menyebar dan berkiprah di berbagai klub Liga Indonesia. beberapa diantaranya dipromosikan memperkuat tim Semen Padang senior, seperti Hengki Ardiles, Suyatno, Oktavianus, Yusra Antoni, Budi Kurnia, ataupun Imran Hadi.

Ada juga yang berkiprah di luar daerah, seperti Febi Martika Candra, Tommy Pranata, Afrianto, Rifki Firdaus. Bahkan beberapa diantaranya mencatat capaian prestasi individu yang cukup berkilau dan  mengagumkan.

Hengki Ardiles misalnya, menjadi legenda hidup Semen Padang sampai akhir karirnya. Febi Martika Candra berkiprah di Persiba Bantul, dan menjadi kapten tim idola publik disana. Tommy Pranata, sempat mencicipi bermain bersama Arema Malang.

Tak kalah cemerlang, wing bek kiri lincah Rifki Firdaus berkelana di beberapa klub, seperti PSMS Medan, Persita Tangerang, dan Semen Padang tentu saja. Yang paling fenomenal tentu saja Oktavianus. Bermain di klub-klub elit semacam Persija Jakarta dan Sriwijaya FC, membuatnya beberapa kali menerima panggilan Timnas Indonesia.

Artinya pemain-pemain generasi ini mampu menunjukan kiprahnya dan ikut serta mewarnai persepakbolaan nasional. “Kita semuanya sangat kompak, mungkin karena selalu bersama sejak awal. Tapi pasca PON mulai berpisah untuk memulai petualangan sebagai pesepakbola profesional.”ujar Febi Martika Chanda, yang kerap didaulat sebagai kapten tim disamping Imran Hadi.

Namun demikian, Febi juga menggambarkan tim ini adalah tim yang dihuni para pemain dengan beragam karakter unik. Ada yang lugas apa adanya, badung, mada, sedikit nakal, tapi ada juga yang lugu, bersahaja, bahkan sangat alim.

“Tapi perbedan-perbedaan itulah yang kami saling mengisi dan melengkapi, sehingga rasa kebersamaan itu sangat tinggi,”ujar Febi, yang kini sudah menjalani karir sebagai pelatih dengan lisensi C AFC, tapi uniknya Febi tak pernah mencicipi jersey tim Semen Padang senior..

Namun demikian, salah satu hal yang membuat tim ini sangat awet dan para pemain laris manis  terpakai di kompetisi, karena memang ditempa dengan keras baik secara fisik, teknis, maupun mental.”Tidak ada tempat bagi pemain cengeng atau merasa sok hebat dalam tim, semuanya bekerja keras dan ingin menjadikan sepakbola sebagai karir, cita-cita, dan masa depan.”

Bahkan ketika era mereka sebagai pemain sudah berlalu, tapi kebersamaan itu tetap terjalin. salah satu wadah yang menyambung kebersamaan itu adalah sebuah klub yang bernama Ramadhan FC. Mayoritas pemain klub ini adalah alumni tim PON 2004, dan mereka yang sudah kembali dari perantauan berkelana di lapangan hijau kompetisi nasional.

Dengan Ramadhan FC yang kerap ditukangi Robby Mariandi, mantan pemain persija Jakarta asal Solok Selatan,  walau rata-rata sudah berumur, mereka masih bisa menunjukkan sisa-sisa skill yahud mereka dalam berbagai turnamen lokal, baik yang U-35, ataupun kategori umum.

“Bagi saya, inilah tim yang berkesan, Dinamika yang terjadi dalam tim menjadi sebuah kebersamaan unik yang selalu dirindukan.”tutup Febi.

Dan bebeeapa dari mereka mulai merintis karir sebagai pelatih, diantaranya Febi, Hengki Ardiles, Oktavianus, Rifki Firdaus, Afrianto, Tommy Pranata, ataupun Imran Hadi. Sebagian lain ada juga beraktifitas diluar sepakbpola, tapi walaupun begitu mereka tak benar-benar meninggalkan sepakbola.

Best generation Sumbar 2004
1.Afrianto
2.Iswadi
3.Suyatno
4.Hengki Ardiles
5.Tommy Pranata
6.Jerry Boy
7.Jumaidi Rais
8.Rifki Firdaus
9.Fadli Fernanda
10.Imran Hadi
11.Febi MC
12.Yusra Antoni
13.Yun Hendra
14.Fajar Subrata
15.Octavianus
16.Aries Marta
17.Budi Kurnia
18.Rullya Feri. (*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Tiba di Medan, Ferdinand Sinaga dijamu makan malam di Warung Nasi Rini

Kecelakaan Horor Dalam Kecepatan 337,9 Km/Jam, Tulang Lengan Marc Marquez Patah dan Bakal Absen Membalap Beberapa Bulan