in ,

Dokter Timnas Indonesia : Jangan Anggap Remeh ! Liga 1 dan Liga 2 Rentan Bahaya Bergulir di masa ‘New Normal’,

PSSI

Dokter Timnas Indonesia, Dr. Alwi Syarif/istimewa

Jakarta, bolabeten – Melalui virtual meeting beberapa waktu lalu, PSSI telah mendengarkan pendapat dan masukan semua stake holder maupun pihak-pihak terkait soal kelanjutan Liga 1 dan Liga 2 musim 2020.

Ada yang opsi lanjut dengan catatan dan ada klub yang meminta sebaiknya kompetisi dihentikan sampai tuntasnya seluruh kasus pandemi Covid-19 di Indonesia.

Dari dua pendapat tersebut. Melanjutkan kompetisi di saat belum redanya Covid-19 atau saat masa New Normal diberlakukan pemerintah, mendapat sorotan dari Dokter Timnas Indonesia, Dr. Alwi Syarif.

Diberitakan medcom id, Syarif Alwi mengatakan masa new normal justru cukup berisiko untuk terjadinya penularan Covid-19. Karena di masa itu semua orang akan bertemu secara fisik, termasuk dalam pertandingan sepak bola.

Ia menyarankan protokol kesehatan jika kompetisi positif dilanjutkan. Gunanya untuk meredam potensi penularan Covid-19 saat pertandingan, maupun di luar stadion.

“Jangan dianggap enteng, new normal justru risiko. Jadi kalau satu tim ada (positif) Covid-19, harus di drop timnya (dari pertandingan), di cek semua jangan ada pertandingan dulu. Risiko lebih besar, jadi harus disiplin keras,” ujar dokter yang karib disapa Papi itu.

Ia pun menyarankan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengatur format baru kompetisi. Di mana setiap tim bisa dibagi ke dalam tiga zona, dan dipusatkan di satu daerah.

Format tersebut dinilai efektif untuk mengontrol kesehatan setiap klub peserta. Tim dokter pun menurutnya akan lebih fokus memonitor jika dilakukan zonasi.

“Bikin tiga grup. Timur, Barat, Tengah. Misalnya di Yogyakarta, satu hotel bisa ditempati 300 orang, jadi bisa ditempati beberapa tim. Kenapa di satu hotel? Biar monitoringnya gampang dan jelas, aturan juga akan ketat,” terangnya. .

Pemusatan di satu zona dan hotel pun menurutnya akan menekan pengeluaran klub. Apalagi saat ini hampir seluruh klub mengalami masalah finansial imbas pandemi korona.

“Klub kan bisa kontrol budget, bisa kontrol semuanya. Pengeluaran jelas bisa dihitung dari awal kalau di satu tempat. Tidak perlu bolak balik pakai penerbangan.” tutur Papi.

“Hotel juga lagi sepi, bisa kita minta diskon. Makan diatur mereka, gizi pemain terpantau, satu pintu keluar (akses hotel) jadi aman. Gerak pakai masker,” pungkasnya.

PSSI rencananya akan menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) untuk memutuskan nasib kompetisi usai status force majeur berakhir. (*)

Sumber : medcom id

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Gelandang Timnas U19 2017 Menolak Pasrah, Yakini Setiap Ujian Hidup Pasti Ada Hikmahnya ! Apa Kabar Muhammad Iqbal ‘Kudu’ ?

Wacana Pendirian PT LIM untuk Liga 2, Semen Padang Angkat Tangan Setuju