in ,

Mencigap Kemungkinan Starting XI Tiga Calon Juara Liga 2 2020 yang Bertempur di Grup D, Siapa Paling Mentereng?

Padang, bolabeten – Restart Liga 2 2020 akan dimulai 17 Oktober 2020 mendatang dengan sisitem home turnament. 24 Tim dibagi dalam empat grup, nantinya akan ada dua tim yang akan promosi ke Liga 1 2021.

Dari hasil drawing grup yang sudah dilakukan PT.LIB, yang paling banyak disorot adalah Grup D yang dituanrumahi PSMS Medan. Grup ini diyakini paling berat dan menjanjikan persaingan sengit.

Diisi oleh PSMS Medan, Semen Padang FC, Sriwijaya FC, Sulut United FC, Persekat Tegal, dan Persijap Jepara, grup ini banyak disebut grup “neraka”, terutama persaingan tiga tim Sumatra, yang semuanya adalah tim mantan Liga 1, dan sama-sama memasang target lolos ke Liga 1.

Bahkan tak sedikit yang menyebut, tiga tim tersebut, yakni PSMS Medan, Semen Padang FC, dan Sriwijaya FC adalah tiga tim calon juara Liga 2 2020 yang terpaksa harus bertempur dan saling bunuh di fase grup.

Label calon juara itu, tanpa mengesampingkan tiga tim lainnya, tentu saja mengacu pada materi pemain ketiga tim tersebut. Walaupun sebenarnya skuat mengkilap belum tentu akan jadi jaminan sebuah tim akan superior di kompetisi.

Mungkin tidak ada salahnya dikuliti seberapa mentereng skuad tiga jagoan Sumatra itu, sehingga dianggap layak menyandang label calon juara. bolabeten.com mencoba memperrbandingkan skuad yang dimiliki ketiga tim tersebut, khususnya perkiraan starting XI masing-masing. Siapa paling mentereng?

1. PSMS Medan


Ini tim paling berambisi memasang target lolos ke LIga 1. Gencarnya manajemen “Ayam Kinantan” membenahi skuadnya, setidaknya menggambarkan ambisi mereka. Termasuk mengumpulkan pemain-pemain Liga 1 ke dalam tim yang ditukangi Philep Hansen itu.

Mulai dari kiper, akan diisi oleh Abdul Rohim, yang pernah merumput bersama Persebaya Surabaya di Liga 1. Didepan kiper, ada kapten Syaiful Ramadhan dan Ikhwani Hasanudin, yang mengapit dua bek tengah mantan Semen Padang FC, Muhammad Rifqi dan Agung Prasetyo.

Di lini tengah PSMS makin sangar seteleh sukses mendatangkan eks Timnas U-19 dari Persik Kediri, Paulo Sitanggang. Bersama Rachmad Hidayat, Paulo akan menjadi pengatur serangan tim. Keduany akan dibantu Sutanto Tan sebagai gelandang bertahan.

Dengan formasi 4-3-3, Ari Hermawan dan Yohanis Nabar akan mengapit salah satu bomber terganas di Indonesia saat ini, Ferdinand Sinaga. Mereka akan menjadi trisula yang cukup menakutkan bagi lawan-lawannya.

Sriwijaya FC


Tim asal Palembang ini tak ingin gagal lagi untuk kembali ke Liga 1, setelah dua tahun beruntun usaha mereka kandas kembali ke kasta tertinggi. Mendatangkan eks pelatih Persik Kediri, Budiarjo Tahalib yang diharapkan bisa ketularan “hoki” membawa tim ke Liga 1, menunjukan tim “Laskar Wong Kito” tak main-main dengan target mereka.

Dibawah mistar berdiri Imam Arif Fadillah, eks Persebaya. Center bek diisi pemain senior Ambrizal bersama Obet Chiri yang dibawa Budiarjo Thalib dari Persik Kediri. bek kiri dan kanan akan Derry Herlangga dan Denny Arwin.

Di lini tengah, Suandi eks Perserang akan menjadi gelandang bertahan untuk membantu gelandang serang Ari Pratama. Dengan formasi 4-4-2, eks PSPS Pekanbaru Firman Septian dan Rahel Rudiansyah akan berperan sebagai winger.

Di depan, Rudiyana akan mendapat tandem berkelas nasional, setelah Beto Goncalves resmi dipinjam Sriwijaya FC dari Madura United. Kehadiran Beto sebagai striker timnas, pastinya akan menjadi suntikan nergi besar bagi Sriwijaya FC.

Semen Padang FC


Secara materi pemain, skuad “Kabau Sirah” tak kalah mentereng dari dua pesaing diatas. Banyak nama besar dan mantan Liga 1 yang menghuni skuad Eduardo Almeida. Memang beberapa diantaranya adalah pemain old crack, yang sudah lewat masa emasnya. tetapi, nama besar dan pengalaman masih akan berguna bagi Semen Padang.

Rendy Oscario, kiper muda jebolan akademi Semen Padang sendiri adalah pilihan utama, karena memang levelnya sudah Liga 1. Di lini belakang, Ricky Ohorella di kanan dan pemain muda Yoga Noviandre di kiri, akan mengapit duet berpengalaman di center bek, takni eks Persipura Johanis Tjoe dan putra daerah Novrianto.

Kalau dalam kondisi fit, trio kaya pengalaman eks Liga 1 kemungkinan akan mengisi lini tengah Semen Padang, Gilang Ginarsa, Ahmad Maulana, dan Vendry Mofu. Namun, yang patut dipertanyakan apakah nafas mereka cukup stabil 90 menit bertarung di Liga 2 yang lebih mengandalkan tenaga.

Trio depan, Vivi Asrizal dan kapten M. Nur Iskandar akan berada di belakang Sunarto sebagai ujung tombak.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Shin Tae-yong : Elkan Baggot, Jack Brown dan yang dibawa ke Kroasia murni penilaiannya selama TC di Jakarta

Treatment mental ala Edy Rahmayadi ke skuad PSMS, “Ajax Pernah Kita Kalahkan di Medan”