in , ,

HISTORIA 1980: PSP Padang imbangi (1-1) Warna Agung Jakarta, Juara Galatama musim perdana 1979

Tangkapan layar PSP Padang masa lalu/istimewa

Padang, bolabeten – PSP Padang, tim amatir di Liga 3 Indonesia sekarang ini, tapi tak dipungkiri termasuk salah satu klub yang ikut melakoni sejarah awal munculnya kompetisi resmi sepakbola nasional oleh PSSI di tahun 1951-1979 silam.

Sepanjang kompetisi yang bernama Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PSSI, kiprah PSP Padang cukup diperhitungkan setiap musimnya.

Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Persija Jakarta, PSM Makassar, PSMS Medan dan sebagainya, acap kesulitan mengantisipasi kecekatan skuad masa lalu PSP Padang, Yus Etek, Mizarmi, Lim Tek An, Arifin, Sagar Koto, Zulfar Djezed, Oyong Liza, Suhatman Imam dan lain-lainnya.

Era Kejurnas PSSI (1951-1979) berakhir, PSSI mengganti rupa kompetisi sepakbola nasional menjadi dua macam, Perserikatan (amatir 1980-1994) dan Galatama (semi pro 1979-1994)

PSP memulai era Perserikatan 1980 dari Divisi Satu, disamakan dengan keberadaan terakhir di Kejurnas PSSI 1978 dan 1979/80, yang berkompetisi dari babak kualifikasi untuk mencapai tingkat nasional.

Fokus ke tahun 1980, sebelum Divisi Satu Perserikatan berjalan. PSP mengikuti sebuah turnamen sepakbola perebutan Piala Gubernur Sumatera Selatan, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kodam Sriwijaya. Diikuti pula oleh Warna Agung Jakarta, Persib Bandung, dan tuan rumah PS Sriwijaya Palembang, dari 22-24 Agustus 1980.

Warna Agung adalah tim yang tiga bulan sebelumnya, (Mei 1980), berhasil menjadi juara (Divisi Utama) Galatama I/1979-1980.

Sementara PSP dan Persib merupakan dua tim yang sedang berjuang untuk menuju Divisi I Perserikatan 1983 (tingkat nasional). Sedangkan tuan rumah PS Sriwijaya merupakan nama PS Palembang dulu.

Performa PSP dengan pemain-pemainnya, serupa Ikrardinata, Irawadi Uska, Amna Rahim, Arif Pribadi, Idrus Ali, Khairil Ansar, Tukijan, Evi Sardinal dan lainnya cukup mentereng dengan mengalahkan PS Palembang (3-0) di laga pertama, 22 Agustus 1980.

Pada laga kedua, 23 Agustus, PSP ditahan imbang (1-1) Persib Bandung yang saat itu dilatih Marek Jonata (Polandia) dan dihuni Boyke Adam, Wawan Hermawan, Sobur (kiper), Atang Djunaedi, Cornelis Rudolf, Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Atik Supriadi, Wolter Sulu, Yana Rodiana, Vence Sumendap, Adjat Sudradjat, Wardiat, Bambang Sukowiyono, Itang Djuhaeni, Wawan Karnawan ,Suhaeri, Suhendar, Herry Fattah

Jelang laga hari terakhir, 24 Agustus 1980, Klasemen sementara dipuncaki Warna Agung yang sudah memetik dua kemenangan atas Persib dan PS Sriwijaya Palembang.

Sedangkan PSP Padang diurutan kedua, berkat kemenangan atas PS Sriwijaya Palembang dan seri dengan Persib Bandung.

Untuk meraih gelar juara, PSP harus mengalahkan Warna Agung di partai kunci. Namun, PSP Padang harus puas berbagi angka (1-1) dengan Warna Agung yang berkekuatan pemain-pemain mentereng zaman itu, Viktor Turangan, Tinus Heipon, Timo Kapisa, Rully Nere, Marseily Tambayong, Simson Rumahpasal, Stefanus Sirey, Jeffrey Pranata, Renny Salaki, Endang Tirtana, Gusnul Yakin, Risdianto dan Ronny Pattinasarani. (*)

Hasil Lengkap Pertandingan :
22 Agustus 1980:
Warna Agung vs Persib 2-1
PSP vs PS Sriwijaya 3-0

23 Agustus 1980:
Persib vs PSP 1-1
Warna Agung vs PS Sriwijaya 6-1

24 Agustus 1980:
Persib vs PS Sriwijaya 3-0
Warna Agung vs PSP 1-1

KLASEMEN AKHIR :
1. Warna Agung (Jakarta) 3-2-1-0 (9-3) 5 CHAMPIONS
2. PSP (Padang) 3-1-2-0 (5-2) 4 = RUNNER UP
3. Persib (Bandung) 3-1-1-1 (5-3) 3
4. PS Sriwijaya (Palembang) 3-0-0-3 (1-12) 0

*) berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Pemain Wajib Patuh! 5 Peraturan Disiplin Tingkat Tinggi yang Diterapkan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Moto2 Republik Ceska 2020: Pembalap Andalan Indonesia Masuk Finish Paling Akhir, Pembalap Malaysia Tembus 10 Besar