in , ,

Jordus Cup XVIII-2020 Ditiadakan, Lebaran Sepi tanpa Sepakbola di Sungayang

ADRIL MAHAPUTRA YOST
(Kompetensi : Wartawan Muda)

Sungayang, sebuah wilayah administrasi setingkat kecamatan di kawasan Kabupaten Tanah Datar. Berjarak sekitar 102 km, sekira 2,5 jam perjalanan darat dari Kota Padang, Ibu Kota Sumatera Barat.

Dari Kecamatan Sungayang banyak hal yang dapat jadi pengetahuan. Banyak hal yang bisa diketahui. Soal sejarah, hikayat ataupun tambo yang menuliskan asal usul permulaan etnis, suku Minang, Kerajaan Pagaruyung dan sebagainya.

Pastinya, Nagari Minangkabau ada dalam lingkup Kecamatan Sungayang, bersama Nagari Andaleh Baruh Bukik, Sungai Patai, Tanjung dan Sungayang, nagari yang namanya sama dengan kecamatan sendiri.

Sebagai salah satu nagari, Sungayang turut menghadirkan cerita era kekinian. Bukan hikayat ataupun tambo. Tapi menasbihkan sejarah dalam kancah persepakbolaan Sumatera Barat.

“Sebaiknya anda tahu !” mengambil kalimat seorang teman jurnalis. (Rizal Marajo – https://pelantang.id/post/features-sisi-lain-jordus-cup-di-sungayang-rutinitas-yang-tidak-membosankan). Dari Nagari Sungayang, sebuah turnamen sepakbola muncul. Jadi catatan sejarah itu. Melegenda karena sudah berjalan selama 22 tahun. Jordus (Jorong Duo Sungayang) Cup, turnamen sepakbola yang rutin dihelat H+3 Lebaran, Hari Raya Idul Fitri setiap tahunnya.

Bermula 1997, alek sepakbola tarkam (antar kampung) digelar untuk menghibur masyarakat yang pulang bersilahturahmi ke kampung halaman mereka, Sungayang.

Agaknya perantau Sungayang dalam merayakan silahturahmi Hari Raya Idul Fitri, tidak cukup dengan kunjung mengunjungi dari rumah ke rumah saja. Rasa kebersamaan antara yang di rantau dan di kampung halaman. Malapeh taragak bertemunya di lapangan sepakbola Pulai. Berbagi peran diambil Rang Sungayang.

Konteks Basamo Mako Manjadi, ba iyo-iyo. Ada yang menjadi panitia pelaksana. Menyuguhkan tontonan menarik kepada yang lainnya. Menjaga silahturahmi melalui olahraga.

Turnamen ini berkembang dari tahun ke tahun. Panpel mandiri menggelar Jordus Cup. Urunan dari perantau dalam membiayai alek basamo. Serta dari sponsorship yang selalu ingin terlibat tiap tahunnya. Serupa Oxygen Denim Indonesia ataupun Bank Rakyat Indonesia dan lain-lain. Hiburan Rakyat makin inovatif. Sponsor-sponsor menaburkan door prize dan hadiah-hadiah menarik bagi tiket penonton yang menang undian di sela-sela pertandingan.

Setelah edisi awal (1997-2002) diikuti tim-tim tarkam. Jordus Cup sempat vakum (2003-2008). Come back pada 2009, Hingga 2019 perbaikan demi sajian berkualitas tak luput dilakukan panpel.

Tetap dengan 8 tim peserta. Skema sistim gugur. Mengundang klub-klub amatir di Sumatera Barat, bahkan Riau dan Jambi. Mayoritas klub-klub anggota resmi PSSI, kontestan Liga 3 Indonesia, bergantian dan antri jadi peserta. Level pertandingan meningkat. PSPP Padang Panjang, PSP Padang, Gasliko Limapuluh Kota, PS. GAS Sawahlunto dan PS Dharmasraya bergiliran memuncaki turnamen. Selain itu, Persiju Sijunjung, Persepak Payakumbuh, Aroma Taram FC, Limkos FC , PSKB Bukittinggi dan lain-lain menjadikan Jordus Cup sebagai ajang pramusim.

