in ,

In Memoriam Alfred Riedl : Evan Dimas dan Abduh Lestaluhu terkenang momen Piala AFF

Timnas Indonesia

Evan Dimas, Riedl dan asistennya Pikal/foto: IG Evan Dimas

Jakarta, bolabeten – Meninggalnya mantan pelatih Tim Nasional Indonesia asal Austria, Alfred Riedl, pada Selasa malam (8/9/2020) menguak kenangan mendalam oleh dua pemain muda Indonesia, Evan Dimas Darmono dan Abduh Lestaluhu.

Rasa kehilangan pelatih yang telah memberikan keduanya kesempatan emas bermainn di Timnas Indonesia Piala AFF kala itu, diungkapkan keduanya di laman resmi federasi, pssi org.

Evan Dimas Darmono mengakui rasa kehilangannya selaku pemain yang pernah masuk tim dibawah Alfred Riedl untuk Piala AFF tahun 2014 dan 2016.

“Memang kita sudah lama tidak mendengar berita beliau. Terus sekarang tiba-tiba ada kabar meninggal,” tutur Evan.

“Semoga amal beliau di dunia diterima di sisi Tuhan dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” sambungnya.

Begitu pula yang disampaikan Abduh Lestaluhu, yang menyampaikan Alfred Riedl sebagai sosok penting dalam kariernya. Kesempatan Abduh Lestaluhu di level Timnas Indonesia diberikan oleh Riedl, debut pada 6 September 2016.

Abduh ketika dilatih Riedl/IG Abduh

“Saya turut berduka cita atas kepergian Coach Alfred Riedl, saya sangat-sangat merasa kehilangan, karena beliau pelatih yang sangat-sangat berjasa dalam puncak karier saya,” kenang Abduh.

“Di tangan beliau saya dapat merasakan debut manis bersama Timnas Indonesia senior melawan Malaysia pada 2016 silam. Beliau pelatih yang baik, disiplin, dan pekerja keras. Saya berdoa semoga coach Alfred mendapatkan tempat yang baik,” ujarnya menambahkan.

Alfred Riedl, di Vienna, Austria, 2 November 1949 dan tutup usia 7 September 2020 di usianya yang ke-70 tahun. Sebagai pemain, dia adalah ujung tombak tim yang pernah bermain di klub-klub seperti FC Antwerp, Standard Liege, FC Metz, dan lainnya.

Alfred Riedl dalam karir pelatihnya bersama Timnas Indonesia, ada di rentang 2010-2011, 2013-2014 dan yang terakhir di tahun 2016. Prestasi terbaiknya di Indonesia sebagai pelatih adalah membawa timnas dua kali menjadi runner-up Piala AFF di tahun 2010 dan 2016.

Selamat jalan, Coach. Pengabdian dan kerja kerasmu pernah membuat pencinta sepak bola Indonesia merasa bangga. (*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

59 Negara Larang WNI Masuk, TC Lanjutan Timnas U-19 Indonesia Terancam Batal

“Sasaka” dari Iwan Bule, Belum Lengkap Kompetisi tanpa Semen Padang FC