in , ,

Jika Mau Meniru Langkah PSMS Medan, Inilah Pemain Liga 1 yang Bisa Diajak Semen Padang FC Pulang Kampung

Penulis: Rizal Marajo

Padang, bolabeten – PSMS Medan membuat langkah menarik menyambut lanjutan Liga 2 2020. Salah satunya berusaha mendatangkan para pemain putra daerah yang bermain di Liga 1 untuk memperkuat tim. Terbaru, mereka membuat klaim berhasil mendatangkan bomber ganas Ferdinand Sinaga dari PSM Makassar dengan status pinjaman.

Walau belum ada hitam diatas putih soal peminjaman itu, bahkan kubu PSM yang sedang kesulitan finansial belum memberi klarifikasi, namun berita tersebut membuat bursa transfer Liga 2 menjadi ramai.  PSMS juga akan memulangkan dua pemain lainnya, Paulo Sitanggang (Persik Kediri) dan Ghozali Siregar (Persib Bandung)

Jika langkah menarik PSMS Medan itu tidak menyalahi regulasi, Semen Padang FC sebagai pesaing PSMS Medan mungkin layak pula mempertimbangkan mengambil langkah serupa. Karena, cukup banyak putra daerah Sumbar yang bermain di klub-klub Liga 1.

Memang tidak mudah membawa mereka kembali pulang, itupun kalau manajemen Samen Padang tertarik melakukan langkah tersebut. Selain itu, para pemain yang dibidik juga belum tentu akan menerima tawaran pulang kampung.

Setidaknya ada enam pemain yang bisa dinego untuk dipinjam Semen Padang FC, dan bolabeten mencoba mengulas kemungkinan dan peluang mereka pulang.

1. Teja Paku Alam

Boleh dikatakan, membawa kiper asal Pesisir Selatan ini kembali ke Semen Padang sangat sulit. Bahkan nyaris hanya mission imposible. Teja yang sudah nyaman di Persib, bahkan kini menjadi kiper utama, pastinya lebih memilih bertahan di Persib.
Target besar Persib juara Liga 1 musim ini adalah sebuah tantangan yang ingin diwujudkan Teja. Pun, Teja pasti juga akan mengintip peluang kembali ke Timnas Indonesia, yang agenda terdekatnya adalah Piala AFF 2020. Jadi, Teja mungkin akan sulit diusik dari Persib.

2. Irsyad Maulana
PSM Makassar yang sedang kesulitan finansial untuk membayar gaji pemain, mungkin bisa menjadi celah untuk meminjam Irsyad, seperti halnya PSMS meminjam Ferdinand Sinaga. Apalagi, dalam persaingan di skuad, Irsyad juga tergolong berat.
Dari tiga laga Liga 1 sebelum dihentikan karena pandemi Corona, pemain 27 tahun ini jarang dapat menit bermain dan hanya jadi pemain pengisi bangku cadangan. Pesaing Irsyad salah satunya di posisi sayap, salah satunya adalah pemain naturalisasi, Ezra Walian.

3. Leo Guntara
Dibanding Irsyad, Leo lebih berpeluang dapat menit bermain di PSM Makassar. karena persaingan di posisi bek kiri tidak seketat posisi Irsyad. Walau begitu, bukan berarti peluang tertutup untuk memboyong Leo. Negosiasinya bakal alot.
Pertimbangan putra daerah dan punya ikatan emosional dengan Semen Padang mungkin bisa meluluhkan Leo kembali. Apalagi PSM sudah setengah hati menghadapi Liga 1 karena kondisi keuangan mereka. Ditambah kompetisi Liga 1 yang meniadakan degradasi, membuat PSM mungkin tak keberatan melego para pemainnya untuk dipinjaman demi memangkas biaya.

4. Novri Setiawan
Pemain ini setiap musim selalu disebut-sebut sebagai pemain yang layak diajak pulang kampung, tapi selama itu pula tak pernah terealisasi. Sama seperti Irsyad, nyaris mustahil mengeluarkan nak rang Piaman ini dari Persija Jakarta.
Novri sepertinya memang sedang berusaha menjadikan dirinya sebagai legenda tim ibukota. Dan, bebeerapa musim ini dia seperti tak mau diusik dari Persija, dan hatinya sepertinya sudah “orange” dan sulit untuk berpaling dari ibukota.

5. Gitra Yuda Furton
Sesungguhnya ini pemain potensial yang seharusnya sudah diamankan Semen Padang diawal musim. Sayangnya pemain serba bisa ini tak menearik selera tim pelatih. Justru, Arema melihat potensi Gitra, dan mengikatnya di menit-menit akhir penutupan bursa transfer.
Sepertinya layak juga dipertimbangkan Semen Padang untuk kembali menarik putra daerah satu ini. Walau terkesan menjilat ludah sendiri, tapi demi kedalaman skuad tak ada salahnya. Handicap-nya barangkali terbentur keinginan Gitra yang terobsesi membuktikan kemampuannya di kasta tertinggi bersama klub sebesar Arema.

6. Jandia Eka Putra
Memasuki musim ketiga di PSIS Semarang menunjukan kiper senior ini cukup betah di Kota Lumpia. Mungkin tak mudah membawa “Virgil van Dijk” ini kembali ke kota kelahirannya. PSIS Pun akan berfikir panjang untuk melepaskannya.
Dibutuhkan upaya yang sangat meyakinkan dari manajemen Semen untuk membuat PSIS memberi lampu hijau. Kalau dari segi ikatan emosional, diyakini hasrat membela Semen Padang masih cukup tinggi di hati pemain 33 tahun tahun ini. Akan manis juga menutup karir di klub kampung halaman yang sudah melambungkan namanya ke pentas sepakbola nasional.

Dengan kans dan peluang seperti itu, memang akan sulit bagi Semen Padang membawa para pemain tersebut pulang. Dan yang lebih menentukan, apakah ada kamauan manajemen Padang melakukan hal itu. Karena Semen Padang tak cukup punya ambisi melanjutkan Liga 2 demi meretas jalan kembali ke kasta elit.

Tidak seperti PSMS Medan yang memang jauh-jauh hari menunjukan antusiasnya kembali ke LIga 1. Bahkan gangguan pandemi Corona dan kebijakan PSSI menyunat jatah promosi ke Liga 1 tak membuat ambisi “Ayam Kinantan” meluntur. Bahkan Gubernur Sumut ikut ‘turun tangan” agar target PSMS ke Liga 1 bisa terwujud. Bagaimana Semen Padang? (*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Bursa Transfer Liga 2 2020 Ramai Lagi, Begini Regulasi PT LIB

Sebelum ke Malang, Bek Arema FC Ini Jalani Rapid Test di Padang