in ,

Futsal Sumbar tanggapi agenda Piala Liga dan Piala Presiden antar Provinsi rancangan Federasi mulai musim 2021

Kompetisi Futsal Nasional

Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Sumbar, H. Yasman Yanusar

Padang, bolabeten – Federasi Futsal Indonesia (FFI) akan memadatkan kompetisi futsal nasional mulai musim 2021 dengan mengagendakan Piala Liga Futsal dan Piala Presiden antar provinsi (AFP-Asosiasi Futsal Provinsi) se-Indonesia.

Dua rancangan FFI tersebut untuk memperkaya kompetitfnya pentas futsal Indonesia, mendampingi gelaran Pro Futsal League (PFL) yang berubah format dengan sistim kompetisi penuh.

Inipun kabar baik bagi pemain profesional karena akan berpengaruh terhadap durasi kontrak menjadi lebih lama.

Disadur dari bolalob, PFL 2021 kick-off pada awal Februari dan berjalan selama 5,5 bulan. Setelah kompetisi profesional tuntas, dilanjutkan dengan Piala Liga Futsal yang juga diikuti oleh tim-tim peserta PFL 2021 dengan format sistem gugur atau grup dan berlangsung sekitar 1,5 bulan.

Sementara Piala Presiden, mementaskan tim-tim futsal atas nama provinsi dibawah naungan AFP. Hajatan ini menyerupai kejuaraan AFP Futsal Championship yang sempat diadakan oleh FFI pada 2017 lalu.

Nantinya tim-tim daerah yang akan bertarung merupakan binaan Asosiasi Futsal Provinsi dengan batas usia dan regulasi sesuai domisili pemain masing-masing.

Menanggapi hal diatas, Ketua AFP Sumbar H. Yasman Yanusar menyambut baik rencana FFI tersebut.

Menurut Pak Haji, biasa Ia disapa, dengan adanya gangguan Covid pada tahun 2020 ini, semua tatanan yang telah direncanakan jadi rusak. Karena itu FFI akan menetralisir kondisi itu pada tahun 2021 guna menjemput yang ketinggalan kompetisi tahun ini.

“Acungan jempol untuk FFI dengan program ini,” sebutnya kepada bolabeten, Selasa siang (21/7/2020).

Pak Haji juga mengharapkan FFI mempertimbangkan penambahan strata kompetisi futsal nasional. Ia menjelaskan dengan tidak adanya sistim promosi ke Liga Pro 2021, karena ditiadakannya Liga Futsal Nusantara (Linus) 2020, hendaknya ada penambahan jenjang kompetisi antara Liga Pro dan Linus.

“Anggota Liga Pro pada tahun 2021 jadi 12 tim. Oleh sebab itu alangkah baiknya antara Pro dengan amatir ada lagi level kompetisi. Sekarang sudah ada 2 level, Linus dan Pro. Kalau ditambah satu level lagi jadi tiga level. Urutannya Liga Pro, tambahan level kompetisi dan yang ketiga baru Linus,” tutup Pak Haji.

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Eks Semen Padang FC sebut regulasi terbaru Liga 2 2020 untungkan klub Jawa, persulit klub Sumatera

PSSI Rilis Daftar Pemain Timnas Indonesia U-19, Terselip Dua Orang Anak Minang dan Satu Pemain Semen Padang FC