in , ,

Gelandang Timnas U19 2017 Menolak Pasrah, Yakini Setiap Ujian Hidup Pasti Ada Hikmahnya ! Apa Kabar Muhammad Iqbal ‘Kudu’ ?

Pesepakbola Muda Sumbar

Iqbal usai menjebol gawang lawan di Piala AFF U18-2017 silam/istimewa

Pariaman, bolabeten – Muhammad Iqbal, satu lagi talenta muda berikutnya pesepakbola asal Sumatera Barat (Sumbar) pernah hadir di Tim Nasional (Timnas) Indonesia U19 tepatnya tiga tahun silam, 2017.

Menghuni lini tengah, Ia termasuk pemain penting Timnas U-19 kala itu. Berposisi sebagai Gelandang serang, metronom dalam menopang lini serang yang ditempati Syahrian Abimanyu, Egy Maulana Vikri, Febi Eka Putra, Hanis Saghara dan Rafli Mursalim.

Iqbal dan kawan-kawan menyuguhkan permainan atraktif dan offensif. Skema menyerang pepeda (pendek-pendek-panjang) tiki taka ala Indonesia tim yang juga diasuh Indra Sjafri mengantarkan Indonesia jadi tim terproduktif sepanjang turnamen. Melesatkan 26 gol dalam 6 pertandingan. Tiga gol ikut terlahir dari kaki Iqbal.

Sayang, prestasi Timnas U-19 di Piala AFF U18-2017 di Myanmar (4-17 September) hanya merenggut juara tiga, gagal mengulang era keemasan Evan Dimas dan kawan-kawan juara Piala AFF U19-2013.

Usai Piala AFF U18-2017, Iqbal cs menyiapkan diri untuk mengikuti kualifikasi Piala Asia U19-2018 (31 Okt-8 Nov 2017). Bergabung dengan Korea Selatan. Indonesia menduduki runner-up grup F dan tetap lolos ke Putaran Final Piala Asia U19-2018.

Kegemilangannya di Timnas menarik minat Persika Karawang yang berkompetisi di Liga 2/2018. Ia pun tetap masuk proyeksi Timnas U19 untuk Piala AFF U19-2018 selanjutnya di (1-14 Juli) menjelang Putaran Final Piala Asia U19-2018, (18 Okt-4 Nov), dua ajang beruntun yang digelar di Indonesia.

Tapi, asa tinggi bermain dihadapan publik sendiri mesti dipendam Iqbal. Cedera mendera ketika mengikuti pemusatan latihan (TC). Cedera lututnya meminggirkannya dari dua ajang beruntun Timnas U19.

Praktis di penghujung 2018 hingga pertengahan 2019 Iqbal hilang dari peredaran persepakbolaan nasional. Dirinya nyaris putus asa, berpikir akan habis di usia begitu muda.

Namun dorongan dari lingkungan keluarga dan orang-orang yang peduli padanya membangkitkan semangat Iqbal, tak menyerah begitu saja. Operasi dijalani di Jakarta. Berkutat dengan pemulihan cedera, berjuang keras pulih secepatnya.Pemain berkaki kidal itu sembuh.

Di pertengahan 2019, Iqbal mengejutkan publik sepakbola nasional. Lama tak terdengar, tiba-tiba ia diberitakan bergabung ke PSMS Medan untuk kompetisi Liga 2/2019.

Starter PSMS Medan miliknya. Ia menjadi tumpuan tim Ayam Kinantan pada awal-awal putaran pertama Wilayah Barat. Hingga laga pekan ke-6, PSMS kontra Blitar Bandung United di Stadion Teladan, Medan, (19/7/2019), petaka kembali menimpa Iqbal.

Baru saja kembali ke lapangan hijau, nasibnya tak elok. Jebolan PPLP Sumbar itu ditengah pertandingan alami robek pada ligamen anterior lutut. Cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament) pada lutut kirinya. Untuk kedua kalinya, karirnya pilu seketika. Di akhir putaran pertama PSMS memutuskan kerjasama.

Dilepas, bukan berarti manajemen PSMS Medan lepas tangan. PSMS mengobati cederanya. November 2019, Iqbal menjalani operasi lutut di salah satu Rumah Sakit Kota Medan. Vonis enam bulan untuk pemulihan harus kembali dijalani. Ujian hidup yang kedua yang harus dihadang.

Namun, ikhtiar, tawakal, sabar dan telaten melakoni terapi, muaranya positif. Pintu lapangan hijau terbuka lagi. Sejak April 2020, Ia telah menjejakan kaki ke lapangan sepakbola AMS, berlatih rutin pagi dan sore di kawasan Pariaman Selatan.

Dikawal Alan Martha, rekan pesepakbola sekampung halaman, Padang Pariaman yang juga wonderkid Timnas Indonesia usia muda era 2007-2011, Iqbal berlatih serius mengembalikan kondisi dan kebugaran. Begitupula sentuhannya.

“Ya, kami berdua selalu berlatih tiap pagi dan sore. Saya lihat tekadnya sangat kuat untuk kembali ke lapangan hijau,” tutur Alan kepada bolabeten.com, Sabtu pagi (30/5/2020).

“Insha Allah, saya yakin musim depan Iqbal bisa kembali ke Liga Indonesia. Semangatnya luar biasa setiap latihan. Iqbal masih muda. Prospeknya masih panjang untuk sepakbola nasional,” imbuhnya.

Layaknya Iqbal tak mau berlama-lama tenggelam lebih dalam. Tekadnya, muncul lagi kepermukaan. Beredar lagi di persepakbolaan nasional.

Menilik rekan-rekan semasa di Timnas U19-2017, mayoritas telah menjadi pilar klub-klub profesional. Serupa Egy yang bermain di klub Lechia Gdanks Polandia. Ataupun Firza Andika, Asnawi Mangkualam (PSM Makassar), Rachmat Irianto (Persebaya), Saddil Ramdani, Nurhidayat Haji Haris (Bhayangkara FC), Syahrian Abimanyu (Madura United FC) dan lain lainnya.

Kepada bolabeten.com, Sabtu sore, Iqbal mengungkap jelas hasratnya on the track dimana ia seharusnya berada.

“Perjuangannya, saya tetap latihan seperti biasa. Dipandu sama fisioterapi. Tekad saya, tidak boleh menyerah,” tegasnya.

“Karena saya yakin, setiap ujian itu pasti ada hikmah didalamnya,” tukas Kudu, sapaan lain Iqbal yang lekat dikalangan pesepakbolaan Sumbar. .

Alan Martha (kiri) dan Iqbal (kanan)

BIODATA

NAMA : Muhammad Iqbal
TEMPAT LAHIR : Kudu Ganting, V Koto Timur, Padang Pariaman
TGL LAHIR : 27 Okt 2000
TINGGI : 170 cm
BERAT : 64 kg
POSISI BERMAIN : Gelandang (Pemain Tengah)

KARIR
2016-2018 : PPLP Sumbar
2017 : Timnas Indonesia U19 (12/3 gol)
2018 : Persika Karawang
2019 : PSMS Medan

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Terungkap di Rapat Virtual PSSI, Klub klub Liga 2 2020 maunya Kompetisi Dihentikan

Dokter Timnas Indonesia : Jangan Anggap Remeh ! Liga 1 dan Liga 2 Rentan Bahaya Bergulir di masa ‘New Normal’,