in ,

Ganasnya Atalanta Bergamo, Dari Tertuduh Penyebar Corona di Italia, Kini Mulai “Mengintip” Scudetto

Serie A Italia

Bergamo, Italia – Keberhasilan Atalanta menembus posisi kedua klasemen Serie A Italia, membuat klub mediocre ini mulai “mengintip” peluang untuk merebut scudetto Serie A Italia musim ini.

Atalanta menjadi salah satu tim terganas di Serie A Italia saat ini, setelah membantai Brescia dengan skor 6-2, di pekan 33, Kamis WIB. Ini membuktikan, Atalanta, seakan tak mau berhenti untuk terus tampil impresif musim ini. La Dea alias Sang Dewi terus melanjutkan tren positif dengan meraih 11 laga tanpa kekalahan.

Dari 11 laga itu, Atalanta memenangkan 10 di antaranya yang mana sebanyak 9 kali diraih secara beruntun. Raihan ini jelas bukanlah capaian sembarangan.  Meski belum mampu merebut puncak klasemen dari Juventus, namun Atalanta bisa dibilang tim paling impresif musim ini. Bagaimana tidak, 93 gol berhasil mereka cetak sampai pekan ke-33.

Skuat asuhan Gian Piero Gasperini juga dijuluki monster karena sering membantai lawannya dengan skor-skor besar.  Kemenangan 6-2 atas Brescia dini hari tadi merupakan kemenangan keenam yang diraih mereka dengan menceploskan lima gol dalam satu laga.

Atalanta lebih baik dari rekor AC Milan di tahun 1959. Udinese jadi korban pertama La Dea pada pekan ke-9 saat dihabisi dengan skor 7-1.  Kemudian disusul oleh AC Milan (5-0), Parma (5-0), Torino (7-0), dan Lecce dengan skor 2-7.

Bahkan, kemenangan 5-0 atas Milan dan Parma diraih secara beruntun. Kemudian teranyar, Atalanta barus saja menghabisi Brescia dengan skor 6-2.  cukan soal gol saja, diam-diam Atalanta pun terus merangkak di tangga klasemen.

Dari yang ada di posisi empat, Atalanta kini sudah nangkring di posisi kedua alias runner-up. Siapa sangka Josep Ilicic dkk sukses menyalip Lazio dan Inter Milan dan bersaing merebut scudetto dengan Juventus di Serie A Italia.

Asa Scudetto kini mulai menghinggapi klub yang sempat dituding sebagai salah satu klaster penyebar Corona di Italia ini. Sebetulnya bukan kali ini saja mereka mengejutkan, namun musim ini istimewa karena mereka secara langsung menantang dalam persaingan scudetto.

Sejak pekan ke-23 Atalanta stabil di posisi keempat klasemen persis di bawah Juventus, Inter Milan, dan Lazio. Target peringkat keempat alias zona Liga Champions adalah paling realistis bagi mereka musim ini.

Apalagi Lazio dan Inter Milan menunjukkan penampilan impresif di awal dan pertengahan musim. Namun, perlahan-lahan, Inter Milan mulai kehabisan bensin.  Kejatuhan Inter Milan juga diikuti oleh Lazio.

Selepas jeda pandemi, Lazio tampil inkonsisten hingga harus merelakan gelar scudetto yang telah mereka idam-idamkan selama 20 tahun terakhir.

Di saat rival berjatuhan, Atalanta justru tampil impresif. Dimulai dari pekan ke-21 saat membantai tuan rumah Torino 0-7, Atalanta seakan tak terhentikan.  Setelah itu mereka meraih 11 kemenangan dan 2 kali imbang serta tanpa merasakan kekalahan.

Sampai pekan ke-33, mereka nangkring di posisi kedua dengan 78 poin berselisih tujuh angka dari Juventus yang ada di puncak.  Dengan laga yang masih menyisahkan lima pertandingan (15 poin) masih sangat mungkin mereka meraih gelar scudetto musim ini dan mengakhiri dominasi Juventus.

Bisa dibayangkan bagaimana perasaan fans Atalanta saat ini. Pada pekan ke-23, mereka berjarak 12 poin dari Inter dan Juventus (sama-sama 54 poin). Atalanta bahkan masih dipisahkan 11 poin dari Lazio yang ada di posisi ketiga dengan 53 poin.

Lalu pada pekan ke-26, atau pekan terakhir sebelum kompetisi dihentikan karena pandemi, Atalanta (51 poin) berjarak 11 angka dari posisi kedua Lazio (62 poin).  Kini, selesai pekan ke-33, La Dea sukses menyalip Lazio dan Inter Milan serta hanya berjarak tujuh angka saja dari Juventus. Bisa dibilang ini capaian terbaik mereka selama mengikuti Serie A Italia.

Sepanjang sejarah klub sendiri, hanya satu trofi Coppa Italia yang menjadi gelar prestisius di lemari trofi klub asal Kota Bergamo ini.

Jika tahun ini mereka sanggup mempertahankan performa dan Juventus tergelincir, maka musim 2019-2020 akan menjadi scudetto pertama mereka sepanjang sejarah dan menjadi kejutan terbesar di Serie A Italia setelah Hellas Verona pada 1984-1985.(*) 

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Andai Pekanbaru Tuan Rumah Liga 2 2020, Dua Eks. PSPS Tidak Setuju PSMS Main di Stadion Kaharuddin Nasution

Tragedi Sepakbola akibat tidak mematuhi Regulation and Safety FIFA, Football Stadium FIFA dan AFC Safety and Security Regulation