Beberapa tim spesial juga pernah unjuk gigi. Jordus Cup (2009 dan 2012), Ramadhan FC, kumpulan pemain-pemain profesional asal Sumbar yang pulang kampung saat Lebaran tak ketinggalan berpartisipasi.

Sama halnya dengan tim rantau, Ikbar FC Jakarta yang acap kali membawa pemain-pemain asing tampil di Jordus Cup. Serupa Antonio Claudio, Benjamin, Mamadou Traore.

Tim Sepakbola Kecamatan Kota Tangah, Juara Turnamen Antar Kecamatan se-Sumatera Barat, Semen Padang U-20, Tim Sepakbola Pra PON Sumbar turut berkesempatan nimbrung di gelaran tahun lalu (2019).

Hiburan rakyat bukan lagi sekedar laga. Profesionalitas dalam penyelenggaraan jadi acuan dan konsep yang diutamakan. Kualitas pertandingan diracik. PSSI Sumbar telah merekomendasikan Jordus Cup sebagai turnamen yang layak diikuti. Tertib administrasi dan perangkat pertandingan. Kukuh “rules of the game”.

Patut sekali ajang ini berperan tambah jam terbang bibit-bibit maupun talenta pesepakbola Sumbar. Sebutlah Hengki Ardiles, legenda klub Semen Padang FC, mengorbit dari Jordus Cup II-1998.

Begitu pula deretan pemain Ranah Minang lainya yang sudah pensiun dari pemain profesional macam generasi emas PON 2004, macam Oktavianus, Rifky Firdaus, Tommi Pranata, Febi MC dan lain-lain

Jandia Eka Putra (PSIS), Tri Rahmad Priadi (Persiraja) pun sempat mencicipi keriuhan alek sepakbola Rang Sungayang ini.

Ada Arif Satria (Persebaya), Yohandes Saputra (Kalteng Putra) bersama PSP Padang di Jordus Cup XV-2017. Ataupun Aed Tri Oka (PSPS Riau) dan Dadang Tri Sismon (Tiga Naga FC), dua sosok anak Batusangkar yang senantiasa membela tim tuan rumah, Jordus FC, menjuarai beruntun edisi 2018 dan 2019.

Dapat dijumpai semua pesepakbola Sumbar berbagai generasi, tak luput mengenyam rancaknya lapangan Pulai, lapangan kampung yang representatif dalam menyipak si kulit bundar.

Pulai mempercantik diri tiap selesai turnamen. Menyambut tahun depan, selalu ada pembenahan. Seperti tribun penonton sekeliling lapangan. Penonton tidak lagi berdiri serupa tahun-tahun awal hajatan.

Hasil alek ditambah sumbangan perantau, dipergunakan memagar dan membeton tribun penonton. Pemkab Tanah Datar sumringah, Jordus Cup menjadi salah satu sarana unggulan untuk didatangi oleh pecandu bola kaki dari seluruh pelosok negeri.

Tahun lalu, Bupati Irdinansyah Tarmizi, yang rutin membuka dan menutup alek, mengatakan tribun utama akan di payungi menjadi tribun tertutup. Hmm.. turnamen lokal bergengsi Sumbar pantas disematkan. Stadion mini Pulai makin tacelak sajikan Jordus Cup XVIII-2020.

Namun sayang sungguh di sayang.. kerinduan tahunan di hari nan fitri, digantung angan. Jordus Cup XVIII-2020 terendap lara. Pandemi coronavirus mewabah. Anjuran pemerintah dalam memutus rantai Covid-19 meniadakan kerumunan, keramaian, pengumpulan massa.

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Juara MotoGP Sepanjang Masa: “The Doctor” Masih Pegang Rekor, Marquez Bersiap Susul Legenda

Persela Lamongan; Hanya Klub Kabupaten, 17 Tahun Eksis di Kasta Tertinggi tak Pernah Degradasi