in ,

Legenda Chelsea ekspos perkembangan skuad Garuda Select III

Sepakbola Indonesia

Dennis Wise, Direktur Sepakbola Garuda Select/Foto: PSSI TV

Inggris, bolabeten – Skuad Garuda Select III yang menjalani program latihan dan berkompetisi di Inggris, menunjukan peningkatan yang bagus.

Walau tim ini baru satu kali melakukan pertandingan yakni saat melawan Port Vale. Kemudian hanya bisa fokus pada latihan pre-season karena terkendala status lockdown di sana. Namun, program pre-season dengan menu melatih kekuatan fisik dan beberapa pertandingan uji coba internal, dilalui para pemain dengan baik.

“Secara keseluruhan, para pemain bisa melewati program latihan pre-season dengan baik. Dari sana juga tim pelatih bisa mengetahui kesanggupan fisik serta kondisi psikologis dari para pemain. Saya tahu itu berat karena standar yang digunakan adalah standar untuk tim utama di sini, tapi saya bisa melihat mereka (para pemain) bersungguh-sungguh melakukannya,” jelas Dennis Wise, Direktur Sepakbola Garuda Select.
.
Dennis juga menilai peningkatan terpesat ditunjukkan oleh Hokky Caraka, Rendy Sanjaya, serta Elia Di Giuliomaria. Berposisi sebagai striker, Hokky memang telah memiliki kemampuan penyelesaian akhir yang cukup baik. Namun, kini dirinya sudah lebih mampu untuk membantu meningkatkan permainan tim secara keseluruhan.

“Saya dapat katakan bahwa kemampuan Hokky telah mengalami banyak peningkatan. Pergerakan dan penguasaan bolanya sudah jauh lebih baik. Hokky telah bekerja keras untuk meningkatkan hal tersebut,” kata pelatih yang menghabiskan sebagian besar karirnya sewaktu bermain di Chelsea, 1990 hingga 2001.

“Dia juga mampu bekerja sama dengan baik dengan Lorenzo (Berra) di lini depan dan terus berusaha meningkatkan kerja sama di antara mereka. Selain itu, dia memiliki penyelesaian akhir yang baik. Jadi, jelas Hokky adalah salah satu pemain yang paling berkembang.”

Dennis juga menyebut nama lain, Rendy orangnya. Menurutnya, pergerakan gelandang kelahiran Bajra, Bali pada 11 April 2004 tersebut sudah jauh lebih efektif dibandingkan waktu awal tiba di Eropa.

“Rendy memiliki keseimbangan dan mampu memberikan operan yang akurat. Meski tidak semuanya sukses, tapi saya percaya pemahamannya akan permainan cukup baik. Ini merupakan hal penting baginya. Sebelumnya, Rendy seperti kebingungan dan sering kehilangan posisi, tetapi sekarang dia lebih memahami hal yang dibutuhkan dari dirinya. Rendy juga memiliki kecepatan,” jelasnya.

“Bagaimanapun dia masih harus lebih memahami kapan waktu yang tepat untuk maju menyerang dan bertahan, serta bisa melakukan operan dengan lebih baik lagi.”

Selain Rendy, perkembangan Elia sebagai gelandang juga mendapatkan perhatian khusus dari Dennis. Terutama setelah pemain yang bergabung dari Tim Junior Como 1907 tersebut diminta untuk belajar dan mengemban peran lebih menyerang.

“Kami mencoba memainkan Elia di posisi yang lebih menyerang. Dia bekerja dengan sangat keras dan mampu menjalankan peran tersebut dengan sangat baik. Dia sangat kuat, mampu membaca arah permainan, dan sering memberi operan yang baik. Dirinya hanya masih perlu untuk memperbaiki intuisinya dalam pengambilan keputusan,” tutup Dennis. (*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Status lockdown Inggris dilonggarkan, latihan Garuda Select III normal kembali

Ketua Umum PSSI optimis Timnas Wanita Indonesia Berprestasi di Sea Games 2021