in ,

Indra Sjafri Dinilai Sudah Kelewat Batas, Sudah Salah Mengareh Pula

Jakarta, bolabeten – Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri yang bicara vokal menyerang pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), terus menjadi sorotan dan mendapatkan kritik pedas. Dia dianggap sudah kelewat batas, bahkan dinilai terlalu bernafsu mengambil-alih jabatan pelatih Timnas.

Indra dengan emosional dan reaktif menyebut Tae-yong telah berbohong dalam wawancara dengan media massa Korea Selatan. Disebutkan STY dalam wawancara itu, Indra melakukan tindakan indisipliner dan tidak meminta maaf.

Ketika itu Indra sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-19 meninggalkan rombongan tim pelatih usai pemusatan latihan di Thailand. Alasannya karena dia ingin datang dalam acara resepsi pernikahan.

Yang membuat STY kesal, Indra seolah tidak merasa bersalah dan tidak pernah minta maaf. Indra membalas menyebut STY telah berbohong, karena tidak berselang lama dari kejadian dia sudah melakukan permohonan maaf.

Sikap perlawanan Indra tak berhenti sampai di sana. Dia menganggap Tae-yong yang belakangan kontra kepada kebijakan PSSI sudah kehilangan kepercayaan diri untuk menuntaskan janji membawa Timnas Indonesia berprestasi.

Melihat polemik yang ada, pegiat sepakbola Indonesia, Lalu Mara Satriawangsa menganggap Indra sudah kelewat batas. Sebagai asisten, seharusnya dia tahu diri dan tidak kontra dengan pelatih kepala. Apalagi sebagai sesama pelatih, harusnya ada respect yang dikedepankan.

“Sepakbola itu ada respek. Saya lihat yang dilakukan Indra sudah kelewatan. Tidak pernah ada seorang asisten pelatih itu bicara pelatih kepala. Bicaranya demikian menyerang. Kesan saya tidak ada respek sama sekali,” tutur Lalu Mara saat hadir di Zoom Meeting I’m Gen Z Official, Senin (22/6).

Jika melihat awal mula masalah ini, dianggap Lalu Mara memang Indra sudah bersalah. Kepentingan pekerjaan ditepikan cuma untuk datang ke acara resepsi penikahan.

Sekarang, walaupun, sudah memberi klarifikasi dengan setengah ngeles, Indra Sjafri tetap jadi sorotan publik. Bahkan pria 57 tahun ini dibully habis-habisan oleh Netizen di akun media sosialnya. Nyaris tak ada yang memberi pembelaan untuknya.

Hal paling mencuat, Indra dianggat terlalu bernafsu dan menghalalkan segala cara untuk menjadi pelatih Timnas. Banyak yang mengecam sikap Indra Sjafri tersebut, yang seperti memancing di air keruh.

Mau tak mau orang dengan mudah menyebut Indra sangat ambisius untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia Senior. Banyak juga yang mengaku telah kehilangan respect dengan Indra dan menyayangkan sikapnya yang terlalu ambisius dan mengerdilkan reputasi dunia STY.

Apalagi, sebelumnya Indra yang sempat percaya diri bisa melatih Timnas senior. Hal tersebut diungkapkannya usai membawa Timnas U-22 ke final SEA Games 2019. Setelah menang melawan Myanmar di semifinal, dalam konferensi pers, Indra mengutarakan penilaian atas dirinya sendiri.

Bahkan dengan lantang menyatakan kesiapan melatih Timnas Indonesia senior. “Tolong sampaikan dan tulis di semua media di Indonesia, yakni ‘Indra Sjafri adalah pelatih yang memiliki progres yang baik,’” ujar pelatih asal Sumatera Barat itu.

Sayang, Timnas U-22 gagal menjadi juara. Garuda Muda harus puas menjadi runner up usai takluk 0-3 dari Vietnam di final. Impian Indra Sjafri melatih Timnas senior gagal terwujud. PSSI lebih memilih untuk mengontrak Shin Tae-yong sedangkan Indra hanya jadi asisten pelatih.

Setelah kasus indispliner di Thailand, Indra justru diangkat PSSI jadi Direktur Teknik, yang berarti jadi atasan langsung Shin Tae-Yong. Terang saja pelatih asal Korsel itu gusar, karena mengangkat asisten indispliner menjadi Dirtek hanya ada di Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Pendapat dan Saran Asprov se-Indonesia soal Liga 3 2020 di bawa ke Exco, PSSI Sumbar Minta Lakukan Kajian Mendalam Sebelum Kompetisi Digulirkan

Dihuni deretan pesepakbola muda Liga Indonesia, setiap pekan Silahturahmi FC rutin jajal tim amatir Kota Padang dan sekitarnya