in ,

Klub-klub Liga 2 Mulai Gerah: Sriwijaya FC Setop Gaji, Perserang Belum Gajian, PSBS Biak Mungkin Mundur

Padang, Prokabar – Status kompetisi Liga 2 2020 yang belum jelas kjelanjutakannya, membuat klub-klub mulai menejerit. Sebagian mulai mengambil ancang-ancang ambil sikap.

Manajemen Sriwijaya FC (SFC) sudah berencana menyetop gaji pemain pada Juli nanti, jika kompetisi dihentikan. Karena sponsor SFC sudah tidak bisa berbuat apa-apa dalam kondisi wabah corona seperti saat ini.

Manajer SFC Hendri Zainuddin mengatakan, berdasarkan Surat Edaran PSSI sebelumnya, tim diwajibkan menggaji pemain sampai Juni dengan maksimal 25 persen dari gaji semula, sementara mulai Juli dipastikan tidak ada pencairan uang dari sponsor SFC.

Karena sponsor SFC PT Bukit Asam, PT Pusri, Bank SumselBabel dan yang lain, akibat pandemi Covid-19 tidak bisa berbuat apa-apa. Tentunya secara otomatis SFC akan menyetop gaji.

“Kalau memang ada pengumuman kompetisi digulirkan kami segera lakukan rapat, tapi kalau kompetisi kita tidak ada, tidak ada gaji lagi untuk pemain,” kata Hendri.

Hendri menjelaskan, terkait sponsor ini sampai saat ini SFC masih berusaha meyakinkan beberapa sponsor, agar tetap komitmen dengan SFC dan tetap berharap kompetisi akan digelar tahun ini. “Kalau tidak ada kepastian kompetisi, sponsor tidak mungkin akan mencairkan uang,” katanya.

Tim wilayah barat lainnya, Perserang Serang juga mulai ngos-ngosan membayar “gaji buta” perangkat timnya, walau hanya 25 persen. Para pemain dan pelatih tim berjuluk Laskar Singandaru tesebut, bahkan dalam dua bulan: Maret dan April sama sekali belum nenerima gaji seperti yang dijanjikan manajemen tim.

“Awalnya antara kami para pemain dan pelatih sudah sepakat dengan manajemen, bahwa empat bulan gaji Maret, April, Mei, dan Juni akan sekaligus 100 persen diberikan tanggal 5 April,” kata kapten tim Perserang Serang, Idang Novriza Ali yang menjadi juru bicara para pemain dan pelatih tim

“Tetapi, karena pertimbangan masa bakti kepada tim, sejak seleksi, lalu perekrutan awal Maret, latihan, hingga pertandingan pertama tanggal 14 Maret, akhirnya kami sepakat meminta bayaran gaji bulan Maret 100 persen dan masing-masing 25 persen untuk gaji bulan April, Mei, dan Juni sesuai SKEP/48/III/2020 Ketum PSSI. Namun hingga saat ini, terutama 100 persen gaji bulan Maret dan 25 persen gaji bulan April tak kunjung dibayarkan sesuai janji manajemen.”katanya.

Tak kalah parah PSBS Biak, sepertinya sudah pasrah. Kondisi pandemi virus corona yang belum jelas kapan akan berakhir membuat klub asal Papua itu merasa tidak mungkin untuk melanjutkan kiprah pada kompetisi Liga 2 2020.

Terlebih di wilayah Papua pasien Covid-19 juga terus bertambah. Dalam rapat yang digelar manajemen klub, mereka membahas dan memutuskan lima poin. Salah satunya menyebutkan bahwa mereka sulit untuk melanjutkan kompetisi Liga 2 2020.

“Kami tidak dapat melanjutkan kompetisi Liga 2 tahun 2020, karena status siaga Covid-19 di Papua belum kembali aman bagi keselamatan nyawa manusia,” kata manajer PSBS, Jimmy Carter Kapisa.

Selain itu, pemerintah Provinsi Papua juga telah memperpanjang status tanggap darurat, penutupan akses transportasi udara dan laut, plus social distancing hingga 4 Juni mendatang.

“Ada edaran Gubernur Papua, instruksi Bupati Biak Numfor, tentang sosial distancing atau physical distancing tersebut hingga 4 Juni 2020,” Jimmy menambahkan. Sehingga kami pun tidak dapat melaksanakan kegiatan apa pun yang melibatkan banyak orang, serta penutupan jalur penerbangan udara dan perhubungan laut,” ucapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Wajah Hancur Dihajar Justin Gaethje, Tony Ferguson Dibawa ke Rumah Sakit

Apa Kabar Imral ‘Korea’ Usman? Mantan PSP Padang yang Pernah jadi Top Skor Persib Bandung