in ,

Exco PSSI tak Diajak Bicara Pembentukan Satgas Timnas, Ketuanya Malah Langsung Main Ancam Pecat Pelatih Timnas

Jakarta, bolabeten – Munculnya Satgas Timnas Indonesia terus menuai kritik. Kali ini, anggota Exco PSSI Hasani Abdulghani mengatakan, sebagai anggota exco, dirinya sama sekali tak pernah diajak bicara soal pembentukan satgas.

“Yang jelas kalau memang exco, itu exco bukan saya. Sebab, setahu saya, belum pernah ada rapat exco untuk membahas soal satgas,”ungkap Hasani, soal Stgas Timnas yang diketuai oleh Syarif Bustaman itu.

Artinya, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mungkin hanya meminta sebagian anggota exco untuk membicarakan pembentukannya. Hal itu tentu melanggar etika berorganisasi. Sebab, anggota exco adalah pemegang hak keputusan tertinggi di PSSI.

Seharusnya, jika membuat keputusan, seluruh anggota exco dilibatkan.”Sejauh ini saya belum sempat bertanya, karena saya pikir ada kolega saya di komite teknik dan pengembangan, yaitu Endri (Irawan). Tapi, kalau memang nanti di rapat exco hal ini dibahas, saya akan pertanyakan soal satgas ini,”bebernya.

Hasani menilai, satgas, terutama untuk penanganan timnas Piala Dunia U-20, tidak diperlukan. Cukup dengan Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri saja.”Itu kan salah satu tanggung jawabnya. Atau kalau mau diperlebar, ada Sekjen atau komite teknik dan pengembangan yang membawahkan timnas. Satgas ini dibentuk kalau sifatnya sudah darurat,”terangnya.

Dia juga menyarankan PSSI bersikap lebih bijak. Sosok Shin Tae-yong adalah pelatih besar. Pelatih berpengalaman dengan seabrek prestasi. Hal itu yang membuat PSSI tertarik merekrutnya akhir tahun lalu.”Oleh karena itu, tolong dikomunikasikan saja dengan baik. Tidak perlu pakai ancaman pecat segala. Karena yang rugi Indonesia juga nanti,”ucapnya.

Pengamat sepak bola Wesley Hutagalung mengatakan, PSSI seharusnya berpikir ulang soal satgas timnas. Terutama soal penamaan dan fungsinya. Menurut dia, sungguh tak elok jika menamakan satgas untuk timnas karena ditakutkan fungsinya adalah mencari kesalahan atau penjahat di tubuh timnas.

Dia menambahkan, sosok Shin Tae-yong pasti punya alasan kuat kenapa dirinya mau bicara blak-blakan soal PSSI. Wesley yakin sosok pelatih yang menangani timnas Korea Selatan ke Piala Dunia 2018 itu bukan tipikal pelatih sembarangan.

“Bukan tipikal pelatih yang mau mengorbankan kredibilitas dan nama baik sebagai pelatih papan atas di Korsel. Ini puncak kekesalannya soal program kerja dengan PSSI. Jadi, jangan terkurung pada polemik Shin Tae-yong dan Indra Sjafri. Jangan sampai lari dari pokok persoalan ya,”terangnya.

Sementara itu, Shin Tae-yong tetap berkomitmen menjalankan kewajibannya. Walau sangat kecewa dengan sikap PSSI, dia tetap menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh. Dia tetap melatih timnas Indonesia U-19 dan memberikan beberapa pekerjaan rumah sejak Jumat (19/6).

Hal itu dijelaskan asisten timnas U-19 Nova Arianto. Dia menuturkan, Shin Tae-yong masih sangat serius dalam TC virtual. Masih memperhatikan kondisi para pemain satu per satu dengan saksama. ’’Semua stafnya juga ikut. Besok (hari ini) kami lanjut TC virtual lagi,’’ jelasnya.

Nova bahkan ingat betul bagaimana pesan Shin Tae-yong kepada pemain dalam TC terakhir sebelum libur Sabtu (20/6) dan Minggu (21/6). Salah satu pesannya adalah menjaga asupan makan dan istirahat cukup meski libur TC selama dua hari. ’’Juga mengingatkan agar tetap waspada kalau keluar rumah, karena pandemi belum membaik,’’ kata mantan pemain Persebaya Surabaya tersebut.

Bahkan, kepada Nova, pelatih 51 tahun itu juga punya tugas tersendiri. Hal tersebut disampaikan langsung secara pribadi setelah TC virtual dengan para pemain. ’’Pesen untuk tetap kontrol pemain yang cedera sama asupan makan,’’ ucapnya.

Nova sendiri tidak mau mengomentari polemik yang terjadi antara PSSI dan Shin Tae-yong. Apalagi polemik dengan Direktur Teknik Indra Sjafri. Yang pasti, dia melihat komitmen Shin Tae-yong dalam melatih timnas U-19 tetap seperti biasanya. “Dia berharap ingin segera melatih anak-anak secara langsung,”tuturnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Koordinasi dulu dengan Manajemen, Nilmaizar Pertimbangkan Semua Aspek Persiapan Tim Persela Lamongan di lanjutan Liga 1 2020

Daftar 100 Pemain Sepakbola Paling Berharga di Dunia Saat Ini, Era Emas Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi Sudah Berakhir