in ,

Memori: M Sukron Chaniago, Kiper Urang Awak yang Buat Frustrasi Penyerang AC Milan dan Dapat Jersey Sebastiano Rossi

Padang, prokabar – Kalimat keras dari mulut penyerang AC Milan, Gianluigi Lentini masih tergiang di telinga M Sukron Chaniago. Kejadian itu terjadi pada 26 tahun silam, saat M Sukron menjadi kiper utama Surabaya Selection yang menjamu AC Milan, jawara Liga Italia.

Pada 6 Juni 1994, AC Milan menang 4-1 atas Surabaya Selection di Stadion Gelora 10 November, Kota Surabaya. Namun meski menang dengan membobol tuan rumah empat kali, juara Seria A yang datang ke Indonesia dengan bintang papan atas mereka tak mudah menjalani laga.

Babak pertama, M Sukron Chaniago yang urang awak dan dipasang pelatih Rusdy Bahalwan sebagai starter penjaga gawang Surabaya Selection. Di depan kiper berdarah Minang ini, ada trio Herry Kiswanto sebagai libero sekaligus kapten plus duo stopper Toyo Haryono dan I Made Ngurah Jayawijaya.

Trio bek bersama kiper Sukron harus menghadapi duo penyerang andalan AC Milan, Gianluigi Lentini dan Dejan Savicevic. Kala itu, AC Milan datang tanpa Franco Baresi, Paolo Maldini, Demitrio Albertini, serta Roberto Donadoni karena tampil pada Piala Dunia 1994 di AS.

Namun, Lentini dan Savicevic disokong pemain sayap maupun pilar lini kedua mumpuni macan Christian Pannuci, Stefano Torissi, sampai Filippo Galli. Hanya saja, Surabaya Selection yang digempur sejak sepak mula tak mampu membuat pemain depan AC Milan membobol gawang tuan rumah.

Bahkan, Lentini yang berstatus pemain termahal di dunia saat itu seolah frustrasi dan sempat bicara keras ke Sukron. “Saat itu, saya memang ambil kaki Lentini dan sedikit keras. Dia langsung bicara dalam bahasa Italia dengan wajah memerah seperti marah,” ujar Sukron, dikutip Skor.id.

“Mungkin ya mungkin, Lentini bilang jangan terlalu kasar ambil kaki, kami harus main sportif karena tindakan itu berbahaya,” tuturnya sambil menggenang momen itu.

Sayang, Sukron yang sepanjang lebih dari 40 menit babak pertama mampu membuat frustasi penyerang AC Milan tak bisa melanjutkan pertandingan. Sebab, dia harus meninggalkan lapangan bahkan stadion lebih cepat karena cedera pada bahu kanannya.

“Saya harus mendapat perawatan intensif karena bahu kanan cedera. Bahkan, saya harus dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lanjutan dari lapangan,” ujar Sukron.

“Cedera itu saya terima setelah Savicavic tak sengaja jatuh dan menduduki tangan saya. Saya pun kesakitan dan tak mungkin melanjutkan laga.”

Meski gagal melajutkan laga dan timnya kebobolan setelah kiper Surabaya Selection dijaga Yan Herdiansyah, Sukron merasa bangga. Sebab setelah pertandingan dan saat di hotel, dia menerima titipan dari kiper AC Milan saat itu Sebastiano Rossi.

Susanto atau yang akrab disapa Haji Santo, manajer Surabaya Selection membawakan jersey milik Rossi yang spesial diberikan kepada Sukron. “Rossi memperhatikan penampilan saya, tetapi cedera tak bisa membuat lanjut meneruskan laga. Lalu Pak Haji Santo datang ke kamar menyerahkan jersi dari Rossi itu,” ujar Sukron.

“Jersey kiper milik Rossi masih saya simpan, tetapi tak pernah dipakai. Jersi itu besar sekali, sesuai badan Rossi yang memang tinggi dan besar.”Sukron terkekh.

“Yang pasti, melawan AC Milan itu adalah pengalaman main berharga saya sebagai pesepak bola. Malam sebelum laga itu, saya penasaran dan susah tidur,” tutur kiper timnas Indonesia pada SEA Games 1993 ini.

Saat menjadi bagian Surabaya Selection, Sukron adalah penjaga gawang klub Liga Indonesia asal Kota Pahlawan, Assyabaab Salim Grup Surabaya (ASGS). Sebelum gabung ASGS, Sukron adalah penjaga gawang Arseto Solo. Sayang, kedua klub Galatama itu kini sudah tinggal nama.

Untuk M Sukron Chaniago, yang juga kiper Timnas Pra Olimpiade 1991, dan satu dari dua putra minang di tim itu. Satu lagi adalah Nilmaizar. Dia menyebut partai kontra AC Milan selalu diingat sebagai pelajaran berharga dalam bagian hidupnya.(*)

Sumber: topskor.id

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Kualifikasi Piala Dunia 2022 Ditunda, Timnas Senior Indonesia “Nganggur” Hingga Akhir Tahun

Jadwal Semifinal Liga Eropa 2019-2020; Manchester United dan Inter Milan Wajib Waspada