in ,

Features: Best XI Semen Padang FC Sepanjang Masa versi Nilmaizar

Padang, bolabeten – Nilmaizar dan Semen Padang FC adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Walau tak lagi bersama tim Kabau Sirah, namun catatan sejarah perjalanan karir Nilmaizar tak bisa dilepaskan dari tim ini.

Bagi Nil, Semen Padang adalah klub yang membesarkan namanya, juga sebuah ikatan emosional yang tak akan pernah hilang. “Jika nadi saya diiris, maka yang yang akan keluar adalah darah Semen Padang.”ujarnya suatu ketika, saat ditanya arti Semen Padang FC baginya.

Nil bergabung dengan Semen Padang, usai memperkuat tim nasional Pra Olimpiade 1991. Sebagai putra daerah yang sedang harum-harumnya di Timnas, Semen Padang sangat berhasrat membawa pulang pria kelahiran 2 Januari 1970 itu ke Semen Padang.

Sedikit kisah menarik awal Nil ke Semen Padang, bermula dari tantangan pelatih Suhatman Imam kepada manajemen tim saat itu. Suhatman mengatakan, jika mampu membawa Nilmaizar pulang ke Padang, berarti manajemen Semen Padang memang jempolan.

Manejer tim saat itu, Syafwan Arifin, bersama Heryandi Djahir mencoba tantangan itu. Nego dan bujukan meluluhkan Nil, walaupun saat itu Nil sudah terikat kontrak dengan klub galatama Arseto Solo. Klub milik Sigit Harjoduyanto itu memang menampung semua pemain eks proyek Garuda II.

Hanya satu permintaan Nil jika ingin membawanya ke Padang, yaitu jadikan dia sebagai karyawan PT. Semen Padang. Sebuah permintaan yang tak terlalu sulit diwujudkan saat itu. Sejak itulah pria kelahiran Payakumbuh itu resmi menjadi pemain dan karyawan PT. Semen Padang.

Sebagai bonus atas keberhasilan manajemen membawa Nil ke Padang, pelatih Suhatman Imam mendaulat Nil sebagai kapten tim. Dia menjadi kapten termuda, dan tahun 1992 Nil memimpin Semen Padang meraih gelar pertama di kancah nasional, yaitu Piala Liga Milo. Semen Padang menjadi wakil Indonesia di Cups Winner Cup Asia 1993.

Sayang karirnya di Semen Padang tak lama, hanya tujuh tahun. Sempat “hijrah” semusim membantu PSP Padang, Nil pensiun sebagai pemain setelah cedera yang tak tersembuhkan di kedua lututnya. Lutut kanannya cedera di hajar Bako Sadissou, dan lutut kiri di hancurkan Toyo haryono.

Setelah resmi pensiun, Nil menjajal karir sebagai pelatih. Kemauan dan tekad kuat, terus belajar, serta tak ragu mengambil lisensi kepelatihan membawa Nil menjadi pelatih yang berbakat. setelah kenyang jadi pelatih tim yunior Semen Padang, jadi asisten, tahun 2011 dia pertama kali jadi pelatih kepala penuh tim almamaternya.

Sejak itulah nama Nil berkibar, sebagai salah satu pelatih muda yang mulai diperhitungkan di Indonesia. Dia masuk jajaran pelatih level atas di Indonesia. Saat ini dia sudah menyandang lisensi tertinggi pelatih Indonesia, yakni AFC Pro.

Sempat berkiprah diluar Semen Padang, bersama Timnas Indonesia, Putra Samarinda, PS. Tira, dan sekarang Persela Lamongan, tapi bagi Nil Semen Padang adalah cinta matinya dan identitasnya yang tak akan pernah hilang. Dia merasa aneh jika bersama tim lain melawan Semen Padang, apalagi jika datang menempati bench sebalah kanan Stadion H. Agus Salim. Tapi sebagai profesional, Nil harus mengesampingkan hal itu.

=======

Terlepas dari semua itu, tentang Semen Padang FC, Nil ternyata mempunyai pilihan sendiri tentang pemain terbaik Semen Padang sepanjang masa. Jika dia sebagai pelatih, maka best XI pemain pilihannya adalah sebagai berikut, dengan formasi 4-4-2:

Kiper: Samsidar
Pemain asal Makassar ini pernah bekerjasama dengan Nil saat Semen Padang promosi ke Liga Super 2010-20111. Samsidar pemain yang petarung, mampu berkominikasi dengan bagus. secara teknis pun, kiper ini punya daya reflek dan antisipasi yang bagus di bawah mistar.

Bek Kanan: Hengki Ardiles
Inilah pemain yang sangat disukai Nil, pemain yang sangat kompeten dan jadi di dalam dan luar lapangan. Punya leadership bagus dan tak kenal kata menyerah. “Dia sangat profesional.”ucap Nil.

Bek Kiri: Afdal Yusra
Kecil mungkil, namun sangat berkelas di bek kiri. Skill bagus dan selalu 100 persen bermain. Tubuh kecil bukan alasan, dia tipikal bek modern pertama di Semen Padang.

Center Bek: Carlos Renato Elias dan David Pagbe
Untuk duet center bek, pilihan Nil jatuh pada duo asing ini. Tenang, berpengalaman, punya kemampuan diatas rata-rata, serta sangat profesional menjadi alasan Nil memlih dua pemain yang pernah dapat julukan publik “Tonggak Tuo” ini.

Gelandang: Yu Hyun-koo dan Masykur Rauf
Untuk mengisi lini tengah, Yu Hyun-koo adalah yang terbaik. Bagus bertahan dan menyerang, serta punya visi bermain yang bagus. Sulit mencari pemain bertipikal Yu ini. Gaya mainnya tak menarik, tetapi perannya vital dalam tim.
Sedangkan Masykur Rauf, menurut Nil adalah simbol teknik tinggi seorang gelandang yang belum ada duanya sampai sekarang di Semen Padang. Elegant, dan playmaker jempolan, tentunya visi bermain yang luar biasa, alasan Nil memilih pria bugis ini.

Winger: Ellie Aiboy dan Irsyad Maulana
Dua pemain beda generasi menjadi pilihan Nil untuk menjadi winger. Ellie Aiboy, disebutnya sayap kanan terbaik yang pernah dimiliki Semen Padang. Skill tinggi dan leadership adalah poin pentiung pria Papua ini.
Irsyad Maulana diposisikan Nil menjadi sayap kiri. Jika putra daerah satu ini berada dalam top form, maka dia adalah salah satu winger terbaik di Indonesia. Dia menilai pemain seperti Irsyad tak akan muncul setiapo tahun di Sumbar.

Striker: Delfi Adri dan Edwar Wilson Junior
Untuk duet lini depan, kombinasi ini dianggap Nil yang terbaik. Berbicara kemampuan dan kontribusi keduanya selama bersama tim, juga sangat mengesankan. Bagi Nil, kedua pemain ini identik dengan satu kata, yaitu gol.

Diluar Best XI itu, Nil juga memilih tujuh pemain lain yang menduduki bangku cadangan: Yaitu: Zulkarnaen Zakaria (kiper); Endra Mahyuni, Asfinal (belakang); Vendry Mofu (Tengah), Ahmad Syukri, Riko Simanjuntak (Winger); Marcel Sacramento (Depan). (*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Lelang Jersey Semen Padang Nomor 8 Milik Ellie Aiboy, Terjual Rp2 Juta

Memori “Tragedi Yokohama” Semen Padang FC 1993; Antara Pilu, Malu, dan Lucu